• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Asuransi Syariah + Bonus Investasi (PRUDENTIAL)

jackie99

IndoForum Newbie E
No. Urut
51297
Sejak
27 Agt 2008
Pesan
43
Nilai reaksi
0
Poin
6
Assalamu'alaikum Temans
Salam Sejahtera utk Kita Semua :)

Saya ingin menawarkan rencana keuangan berupa program menabung di Rekening 2 in 1 Syariah yg sedang trend saat ini, berikut ilustrasinya :


Bacalah karena berguna untuk Anda dan Keluarga Anda

Umumnya, Tujuan Orang menabung/menginvestasikan uangnya adalah untuk :

1. danang Masa Depan/Pensiun
2. danang Pendidikan Anak
3. danang Darurat

Contoh : Pak Fulan ingin menabung setiap bulannya Rp 2 juta.

Ada 3 Alternatif menabung yg dapat dipilih oleh Pak Ali

Alternatif I : Menabung di bunk
Pak Fulan menabung tiap bulan Rp 2 juta. Bila terjadi sesuatu pd Pak Fulan di bulan ke-4, contoh : terkena sakit kritis (serangan jantung, kanker, stroke, dll) dan dokter minta disediakan uang Rp 250 juta, apakah bunk akan memberikan uang sejumlah Rp 250 juta ??? (Saldo Pak Fulan baru berjumlah Rp 6 juta)

Alternatif II : Menabung di bunk + Beli Asuransi
Jika kejadiannya sama seperti di atas, pd bulan ke 4 Pak Fulan terkena penyakit kritis, Asuransi kemungkinan akan memberikan uang sebesar Rp 250 juta kepada Pak Fulan untuk berobat. Tetapi apakah masalah Pak Fulan telah selesai ??? Bagaimana dgn nasib tabungannya yg akan digunakan utk danang Masa Depan/Pensiun atau danang Pendidikan Anak ? Dapatkah Pak Fulan yg sakit bekerja secara optimal dan meneruskan tabungannya ???

Alternatif III : Menabung di “2 in 1 Hoki”
Jika kejadiannya sama seperti di atas, pd bulan ke 4 Pak Fulan terkena penyakit kritis, Pak Fulan akan diberikan uang sebesar Rp 250 juta (gratis) untuk berobat, dan selanjutnya Pak Fulan tdk perlu menabung lagi, karena tabungannya akan secara otomatis ditambah terus-menerus (setiap bulannya sebesar 2 juta) sampai Pak Fulan berusia 65 th, dan danang yg ada ditabungannya dapat digunakan untuk danang Masa Depan/Pensiun dan danang Pendidikan Anak.

Kelebihan menabung di rekening 2 in 1 Hoki, perusahaan akan memberikan danang darurat kepada Pak Fulan bila terjadi :

1. Sakit kritis (seperti : Serangan Jantung, Kanker, Stroke, dll)
2. Cacat tetap dan total (karena sakit/kecelakaan)
3. Meniggal atau cacat karena kecelakaan
4. Meninggal karena sakit
5. Sakit ataupun kecelakaan yg mengharuskan dirawat di Rumah Sakit (biaya rawat inap, ICU, dan Operasi), dan bisa double claim

Menurut Bapak / Ibu, Alternatif menabung mana yg paling baik dipilih ???

Banyak orang yg belum mengetahui adanya alternative menabung di Rekening 2 in 1 Hoki, dan juga tidak semua orang dapat diterima menabung di 2 in 1 Hoki.

Perusahaan yg mengadakan tabungan ini berasal dari Inggris (telah membuka cabang hampir di seluruh dunia) dan telah mengelola danang keuangan selama lebih dari 160 tahun. Perusahaan ini juga turut serta membayarkan klaim 292 orang korban kecelakaan “Kapal Titanic 14 April 1912” dgn total pembayaran sebesar £12.834.


Bila Bapak / Ibu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tabungan ini, harap hubungi :

Ariatman
085710773355 / 021-7866082
Kav. DKI Jl Purwa 1 Blok J No.36 RT.003/RW.06
Kel.Cipedak Kec.Jagakarsa Jakarta Selatan 12630


Saya dengan senang hati akan membantu menginformasikan tabungan ini kepada Anda dan Keluarga tanpa mengharuskan Anda membuka rekening tabungan ini dan tanpa adanya ikatan apapun.

Terima Kasih

Wassalam
Ariatman

Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI

Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah,
Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah
 
Perbedaan Asuransi Syariah dgn Konvensional

Assalamu'alaikum Temans
Selamat Pagi :)

Semoga Kesuksesan Menyertai Langkah Anda Hari Ini

Hari ini saya ingin sharing ttg perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional.
Semoga bermanfaat .....


Best Regards
ARIATMAN

Ada 6 perbedaan mendasar antara PRUlink Syariah dengan asuransi konvensional :
1. PRUlink Syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang betugas mengawasi produk yang dipasarkan dan pengelolaan investasi dananya. Dewan Pengawas Syariah ini tidak ditemukan dalam asuransi konvensional.
2. Akad yang dilaksanakan pada PRUlink Syariah berdasarkan tolong menolong, sedangkan asuransi konvensional berdasarkan jual beli
3. Investasi danang pada PRUlink Syariah berdasarkan bagi hasil (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional memakai bunga (riba) sebagai landasan perhitungan investasinya
4. Kepemilikan danang pada PRUlink Syariah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Pada asuransi konvensional, danang yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Sehingga, perusahaan bebas menentukan alokasi investasinya.
5. Pembayaran klaim pada PRUlink Syariah diambil dari rekening Tabarru (danang kebajikan) seluruh peserta yang sejak awal telah diikhlaskan bahwa ada penyisihan danang yang akan dipakai sebagai danang tolong menolong di antara peserta bila terjadi musibah. Sedangkan pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening danang perusahaan.
6. Pembagian keuntungan pada PRUlink Syariah dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan. Sedangkan pada asuransi konvensional seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan.
 
Assalamu'alaikum Temans
Selamat Pagi

Semoga Hari Ini Membawa Keberkahan Bagi Kita Semua

Pagi Ini saya ingin kembali sharing ttg"Mengalihkan Resiko ke Asuransi"
Semoga bermanfaat ......

Wassalam
ARIATMAN
PRUDENTIAL SYARIAH

Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI

Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah,
Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah


Mengalihkan Resiko Ke Asuransi
Pertanyaan:
Terima kasih sekali untuk konsultasi gratisnya, ini merupakan layanin yang saya rasa sangat membantu masyarakat. Saya harap konfidensialitas nama saya dapat dijaga.
Saya juga pasangan yang baru menikah (1 tahun). Saya dan istri saya kurang memiliki ketrampilan untuk mengelola uang. Kami berdua bekerja di bidang sosial & sering kali menghabiskan sejumlah uang untuk membantu orang.
Namun, kami ingin memiliki rumah. Problemnya adalah saya mengidap penyakit yang cukup kronis dan mungkin sulit bagi saya untuk memprediksikan apa yang akan terjadi setelah 5 tahun dari sekarang dan ini sangat mempengaruhi sekali ke keputusan saya untuk mengambil KPR untuk membeli rumah & untuk memiliki anak. Saya ingin sebelum terjadi apa apa dengan saya, saya harus setidak tidaknya membeli rumah untuk istri saya.
Berikut data data keuangan saya:
• Gaji saya: Rp. 7,500,000
• Gaji Istri saya: Rp. 3,500,000
• Cicilan Mobil (berakhir november 2009): Rp. 5,164,000
• Makan & kebutuhan sehari hari: Rp. 2,000,000
• Bensin: Rp. 600,000
• Mobile phone: Rp. 1,000,000
• Biaya kesehatan per 3 bulan: Rp. 8,000,000
Saya juga seorang consultant, yang berarti saya punya pemasukan tidak tetap yang berkisar antara $2,000 – 5,000/project. Tapi ini sangat tidak tetap, bisa 1 project dalam 3 – 4 bulan. Problemnya adalah saya memiliki penyakit ini dan sangat sulit untuk memutuskan untuk mengambil KPR, karena saya tidak mau bila sesuatu terjadi pada saya, istri saya yang harus menanggungnya. Saya pikir saya ingin mengambil rumah yang berkisar 400 – 500 Juta, karena saya ingin meninggalkan istri saya dengan sesuatu dimana dia bisa nyaman & anak saya bisa nyaman juga, walaupun saya tahu kenyamanan itu masih bisa terwujud dengan rumah dengan lower budget. Namun kalau saya punya options untuk mengambil rumah yang sesuai dengan keinginan istri saya, saya akan senang untuk mengambil option yang itu.
Jawaban:
Ini adalah contoh kasus yang unik. Seorang suami, yang mengidap penyakit kronis, ingin merencanakan keuangan untuk keluarganya ketika sang suami telah diada. Biasanya kita membuat rencana untuk masa depan dimana seluruh anggota keluarga masih ada, namun dalam kasus unik ini kita membuat rencana keuangan untuk anggota keluarga yang ditinggalkan.
Mari kita analisa kondisi keuangan keluarga. Pendapatan keluarga berasal dari 2 orang, yaitu suami dan istri. Namun pendapatan terbesar didominasi oleh suami. Tanpa keberadaan suami, maka keluarga akan kehilangan pendapatan tetap sebesar Rp. 7.500.000,- dan pendapatan sampingan dari konsultasi proyek. Secara total pendapatan keluarga tinggal Rp. 3.500.000,-.
Sementara dari sisi pengeluaran, tanpa keberadaan suami, sang istri tetap harus membayar penuh cicilan mobil sebesar Rp. 5.164.000,-. Pengeluaran lainnya, bisa kita anggap hilang separuhnya karena ini adalah pengeluaran variabel yang berdasarkan pada jumlah anggota keluarga. Kita asumsikan keluarga sudah tidak perlu membayar biaya kesehatan, jadi arus kas untuk keluarga tanpa keberadaan suami kurang lebih seperti dibawah ini:
• Gaji Istri saya: Rp. 3,500,000
• Cicilan Mobil (berakhir november 2009): Rp. 5,164,000
• Makan & kebutuhan sehari hari: Rp. 1,000,000
• Bensin: Rp. 300,000
• Mobile phone: Rp. 500,000
Apa yang terjadi? Ternyata gaji istri tidak sanggup membayar cicilan mobil. Cicilan ini menyebabkan keuangan keluarga semakin hari menjadi semakin defisit. Dan pada saat keluarga sudah tidak sanggup lagi membayar cicilan, pihak kreditur akan menyita mobil tersebut.
Demikian juga yang akan terjadi dengan cicilan rumah. Apabila tidak dirancang dengan cermat, maka istri akan kewalahan untuk membayar cicilan. Dengan tingkat pendapatan sekarang, istri hanya dapat menyediakan uang sebesar Rp. 1.200.000,- per bulannya untuk membayar cicilan seluruh hutangnya. Jadi apabila ingin mengambil KPR, suami harus mencari solusi dimana per bulannya hanya perlu membayar Rp. 1.200.000,-. Mungkin dengan cara membayar uang muka lebih banyak, atau dengan cara mencari rumah yang harganya lebih murah.
Yang perlu diperhatikan dari kasus ini adalah pernyataan suami “saya tidak mau bila sesuatu terjadi pada saya, istri saya yang harus menanggungnya.” Suami menyadari bahwa segala hutang yang dibuatnya harus ditanggung oleh keluarganya. Terus terang saja, jarang loh orang kepikiran hal seperti ini. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa seluruh hutang Anda akan diwariskan ke keluarga yang Anda tinggalkan.
Coba bayangkan berapa banyak hutang Anda sekarang. Cicilan rumah, cicilan mobil. Bahkan hingga ke cicilan kartu kredit yang masih belum terbayar. Semuanya akan ditimpakan ke istri dan anak Anda, apabila terjadi sesuatu pada Anda. Bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan? Akankah mereka mampu melunasi hutang? Semua ini harus Anda pikirkan sejak sekarang, dan direncanakan dengan matang. Jangan sampai keluarga Anda harus tinggal di jalanan, atau anak Anda harus putus sekolah, hanya karena terjadi sesuatu pada Anda sebagai sumber pendapatan utama keluarga. Hal ini kita sebut dengan resiko finansial keluarga.
Bagaimana cara mengantisipasi resiko finansial? Bagi Anda yang masih tergolong sehat, cara paling efektif adalah dengan mengalihkannya ke asuransi. Belilah asuransi jiwa dengan UP yang mencukupi. Jadi apabila terjadi sesuatu pada Anda, maka pihak asuransi akan memberikan sejumlah uang (UP) kepada keluarga yang ditinggalkan. Uang inilah yang akan digunakan oleh keluarga untuk membayar hutang, dan membiayai keperluan hidup.
Berapakah nilai UP yang mencukupi? Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung nilai UP. Penjelasan berikut ini dimulai dari prioritas yang paling tinggi.
1. Jumlah seluruh hutang Anda.
Nilai minimal UP adalah jumlah seluruh hutang Anda. Hitunglah segala cicilan yang belum terbayar, seperti cicilan mobil, cicilan rumah, pinjaman teman, pinjaman koperasi, kartu kredit, dan segala macam hutang. Jumlahkan seluruhnya. Maka inilah nilai minimal UP Anda. Jadi andaikata terjadi sesuatu kepada Anda, maka keluarga Anda akan menerima uang dari asuransi yang dapat digunakan untuk melunasi seluruh hutang Anda. Dalam hal ini Anda tidak mewariskan hutang kepada keluarga yang ditinggalkan.
2. Biaya hidup keluarga selama 5 tahun.
Nilai berikut yang perlu diperhitungkan untuk UP adalah biaya hidup keluarga selama 5 tahun. Apabila perhitungan pertama sudah terpenuhi, maka Anda perlu memikirkan biaya hidup keluarga Anda. Terutama untuk keluarga yang hanya memiliki satu sumber penghasilan. Apabila terjadi sesuatu yang menimpa sumber penghasilan keluarga, maka keluarga yang ditinggalkan tidak memiliki penghasilan lagi. Dengan apakah keluarga membayar kebutuhan hidup? Jawabannya adalah dengan UP asuransi jiwa. UP asuransi jiwa harus dapat membayar kebutuhan hidup keluarga selama 5 tahun, dengan asumsi setelah itu keluarga yang ditinggalkan sudah mendapatkan sumber penghasilan baru untuk membiayai kebutuhan hidupnya.
3. Biaya pendidikan anak.
Untuk taraf hidup sekarang, kehidupan seorang anak sangat bergantung pada pembiayaan dari orang tuanya hingga anak lulus dari kuliah. Apabila terjadi sesuatu terhadap orang tua yang menjadi sumber penghasilan keluarga, maka anak tidak dapat membayar biaya kuliahnya. Akibatnya, terjadilah putus sekolah. Anak terpaksa langsung terjun ke dunia kerja, tanpa dibekali pendidikan yang cukup hanya untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.
Disinilah peranan ketiga dari UP yang patut diperhitungkan dalam rencana keuarga Anda. UP harus cukup untuk membiayai pendidikan anak, hingga anak lulus kuliah. Setelah itu anak dapat secara mandilu terjun ke dunia kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga.
 
Assalamu'alaikum
Selamat Sore Temans :)

Semoga Hari Ini Membawa Kebahagiaan Bagi Kita dan Keluarga

Silakan yg mau tanya2, atau mau dibantu ttg rekening 2 in 1 Syariah Prudential ini.........

Jangan Sungkan, Insya Allah saya akan jawab.

Wassalam
ARIATMAN
email : [email protected]
[email protected]
0857 1077 3355
 
agen resmi kan ya??? sukses aj sob buat kerjaanya :D
 
agen resmi kan ya??? sukses aj sob buat kerjaanya :D

Of course Agen Resmi donk Bro Froo.
Thanks atas doa nya.
Semoga Bro Froo juga selalu sukses. :)

Btw, sudah ikutan belum nich ? Kalau belum, mungkin bisa saya bantu ?
Insya Allah saya akan mampir ke tempat Bro kalau masih di jkt atau sekitarnya.

Thanks
ARIATMAN
 
Kata-Kata Bijak

Assalamu'alaikum Temans
Selamat Siang

"Masuklah Asuransi sebelum Anda Butuh, karena ketika Anda Butuh, mungkin Asuransi sudah tdk butuh Anda"

"Asuransi dibeli bukan utk mendoakan orang hidup sehingga cepat mati, tetapi agar keluarga yg ditinggal mati (masih hidup) bisa terus hidup dgn layak"


Wassalam
ARIATMAN
Email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
 
Sulit Bisa Menabung Tiap Bulan

Assalamu'alaikum Temans
Salam Sukses utk Kita Semua ':)

Pagi yg cerah ini, saya ingin kembali sharing ttg Menabung.
Semoga bermanfaat .....

Wassalam
ARIATMAN


SULIT BISA MENABUNG
SETIAP BULAN

Dikutip dari Kompas.com
Pak Safir,
Saat ini saya merasa bahwa penghasilan saya hanya cukup untuk membiayai pengeluaran saya selama satu bulan saja. Ini karena hampir setiap akhir bulan penghasilan saya tidak ada sisanya sama sekali. Kalaupun ada, toh akhirnya pasti habis juga karena ada saja pengeluaran yang harus dilakukan. Padahal rasanya penghasilan saya tidak kurang kok. Untung saja selama ini saya cukup berhasil untuk tidak memiliki hutang dimana-pun. Tetapi kenapa ya rasanya sulit sekali bagi saya untuk bisa menabung? Karena itu Pak Safir, tolong kasih saya cara bagaimana agar saya dapat mulai menabung dari penghasilan saya yang pas-pasan tersebut.


Jawab:
Anda mungkin menemukan kesulitan untuk mulai menabung, padahal Anda punya penghasilan yang menurut Anda cukup dan - untungnya - Anda bahkan tidak punya hutang dimanapun. Jadi dimana masalahnya?
Masalahnya adalah: Anda terbiasa menghabiskan seluruh uang Anda setiap bulannya dan Anda tidak sanggup untuk merubah kebiasaan tersebut sehingga Anda tidak bisa menyisakan untuk bisa ditabung. Kalau begitu, saya punya satu tips untuk Anda yang mungkin merupakan berita baik:
Hentikan kebiasan Anda menyisakan uang untuk bisa ditabung!
"Lho, apa maksudnya? Nanti kalau tidak ada uang yang bisa disisakan, bagaimana saya bisa menabung?", begitu mungkin pikir Anda.
Sekali lagi, saran saya adalah: tetaplah mengeluarkan uang, dan tak perlu menyisakan uang untuk bisa ditabung.
Bagaimana caranya? Bisa. Masukkan menabung sebagai salah satu pos pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulan. Dengan demikian, Anda tidak perlu menyisakan uang setiap akhir bulan untuk bisa ditabung, karena menabung itu sudah termasuk dalam pos pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulan.
Kesalahan yang sering dilakukan orang dalam menabung adalah karena mereka berbelanja terlebih dahulu, barulah sisanya - kalau ada - ditabungkan. Sebagai informasi saja buat Anda, dari pengalaman saya bertemu dengan banyak sekali klien, hal itu tidak selalu bisa jalan. Kenapa? Karena seringkali uang Anda tidak akan bersisa pada akhir bulan sehingga tidak ada yang bisa ditabung.
Karena itu, mungkin ada baiknya bila Anda merubah kebiasaan tersebut dengan melakukan sejumlah cara dibawah ini:
1. Bayar diri Anda terlebih dahulu. Kata bayar disini maksudnya adalah cobalah untuk mengeluarkan uang untuk pos tabungan sebelum Anda melakukan pembayaran untuk pengeluaran apapun. Jadi masukkan pos tabungan ke dalam pos pengeluaran rutin tiap bulan. Anggaplah menabung sebagai pengeluaran rutin Anda, sama dengan biaya rumah tangga lainnya seperti tagihan listrik, PAM, makanan, transportasi dan lain-lain.
2. Jangan pernah membayar dengan uang logam. Berbelanjalah hanya dengan uang kertas saja. Jika Anda dapat kembalian uang logam, masukkanlah uang logam tersebut ke dalam celengan (celengan ayam atau kaleng), dan jangan buka celengan tersebut sebelum penuh. Jika sudah penuh, buka celengan tersebut dan masukkanlah ke dalam rekening Anda di bunk. Besarnya uang logam yang harus masuk celengan dapat Anda tentukan sendiri misalnya uang logam senilai Rp 100 dan Rp 500 ,- atau hanya Rp 1000,- saja atau semuanya. Ya, saya tahu, ini kesannya seperti mengajarkan anak SD untuk menabung. Tapi cara ini terbukti ampuh lho. Kalau kita mengajarkan anak kita menabung di celengan, kenapa kita tidak mempraktekkan-nya juga?
Mudah-mudahan cara diatas bisa membantu Anda
 
Tahukah Temans ...?

Assalamu'alaikum Temans
Selamat Pagi

Semoga Kesuksesan selalu Menyertai Kita :)


Tahukah temans, kalau inflasi di Indonesia tercinta ini berkisar 10% bahkan lebih pertahunnya ..........???

Tahukah temans, kalau bunga/bagi hasil di bunk berkisar 6-7%/thn dan deposito berkisar 7-8%/thn, sedangkan inflasi berkisar 10%/thn ..................???

Tahukah temans, kalau misal biaya hidup kita sekarang = 3 juta/bln, maka 20 tahun mendatang akan menjadi = 20.2 jt/bln ..........???

Tahukah temans, menurut survey dr Majalah SWA, masyarakat Indonesia sekitar 80% belum siap utk menghadapi masa pensiun/hari tua mereka ...........???

Tahukah temans, kalau mengumpulkan asset/kekayaan sangat-sangat-sangat sulit dan membutuhkan waktu yg lama, dibandingkan menghabiskan asset/kekayaan tsb dlm waktu singkat ..................???



Wassalam
ARIATMAN

Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI

Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah,
Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah
 
Pentingnya Menabung

Assalamu'alaikum Temans
Selamat Pagi :)

Semoga Hari Ini Kebahagiaan selalu Menyertai Kita dan Keluarga

Di hari ini, saya ingin kembali sharing ttg Pentingnya Menabung.
Karena dgn menabung dr sekarang, berarti kita sudah satu langkah kedepan dlm mempersiapkan masa depan kita.

Silakan disimak
Semoga bermanfaat......

Wassalam
ARIATMAN
Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI

Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah,
Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah


PENTINGNYA MENABUNG
Oleh : Safir Senduk

Masa pensiun bisa jadi merupakan masa yang menggembirakan bagi sebagian orang, namun bisa juga menjadi masa yang penuh kegelisahan bagi sebagian lainnya. Mungkin banyak dari Anda yang bertanya, apa sih yang dimaksud dengan masa pensiun? Gampang saja, kok, masa pensiun adalah masa dimana kita bisa berhenti bekerja dan tentu saja berhenti mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang biasa kita tekuni.

Nah, apabila seseorang telah mempunyai cukup uang untuk membiayai kebutuhan-kebutuhannya di masa pensiun, tentu ini akan sangat menggembirakan. Bayangkan, kebutuhan bisa tetap tercukupi tanpa harus bekerja lagi. Waktu dan tenaga yang biasanya dihabiskan untuk bekerja dapat digunakan untuk beristirahat atau melakukan hal-hal yang menjadikan kegemaran kita. Tetapi sebaliknya, bila pada masa pensiun, seseorang tidak atau belum mempunyai cukup uang untuk membiayai hidupnya, maka yang terjadi bukannya bersantai, melainkan gelisah mencari cara supaya bisa tetap hidup. Betul, kan?

Banyak orang, terutama yang bekerja sebagai pegawai, merasa optimis bahwa dirinya akan bisa menikmati masa pensiun secara menyenangkan.

"Perusahaan saya, kan punya danang pensiun untuk saya nanti, buat apa saya mesti pusing-pusing mikirin persiapan uang pensiun...," begitu komentar sebagian dari mereka.

Benar, setiap orang tentu ingin mengalami masa pensiun yang menyenangkan dan bukannya menggelisahkan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menyediakan danang pensiun untuk karyawan yang telah bekerja keras selama ini, sehingga mereka bisa pensiun dengan tenang.

Tapi, pernahkah Anda menghitung berapa jumlah danang Pensiun yang akan Anda dapatkan kelak dari perusahaan? Bila ya, pernahkah Anda menghitung berapa sebenarnya kebutuhan hidup Anda setelah pensiun kelak? Dan pernahkah Anda membandingkan keduanya, sehingga Anda mengetahui apakah uang pensiun Anda cukup atau tidak untuk membiayai hidup Anda?

Yang sering terjadi, jarang orang mencoba mencari tahu apakah uang pensiunnya cukup untuk membiayai kehidupan masa pensiunnya kelak. Mereka hanya menggantungkan uang pensiun dari perusahaan sebagai sumber biaya hidup di masa pensiun. Padahal, hanya dia sendiri yang tahu persis berapa kebutuhan hidupnya setelah pensiun, bukan perusahaan.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apakah uang pensiun Anda cukup atau tidak sebagai gantungan hidup Anda kelak. Bila cukup, mungkin tidak jadi masalah. Tapi bila tidak, maka Anda, mau tak mau, harus menambahnya sendiri, sehingga kelak terkumpul cukup danang untuk membiayai kehidupan pensiun Anda.

DUA CARA MENAMBAH danang PENSIUN

Sebelumnya, kita sudah menyinggung perlunya menambahkan sendiri danang pensiun bila ternyata nantinya, setelah dihitung, Uang Pensiun yang Anda terima dari perusahaan tidak cukup untuk membiayai kehidupan pensiun Anda. Lalu, bagaimana cara menambahkan sendiri danang pensiun Anda? Secara garis besar, ada 2 cara yang bisa Anda lakukan:

1. Membuka usaha sampingan
2. Menabung secara rutin

Kita akan membahas untung-rugi setiap dari alternatif cara tersebut satu-persatu:

1. Membuka Usaha Sampingan
Membuka usaha sampingan, intinya adalah menambah penghasilan di luar pekerjaan, sehingga hasil dari usaha sampingan ini bisa digunakan sebagai tambahan danang untuk membiayai kehidupan pensiun. Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan, karena biasanya dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo yang lebih cepat.

Namun perlu diingat, keberhasilan tersebut bisa didapat hanya dengan pengelolaan yang baik dan konsentrasi penuh. Hal yang kedua inilah yang sulit didapat, mengingat Anda masih terikat pada pekerjaan. Seringkali seseorang terlalu fokus pada pekerjaan sampingannya, sehingga pekerjaan utamanya malah jadi terbengkalai. Ini tentunya malah bisa menimbulkan kondite buruk yang dapat menghambat karier Anda dan juga menghambat penghasilan dari pekerjaan utama.

Membuka usaha sampingan juga tidak lepas dari risiko, terutama risiko finansial. Tidak tertutup kemungkinan, usaha sampingan juga bisa merugi. Kalau itu yang terjadi, bukannya tambahan danang untuk biaya pensiun yang didapat, tapi bisa-bisa danang untuk biaya hidup sekarang pun habis untuk nombok. Tapi, bukan berarti Anda tidak boleh membuka usaha sampingan untuk mempersiapkan pensiun Anda, lho. Anda tetap bisa membuka usaha sampingan untuk mempersiapkan pensiun, asal siap dengan segala konsekuensi yang akan Anda hadapi.

2. Menabung Secara Rutin
Alternatif kedua ini relatif lebih mudah daripada yang pertama. Anda bisa menyisihkan sebagian uang dari penghasilan rutin untuk dimasukkan ke dalam tabungan. Nantinya, tabungan tersebut akan berkembang terus hingga mencapai jumlah yang cukup besar.

Keuntungan dari menabung ini adalah Anda tidak perlu mengorbankan waktu dan pikiran, sehingga bisa tetap berkonsentrasi ke pekerjaan utama Anda. Dengan tetap berkonsentrasi pada pekerjaan utama, kinerja Anda pun bisa semakin baik, dan otomatis penghasilan juga bisa membaik. Jadi, Anda mendapatkan keuntungan ganda: karier dan penghasilan yang semakin baik, serta penghasilan dari terus berkembangnya tabungan. Namun, bukan berarti menabung tidak ada kelemahannya. Kelemahannya, dengan menabung, berarti jangka waktu Anda mengumpulkan danang tersebut bisa lebih panjang daripada membuka usaha sampingan. Tak perlu khawatir, kelemahan ini bisa diatasi dengan mulai menabung sejak dari sekarang.

KEBUTUHAN HIDUP DI MASA PENSIUN

Mungkin Anda pernah berkata, "Kalau saya pensiun nanti, biaya hidup saya pasti akan turun. Saya, kan nggak neko-neko." Pendapat tersebut ada benarnya, namun tidak seluruhnya benar. Neko-neko atau tidak, pada masa pensiun, akan ada perubahan jumlah biaya untuk setiap pos pengeluaran Anda. Dan karena Anda sudah tidak bekerja lagi, maka besar kemungkinan biaya transportasi serta busana dan asesoris akan menurun jumlahnya.

Sebaliknya, karena usia Anda saat itu sudah beranjak tua, biaya kesehatan biasanya akan meningkat pesat. Biaya untuk hobi dan hiburan juga meningkat, seiring makin banyaknya waktu luang yang Anda miliki. Sedangkan pos belanja pribadi, telepon, air, dan listrik biasanya cenderung tetap. Dari perkiraan naik dan turunnya biaya setiap pos pengeluaran ini, Anda bisa menghitung sendiri berapa kira-kira kebutuhan hidup Anda nanti setelah pensiun.

CARA MUDAH,MENABUNG SECARA RUTIN

Menabung secara rutin bisa menjadi alternatif mendapatkan tambahan uang pensiun secara mudah. Cukup dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan setiap bulan, maka di kemudian hari, Anda bisa memetik hasilnya. Memang, tak bisa dipungkiri bahwa menabung merupakan alternatif yang memakan waktu lebih lama daripada membuka usaha. Oleh karena itu, kita bisa menyiasatinya dengan cara menabung sedini mungkin, yaitu mulai dari sekarang. Apabila Anda menabung sendiri, maka Anda harus bisa memperkirakan jangka waktu tabungan dan besarnya tingkat hasil yang didapat (return), agar bisa mendapatkan hasil tabungan yang bisa mencukupi kebutuhan danang pensiun Anda kelak.

Seringkali, orang menganggap remeh menabung secara rutin, apalagi dalam nominal kecil. Seratus ribu atau duaratus ribu per bulan, misalnya. Tapi, percaya atau tidak, pepatah lama "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit" itu memang terbukti. Cukup dengan, misalnya uang Rp 500 ribu per bulan, Anda bisa mendapatkan sejumlah uang yang cukup besar setelah jangka waktu tertentu.

Jadi, tunggu apalagi? Menabunglah dari sekarang untuk masa pensiun Anda.

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 803/XIII
 
Lho koq bisa ... ?

Assalamu'alaikum Temans
Selamat Pagi :)

Semoga Kebahagiaan Selalu Menyertai Kita Semua

Seperti biasanya, hari ini saya kembali ingin sharing kepada temans ttg "Premi Asuransi Jiwa".
Ternyata walaupun asuransi menjamin peserta asuransi hingga usia 99 thn...., ternyata kita tdk harus membayar premi tsb hingga 99 thn juga,
lho koq bisa....????

Silakan disimak artikel di bawah ini, semoga bermanfaat .........

Wassalam
ARIATMAN
Email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747


Premi Asuransi Jiwa
Di asuransi jiwa, kita biasanya membayar premi sampai kita meninggal atau berusia 99 tahun. Wah, lama betul? Iya, selama masih hidup, kita terus membayar premi. Setelah kita meninggal, perusahaan asuransi akan membayar uang pertanggungan yang jumlahnya pasti lebih besar daripada jumlah premi yang telah kita bayarkan kepada ahli waris kita.
Kalau Anda pikir malas bener harus bayar sampai selama itu, produk asuransi masa kini sudah canggih. Produk-produk asuransi sekarang ini kebanyakan membuat kontrak dengan nasabah dimana nasabah cukup membayar premi selama sekian tahun yang sudah ditetapkan. Biasanya berkisar antara 7 sampai 20 tahun.
Wah, katanya bayar seumur hidup, kok bisa bayar cuma 7 tahun? Itu karena produk asuransi jiwa sekarang ini sudah digabungkan dengan investasi. Jadi setelah sekian tahun itu Anda berhenti membayar premi, sebetulnya Anda masih bayar premi! Tapi premi itu diambil dari hasil investasi Anda.
Bingung? Begini. Misalnya Anda ambil produk asuransi dengan kontrak pembayaran premi sebesar 4 juta per tahun selama 10 tahun. Nah, premi yang Anda bayarkan itu sebagian diambil untuk membayar biaya asuransi, sebagian lagi diambil untuk diinvestasikan. Setelah 10 tahun, hasil investasi Anda seharusnya sudah cukup untuk membayar premi asuransi jiwa Anda, malah masih ada sisa, dimana sisanya tersebut diinvestasikan kembali dan memberikan hasil investasi lagi. Sekarang lebih terbayang kan?
Tapi adakah kemungkinan setelah 10 tahun tersebut hasil investasinya jelek? Tentu ada. Kalau demikian, maka untuk menutup biaya asuransi jiwa Anda, Anda harus bayar premi lagi. Biasanya hal ini kemungkinan terjadinya kecil, tapi tetap ada kemungkinannya. Jadi sebaiknya sebelum membeli asuransi jiwa, Anda harus pelajari betul proposal dan ilustrasinya. Anda harus tanyakan kepada agen asuransi Anda mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Jika agen asuransi Anda mengatakan bahwa hasil investasi Anda tidak mungkin mengalami kerugian (terutama untuk produk yang lagi nge-trend sekarang, yaitu produk asuransi jiwa unit link, akan saya bahas pada posting selanjutnya), maka agen Anda lagi ngebohong sama Anda! Semua investasi, seaman apa pun pasti ada resikonya.
Nah, kalau Anda sudah mengerti proposal dan ilustrasi asuransi jiwa yang Anda beli, dan 10 tahun kemudian ternyata hasil investasinya tidak menguntungkan (yang mana seperti saya katakan kemungkinannya kecil, kecuali ada peristiwa ekonomi yang sangat hebat terjadi). Ingat, semua investasi mengandung resiko.
 
Assalamu'alaikum
Selamat Sore Temans :)

Semoga Hari Ini Membawa Kebahagiaan Bagi Kita dan Keluarga

Silakan yg mau tanya2, atau mau dibantu ttg rekening 2 in 1 Syariah Prudential ini.........

Jangan Sungkan, Insya Allah saya akan jawab.
Dan tidak ada ikatan apapun.

Wassalam
ARIATMAN
email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747
 
Assalamu'alaikum
Selamat Pagi Temans :):):)

Semoga Hari Ini Membawa Kebahagiaan Bagi Kita dan Keluarga

Silakan yg mau tanya2, atau mau dibantu ttg rekening 2 in 1 Syariah Prudential ini.........

Insya Allah Halalan Thayyiban
Insya Allah Aman
Insya Allah dpt membantu Anda dan Keluarga dlm aktivitas rutin menabung


Jangan Sungkan, Insya Allah saya akan jawab.
Dan tidak ada ikatan apapun.

Wassalam
ARIATMAN
email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747
 
Assalamu'alaikum
Selamat SiangTemans :)

Semoga Hari Ini Membawa Kebahagiaan Bagi Kita dan Keluarga

Silakan yg mau tanya2, atau mau dibantu ttg menabung atau proteksi atau yg ingin tahu ttg produk rekening 2 in 1 Syariah Prudential ini.........

Insya Allah Halalan Thayyiban
Insya Allah Aman
Insya Allah dpt membantu Anda dan Keluarga dlm aktivitas rutin menabung


Jangan Sungkan, Insya Allah saya akan jawab.
Dan tidak ada ikatan apapun.

Wassalam
ARIATMAN
email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747
 
Assalamu'alaikum Temans
Selamat Siang :) :) :)

Semoga Hari Ini Kita Meraih Sesuatu Yg Lebih Baik Daripada Hari Kemarin

Silakan bagi temans yg ingin bertanya atau berkonsultasi ttg seputar Menabung dan Proteksi. Insya Allah saya akan coba menjawabnya
Tanpa ada ikatan apapun

Wassalam
ARIATMAN
Email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747

Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI

Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah,
Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah
 
Ikut asuransi agar bisa menabung

Assalamu'alaikum Temans
Selamat Pagi :) :) :)

Semoga Kebahagiaan Selalu Menyertai Kita, Amiin

Di Pagi yg cerah ini, saya ingin kembali sharing ttg "Ikut Asuransi Agar Bisa Menabung". Sharing ini merupakan pertanyaan dr seseorang kpd Ahmad Gozali. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dr tanya jawab ini.

Semoga bermanfaat .........

Wassalam
ARIATMAN
Email : [email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747

Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI

Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah,
Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah


IKUT ASURANSI AGAR BISA MENABUNG
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Republika, 01 Juni 2008

Assalamualaikum Wr Wb
Pak Gozali,
Gaji total saya dan suami hampir Rp 4 juta. Kebetulan, saya dan suami termasuk yang benar-benar boros. Dengan anak pertama kami yang sekarang berusia 14 bulan dan seabrek keperluan rumah tangga lainnya, kami berdua memutuskan untuk mengambil asuransi (untuk suami) Rp 1 juta per bulan. Dengan mengambil asuransi sebesar ini, sebenarnya kami memaksa diri untuk menabung, soalnya kalau sekadar menabung, pasti ujung-ujungnya habis juga. Kami juga punya deposito untuk menambah kebutuhan per bulannya.
Dari ilustrasi di atas, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. Sebenarnya berapa jumlah yang mesti saya dan suami tabung dengan total gaji kami berdua yang Rp 4 juta itu.
2. Apakah keputusan kami untuk mengambil asuransi jiwa untuk suami sebesar Rp 1 juta per bulan, jumlahnya pas atau justru terlalu besar?
Terima kasih untuk jawabannya.
Inna, Yogyakarta

Jawaban:
Waalaikumussalam Wr Wb
Mbak Ina,
Senang sekali menerima pertanyaan dari Anda. Saya sepakat dengan Anda bahwa sekadar menabung saja, dalam arti menyisakan uang di rekening tabungan, akan mudah sekali terpakai. Untuk itu memang diperlukan strategi agar bisa menabung dengan rutin, tepat sasaran, dan tidak mudah terpakai untuk keperluan lain. Dalam hal ini, Anda memilih ikut asuransi agar memaksa untuk menabung dan jelas tidak mudah diambil. Bahkan preminya cukup besar, yaitu sampai seperempat dari total penghasilan Anda berdua.
Untuk pertanyaan Anda yang pertama, bisa saya artikan dua hal. Pertama, berapa yang harus ditabung setiap bulan? Kedua, bisa juga berarti berapa tabungan yang harus dimiliki? Saya jawab saja keduanya. Saran saya Mbak, Anda perlu memiliki danang dalam rekening tabungan plus deposito dengan jumlah sekitar Rp 12 juta - 24 juta saja. Kalau masih kurang dari itu, saya sarankan agar Anda menambahnya untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan darurat. Dan kalau lebih, Anda harus alokasikan ke dalam investasi yang lain. Jangan simpan terlalu banyak di dalam tabungan yang tidak terlalu besar perkembangannya.
Nah, mengenai setoran tabungan atau investasi rutin, saya selalu sarankan agar bisa menyisihkan setidaknya 10 persen dari penghasilan. Dengan total penghasilan Anda sebesar Rp 4 juta, maka setidaknya Rp 400 ribu harus rutin disisihkan. Untuk saat ini, Anda sudah cukup baik karena mengalokasikan Rp 1 juta setiap bulan. Nah, menjawab pertanyaan Anda yang kedua. Dari sisi investasi, sebagaimana sudah kita bahas di atas, premi yang bisa Anda alokasikan sudah cukup besar. Selama pembayaran premi tersebut tidak mengganggu pengeluaran yang lain, silakan diteruskan, tidak perlu diubah. Tapi dari sisi proteksi asuransi, tidak bisa dilihat dari preminya karena sangat tergantung pada jenis asuransi yang Anda ambil.
Anda perlu lihat lagi di polisnya berapa uang pertanggungan yang diberikan. Idealnya, uang pertanggungan bagi suami Anda adalah sebesar Rp 400 juta. Artinya, kalau ada kejadian yang tidak diharapkan pada suami Anda (meninggal dunia misalnya), maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan santunan sebesar Rp 400 juta, yang kalau didepositokan akan memberikan hasil sebesar Rp 2 juta per bulan untuk menggantikan gaji suami Anda selama ini. Kalau di polis tertera angka yang lebih besar, saya sarankan agar angkanya diturunkan sehingga preminya pun bisa lebih kecil. Kalau masih kurang, coba pertimbangkan untuk menambahnya dengan asuransi jiwa murni yang preminya jauh lebih murah.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
 
Assalamu'alaikum Temans
Selamat Pagi :) :) :)

Semoga Hari Ini Kita Meraih Sesuatu Yg Lebih Baik Daripada Hari Kemarin

Silakan bagi temans yg ingin bertanya atau berkonsultasi ttg seputar Menabung dan Proteksi. Insya Allah saya akan coba menjawabnya
Tanpa ada ikatan apapun

Wassalam
ARIATMAN
Email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747

Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI

Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah,
Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah
 
Taqabbalallahu minna wa minkum

Assalamu'alaikum Temans

Di hari yg cerah ini :), saya turut mengucapkan :

TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Semoga segala amal ibadah kita di Bulan Ramadhan kemarin diterima oleh Allah SWT, dan kita diberikan panjang umur sehingga bisa menjumpai Bulan Ramadhan di tahun mendatang, Amiin yaa Rabbal 'Alamiin.

Wassalam
ARIATMAN
 
Assalamu'alaikum
Selamat PagiTemans :)

Semoga Hari Ini Membawa Kebahagiaan Bagi Kita dan Keluarga

Silakan yg mau tanya2, atau mau dibantu ttg Rekening 2 in 1 Syariah Prudential ini.........

Insya Allah Halalan Thayyiban
Insya Allah Aman
Insya Allah membuka ladang amal bagi kita utk saling tolong menolong
Insya Allah dpt membantu Anda dan Keluarga dlm aktivitas rutin menabung


Jangan Sungkan dan jangan ragu, Insya Allah saya akan jawab.
Dan tidak ada ikatan apapun.

Wassalam
ARIATMAN
email : [email protected]
[email protected]
HP : 0857 1077 3355
Esia : 021-965 28 747
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.