akatsukigold
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 52840
- Sejak
- 16 Sep 2008
- Pesan
- 2.000
- Nilai reaksi
- 47
- Poin
- 48
Planet muda yang panas mungkin lebih mudah ditemukan karena mampu bertahan lebih lama dibandingkan yang diperkirakan para astronom, demikian hasil penelitian baru oleh beberapa ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology/MIT
Selama beberapa juta tahun setelah pembentukan awalnya, planet-planet seperti Bumi mungkin mempertahankan permukaan panas berupa batu yang meleleh yang akan berpijar cukup terang untuk membuatnya bertahan saat mengorbit bintang-bintang tetangganya.
Ilmuwan MIT Linda Elkins-Tanton mengatakan kancah "bahtera magma" untuk planet seukuran Bumi mungkin berlangsung beberapa juta tahun, jauh lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya
"Itu berarti kita mungkin sebenarnya melihat semua itu di tempat lain, saat sistem pendeteksian menjadi lebih baik," katanya.
Temuan tersebut disajikan pekan ini dalam pertemuan tahunan Division for Planetary Sciences, American Astronomical Society.
Penelitian itu memperlihatkan bahwa sekalipun setelah permukaan magma mengeras, dalam waktu sekitar 5 juta tahun permukaan itu dapat cukup panas untuk memancarkan sinar infra-merah yang cukup terang selama puluhan juta tahun, sehingga memberi jendela yang cukup lama untuk pendeteksian.
Masalah besar bagi para astronom yang berharap dapat mendeteksi planet di sekitar bintang lain ialah perbedaan yang sangat besar dalam kecemerlangan antara bintang dan planet, yang hanya bersinar dengan memantulkan cahaya dari bintang induknya.
Namun perbedaan kecemerlangan dalam gelombang panjang infra-merah bagi permukaan planet yang mencair dan bersinar jauh lebih sedikit, sehingga pendeteksian lebih mungkin dilakukan dengan mudah.
Selama beberapa juta tahun setelah pembentukan awalnya, planet-planet seperti Bumi mungkin mempertahankan permukaan panas berupa batu yang meleleh yang akan berpijar cukup terang untuk membuatnya bertahan saat mengorbit bintang-bintang tetangganya.
Ilmuwan MIT Linda Elkins-Tanton mengatakan kancah "bahtera magma" untuk planet seukuran Bumi mungkin berlangsung beberapa juta tahun, jauh lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya
"Itu berarti kita mungkin sebenarnya melihat semua itu di tempat lain, saat sistem pendeteksian menjadi lebih baik," katanya.
Temuan tersebut disajikan pekan ini dalam pertemuan tahunan Division for Planetary Sciences, American Astronomical Society.
Penelitian itu memperlihatkan bahwa sekalipun setelah permukaan magma mengeras, dalam waktu sekitar 5 juta tahun permukaan itu dapat cukup panas untuk memancarkan sinar infra-merah yang cukup terang selama puluhan juta tahun, sehingga memberi jendela yang cukup lama untuk pendeteksian.
Masalah besar bagi para astronom yang berharap dapat mendeteksi planet di sekitar bintang lain ialah perbedaan yang sangat besar dalam kecemerlangan antara bintang dan planet, yang hanya bersinar dengan memantulkan cahaya dari bintang induknya.
Namun perbedaan kecemerlangan dalam gelombang panjang infra-merah bagi permukaan planet yang mencair dan bersinar jauh lebih sedikit, sehingga pendeteksian lebih mungkin dilakukan dengan mudah.


