• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Asuransi di Indo amat tidak cost effective

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Prolog

Ada banyak complain Konsumen asuransi di indo. Biasanya complain tersebut adalah

1. Asuransi yg terlalu mahal. Banyak nasabah merasa sudah menaruh banyak uang di account asuransi mereka tetapi waktu mau cabut uang yg tersisa sedikit sekali.
2. Penipuan. Apakah agen asuransi menipu agak kontroversial. Group ini https://www.facebook.com/groups/3022229208008248 ada banyak yg mengclaim begitu.
Di sini kita menerangkan bahwa asuransi di indo memang LUAR BIASA MAHAL. Banyak biaya adalah biaya siluman yg memang sengaja tidak diberitahukan dengan jelas ke konsumen.

Apa anda menganggap ini penipuan atau tidak ya tergantung calon nasabah masih masing. Ada indikasi kuat banyak praktek yg dilakukan perusahaan asuransi & agennya menyesatkan nasabah untuk membeli produk yg sebetulnya sampah, tetapi di hukum Indonesia, susah sekali dijerat pasal penipuan

Disclaimer

Kita berusaha semua informasi di sini betul. Tetapi tidak 100% yakin. 98% lah. Majoritas informasi dapat diverifikasikan dengan menanyakan agen agen asuransi di depan umum.

Contoh kalau banyak agen asuransi tidak mau menjelaskan biaya di produk mereka sendiri didepan umum, dapat dipastikan agen agen tersebut berniat menipu. Mereka tahu kalau customernya tahu ada biaya akbar pasti tidak mau beli & jijik. Jadi mereka tidak mau mengatakan biaya di depan umum. Hindari perusahaan asuransi seperti itu.

Estimasi kalau harga asuransi itu 10-1000 kali dari harga wajar kali ini berdasarkan perbandingan harga polis di Singapore & Indonesia & perbandingan harga polis di indo. Mungkin tidak tepat 1000 kali lipat. Ya 500-1500 kali. Tetap saja absurd & tetap saja itu artinya produk sampah yg tidak semestinya dibeli.

Tujuan tulisan ini adalah untuk menghemat uang anda dari membeli produk asuransi sampah. Kalau anda beli produk sampah karena tidak tahu ada biaya besar, yg rugi kan anda sendiri? Mau processnya dapat disebut penipuan atau tidak ya tidak penting kecuali anda mau keluar uang lebih banyak lagi untuk ribut dipengadilan.

Asuransi di indo harganya sekitar 10-1000 kali dari harga wajar

Pernah berpikir tidak. Misal anda taruh 10 juta untuk asuransi jiwa. Tanggungan kira kira 1 M. Lalu orang seumur anda ada 1000 orang. Jadi kira kira perusahaan asuransi mendapatkan 10M kan.

Kira kira dari 10 M itu berapa yg dipakai untuk membayar tanggungan kalau ada yg meninggal?

Kalau saya tanya orang berapa estimasi mereka, estimasi mereka sekitar 80%.

https://www.iciciprulife.com/insuran...ent-ratio.html.

Ratio antara expectasi claim & jumlah premi yg dibayarkan Namanya claim ratio. Ratio ini setahu saya tidak pernah diberitahukan di produk asuransi Indonesia. Di Amerika ada aturan kalau minimum 80%

Claim ratio di indo, menurut beberapa estimasi, itu antara 0.1% - 10%.

Jadi cuma sekitar 0.1% -10% dari seluruh premi dipakai untuk membayar tanggungan.

Artinya kalau anda beli asuransi secara rata rata anda akan keluar uang 10-1000 kali lebih mahal dari pada kalau anda bayar sendiri.

Beberapa teman berpendapat kalau ratio ini sekitar 50%. Ini estimasi mereka dari laporan pembukuan perusahaan.

Cara yg menurut saya lebih seksama adalah membandingkan harga asuransi jiwa di Indonesia & Singapore, Australia, Amerika, etc. Konon orang Indonesia dapat kok membeli asuransi jiwa di negara lain & itu sah. Harga asuransi di indo sekitar 10 kali lipat.

Cara lain adalah membandingkan tingkat moralitas dengan ratio antara premi & tanggungan untuk asuransi jiwa.

Untuk asuransi Kesehatan nilai ini jauh lebih susah untuk dihitung. Jadi saya tidak tahu.

Estimasi saya adalah on average, orang Indonesia membayar 10-1000 kali lebih mahal. Angka tersebut tergantung produk yg dibeli, perusahaan asuransinya, & lain lain.

Untuk asuransi yg terlalu mahal, hampir pasti ada penipuan. Tidak mungkin orang mau membeli & membayar terlalu mahal kalau mereka mendapatkan informasi yg jujur jelas & benar.

Contoh Asuransi dengan Claim Ratio yg rendah tetapi dapat terukur

Ada complain di sini


Anda lihat ringkasan polis itu. Lalu anda coba hitung ada biaya apa saja, berapa, & ditulisnya dimana?

Sudah banyak yg menjelaskan kalau ada biaya 50 juta. Manfaat asuransi kalau beli terpisah di indo seharga 500 ribu. Harga di indo juga sebetulnya terlalu mahal jadi harga wajar sebetulnya lebih rendah lagi.

Belum ada satupun agen avrist yg mau menconfirm atau menyangkal atau menjelaskan ada biaya apa saja di polis itu. Mencoba menanyakan avrist sendiri lewat email dijawab dengan anjuran untuk berjumpa agent.

Ada kesan kuat hampir SEMUA agen avrist & perusahaan Avrist sendiri SENGAJA mengaburkan atau menyembunyikan informasi biaya. Mendapatkan informasi biaya secara tertulis atau didepan biasa dari mereka amat sulit.

Di situ harga asuransi di Avrist 100 kali lipat harga asuransi di Indo. Harga asuransi di indo sudah 10 kali harga asuransi di Singapore. Jadi kita expectasi harga Avrist sekitar 1000 kali lebih mahal dari harga wajar.

Bisa dihitung cara lain.

Menurut https://katalog.data.go.id/dataset/d...8-cb166fd59be4 ada 158 orang perempuan yg meninggal dari umur 5-9 tahun di Jakarta.

Jumlah penduduk Jakarta berusia 5-9 & perempuan ada https://jakarta.bps.go.id/indicator/...s-kelamin.html ada sekitar 400 ribu.

Berarti kemungkinan seorang anak meninggal dalam 1 tahun adalah 158/400 ribu. Jadi tanggungan 250 juta setahun itu on average akan memberi proteksi sekitar 100 ribu rupiah. Customer bayar 52.5 juta & mendapat proteksi sekitar sebesar 100 ribu rupiah.

Jadi claim ratio sekitar 0.15%. Setahu saya tidak ada manfaat lain yg significant. Ada marketing gimmick kalau ini jangka panjang untung, tetapi setahu saya itu cuma penipuan atau paling tidak informasi menyesatkan.

Ada yg mencoba menanyakan banyak agen avrist di depan biasa polis ini ada biaya apa saja & ditulisnya dimana tidak pernah dijawab. Jadi majoritas agent avrist tidak memberitahukan biaya dengan jelas, paling tidak kalau ditanya di depan umum.

Jadi kalau beli asuransi di indo, & anda sudah amat berhati hati sekalipun, anda dapat tercover sekitar 0.15% dari yg anda bayar.

Asuransi lain tidak sejelek ini, tetapi perhitungan kita paling mentok 10%. Itu karena harga asuransi di Indo 10 kali lebih mahal dari harga di Singapore. Tentu saja asuransi di Singapore pun ada claim ratio yg pasti lebih kecil dari satu.

Kalau menurut table ini https://www.kaskus.co.id/show_post/6...ofile&med=post

Untuk tanggungan 10 M term Manulife itu ada biaya 54 juta untuk laki laki usia 42 tahun. Kalau beli di Singapore biaya asuransi 6.6 juta.

Berapa claim ratio? Ya tinggal hitung kelompok umur 40-44 itu ada sekitar 1300 laki laki yg meninggal. Ada sekitar 450 ribu penduduk laki laki di Jakarta. Jadi tiap tahun dari 450 ribu penduduk laki laki itu ada 260 yg mati di usia 42 tahun & ada sekitar 90 ribu orang diusia 42 tahun. Expectasi tanggungan adalah 10M *260/90 ribu = 28 juta. Ternyata saya meleset. Saya kira claim ratio cuma 10%. Ternyata ada lumayan. 28 juta/54 juta itu sekitar 53%.

Tapi saya belum tentu meleset juga.

1. Harga yg relative murah (tetapi tetap jauh lebih mahal dari harga di Singapore) didapatkan dengan membayar konsultan asuransi. Agen umumnya akan menawarkan asuransi yg sejelek mungkin supaya mereka mendapat komisi lebih besar.
2. Harga asuransi jiwa di Singapore lebih murah lagi & orang Indonesia dapat beli asuransi dari Singapore. Notice claim ratio tidak mungkin lebih dari 100%. Perusahaan asuransi kan musti cuan juga. Tapi kalo pakai methode yg sama, claim ratio di Singapore untuk masalah yg sama adalah 28 juta/6.6 juta =420%. Ini tidak mungkin. Kemungkinan yg wajar adalah resiko kematian untuk target pasar perusahaan asuransi kecil. Di Singapore kita dapat expectasi claim ratio 80%. Jadi semua harus di normalisasi dengan factor 420%/80%=5.25. Jadi di indo claim ratio cuma 10% itu juga yg paling murah. Tidak jauh dari estimasi awal saya.
3. Saya tidak tahu tepatnya claim ratio di indo. Satu yg pasti adalah itu sering tidak diiklankan oleh perusahaan asuransinya sendiri. Jangankan claim ratio. Biaya saja sering disembunyikan.
4. Notice kalau asuransi yg dianalisa diatas adalah asuransi jangka pendek. Asuransi jangka pendek umumnya lebih merugikan agen karena agen dapat komisinya lebih kecil. Umumnya agen akan menawarkan asuransi jangka panjang supaya mendapat komisi lebih besar.
5. Mortalitas juga memperhitungan merokok atau tidak. Saya tidak tahu persis harga diatas untuk yg merokok atau tidak. Tinggat kematian perokok jauh lebih tinggi.
Umumnya claim ratio dibawah 80% artinya asuransi tidak semestinya dibeli & untuk claim ratio sekitar 80% cuma untuk hal hal yg nilainya significant.

Mengapa Asuransi di indo Mahal?



Tepatnya saya tidak tahu pasti. Normalnya kalau sesuatu terlalu mahal, persaingan akan menciptakan harga wajar.

Masalahnya di indo ada indikasi regulatory kartel. Jadi perusahaan asuransi yg jual lebih murah tidak dapat ijin.

Konon pernah ada produk mirip asuransi yg berdasarkan arisan & nilainya konon jauh lebih murah. Tetapi ijinnya dicabut.

Faktor lain yg menciptakan asuransi luar biasa mahal adalah penipuan. Jadi produk asuransi sering dapat dibuat lebih mahal. Produk yg lebih mahal ini memberi margin yg lebih tinggi. Perusahaan asuransi pun dapat membayar agen yg lebih pinter menipu, menyesatkan, menekan, atau memaksa calon nasabah untuk membeli.

Umumnya penipuan dilakukan secara private & halus supaya bukti penipuannya tidak terlalu jelas. Processnya bervariasi dari nasabah ke nasabah.

Apa sengaja menyembunyikan biaya dapat disebut penipuan atau tidak, saya jujur tidak tahu. Seorang pengacara bilang kalau perusahaan asuransi sengaja menulis biaya dengan tidak jelas & agen agen mereka bilang semua investasi, di indo itu dianggap pinter pinternya jualan & bukan penipuan.

Jadi dengan cara yg pintar customer dapat beli asuransi sampah seharga 1000 kali lipat. Satu satunya cara reliable & sederhana untuk menghindari membeli barang sampah ini adalah tidak beli asuransi di indo.

Perusahaan Asuransi Amat Membantu & Memudahkan Agen Mereka Untuk Menipu/Menyesatkan Konsumen

Kok dapat ada asuransi yg harganya ribuan kali dari harga wajar & laku? Satu penjelasan adalah customer tidak tahu biaya.

Banyak orang berpikir kalau agen asuransi sering menipu. Di sini saya mau menekankan kalau perusahaan asuransinya sendiri amat menolong agen agen mereka menyesatkan konsumen. Lalu kemudian berpura pura kalau itu kejadian langka & customernya sial saja ketemu agen nakal. Padahal agen agen mereka yg lain ya menjual dengan cara yg menyesatkan/menipu juga.

Namanya produk sampah kalau tidak ada unsur penipuan atau cara menjual yg menyesatkan ya memang susah laku.

Banyak perusahaan asuransi mempunyai beberapa feature yg amat memudahkan agen mereka untuk menipu nasabah

1. Beberapa produk punya component dimana biaya dapat luar biasa akbar tetapi konsumen tidak dapat apa apa. Salah satu contohnya adalah unapplied premium. Itu meningkatkan biaya akuisisi tetapi tidak ada manfaat asuransi tambahannya ke customer. Jadi membeli asuransi, meskipun sedikit saja, apa lagi campur dengan investasi amat berbahaya. Karena biaya dapat akbar sekali tanpa customer tahu meskipun manfaat asuransinya kecil.
2. Tidak menulis biaya dengan jelas. Ini jelas dilakukan oleh perusahaan asuransinya, bukan oleh agen.
3. Mencampur asuransi dengan investasi. Jadi customer mau menyetor uang banyak karena berpikir uangnya akan di investasikan. Banyak uang yg customer pikir akan diinvestasikan itu nantinya hilang karena biaya.
4. Cara lain adalah dengan bekerja sama dengan bunk & marketplace untuk memaksa customer beli asuransi. Misal anda beli dari marketplace tau tau wajib beli asuransi. Anda beli KPR tau tau wajib asuransi.
5. Cara ini dapat dikombinasikan. Misal asuransi sebetulnya tidak wajib, tetapi agen bilang wajib. Biasanya ini dilakukan dengan kerja sama dengan orang bunk supaya customer percaya.
6. Satu technique minor yg dilakukan oleh agen adalah mensetup asuransi jangka panjang hingga usia tertanggung 99 tahun misalnya. Padahal umur tertanggung kemungkinan akbar tidak hingga 99 tahun & usia polis kemungkinan akbar tidak hingga 99 tahun. Ini dilakukan supaya si agen dapet komisi seolah olah si tertanggung sudah bayar premi hingga umur 99 tahun. Ini dapat disebut penipuan atau tidak ya ntah lah. Yang pasti customer rugi & agen untung.
7. In general, agen berusaha untuk menawarkan asuransi yg semahal mahalnya supaya komisi mereka lebih besar. Kalau perlu dengan manfaat sekecil kecilnya supaya margin perusahaan akbar & komisi mereka lebih tinggi. Umumnya yg bagus buat agent jelek untuk nasabah. Agen umumnya berusaha menawrkan produk yg terburuk dulu. Informasi penting seperti biaya, unapplied premium, dll umumnya disembunyikan & nasabah tidak tahu.
8. Kalau masih mau beli asuransi di indo, hindari penjelasan agen asuransi secara private, bahkan tertulis sekalipun. Percuma. Mereka dusta juga tidak viral. Terus secara hukum, banyak pernyataan salah & disengaja tidak dianggap penipuan. Banyak perusahaan asuransi umumnya ngotot kalau penjelasan harus private. Saya dapat tunjukkan contoh email. Ini indikasi kuat kalau mereka tahu produk sampah mereka tidak akan laku tanpa penipuan. Jadi harus private jualannya. Supaya begitu penipuannya terungkap tidak terlalu viral.
9. Semua cara ini disetujui OJK. Sengaja tidak menulis biaya dengan jelas itu direstui oleh OJK. Ini indikasi kuat orang OJKnya sudah disogok. Jadi mengandalkan OJK atau hukum untuk beli asuransi percuma. Semua sudah dikantong.
10. Ini cuma technique menyesatkan/menipu yg saya tahu. Masih banyak lagi cara lain. Perusahaan asuransi dapat menaikkan biaya sepihak sesudah customer bayar biaya akuisisi (komisi agen yg banyak). Perusahaan asuransi dapat tidak membayar claim dengan berbagai alasan. Penyakit apa saja yg ditanggung dapat tidak jelas. Ada satu kasus saya dengar orang meninggal kecelakaan mobil tidak dibayar asuransi karena tidak bawa SIM. Kayaknya lebih kondusif anda menabung & mewariskan uang ke anak saja dari pada beli asuransi.
Mempertimbangkan ini semua saya amat tidak menganjurkan beli asuransi di indo.

Asuransi di Indo amat susah dihindari

Asuransi di indo amat mahal. Sedikit sekali uang dipakai untuk membayar tanggungan. Artinya perusahaan asuransi punya margin akbar untuk membayar promosi & agen. Oleh karena itu banyak sekali orang menawarkan asuransi.

Ya tinggal tidak beli saja?

Tidak segampang itu.

Misal anda beli KPR. Tau tau agen dapat bilang asuransi wajib. Nah gimana? Beli asuransi atau tidak dapat KPR? Sering kali bilang asuransi wajib itu ternyata dusta juga. Asuransi tidak wajib pun agen bilang wajib supaya nasabah beli. Biasanya ini dilakukan di depan petugas bunk yg juga kebagian komisi.

Jadi tidak sesimpel itu bilang ke agen asuransi anda tidak mau beli lalu anda selamat. Biasanya kalau agen asuransi ditolak & anda menjelaskan baik baik mengapa, mereka sadar kalau satu teknik penipuan gagal mereka coba cara lain.

Contoh. Agen asuransi umumnya mencoba menipu cara halus dulu. Misal menawarkan asuransi lalu bilang ini 100 juta perdana hangus ya? Consumen yg terlalu polos mungkin tertipu. Mungkin dia pikir ya hilang 100 juta di awal tetapi kan bunganya akbar di depan. Kalau itu berhasil ya sudah laku. Padahal banyak mutual fund menawarkan investasi dengan return & Sharpe ratio yg sama dengan biaya cuma 1 jt.

Mungkin customer yg lebih pengalaman tau ada biaya 100 juta langsung artinya ya ini produk sampah. Lalu bilang tidak. Nah si agen tinggal bilang okay kita tawarkan yg lain.

Sesudah itu mereka menawarkan yg sama atau produk yg tidak jauh beda & tidak bilang bilang lagi ada biaya 100 jt.

Bilangnya ada penalty kalau tutup polis awal, ada investasi yg tidak dapat diambil lebih dulu, semua investasi, & lain lain. Itu semua bohong. Yang betul biaya. Tetapi beberapa pengacara berpendapat itu bukan penipuan. Itu salah satu hal mengapa saya tidak mau beli asuransi di indo. Hukumnya aneh. Belum lagi korup & tidak jelas.

Saya dengar beberapa pengacara juga jualan asuransi. Jadi ada kasus lalu pengacara bilang wah ini hakimnya mau lihat anda tanggung jawab atau tidak yg kita dapat tunjukkan dengan beli asuransi anak. Again, ini susah ditolak.

In general, kalau orang sudah menawarkan asuransi di indo saya langsung menganggap orang itu tidak dapat dipercaya. Kalau masih penasaran pastikan sebelum anda setuju, post polisnya di depan biasa & minta banyak komentar.

Satu cara yg dilakukan customer adalah beli asuransi sedikit saja. Masalahnya asuransi yg manfaatnya sedikit pun dapat ada biaya 1000 kali lipat yg customer tidak tahu. Itu satu technique lagi.

Dan yah beberapa marketplace seperti Tokopedia punya feature wajib asuransi. Sekarang ini tidak ada filter untuk menghindari produk yg ada feature wajib asuransi.

Membeli sedikit bahaya. Menolak agen asuransi bahaya. Solusinya bagaimana? Sampai sekarang saya tidak tahu.

Ya jangan sih. Tetapi kalau masih ngotot mau beli asuransi, ini ada cara jitu untuk melihat apakah agen asuransi beritikad baik memberi informasi yg jujur jelas & benar ke calon nasabah.

Menjelaskan semua technique menjual produk sampah tentu saja susah sekali. Kalau mau kondusif beli saja asuransi term. Itu tidak ada celah untuk penipuan & beli di Singapore. Hari ini 18:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.