Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Masalah nya mirip dgn gue.. Aku buddha.. Tapi terus terang saya tdk begitu mendalami nya.. Sembahyang saja jarang.. Hehe.. Gue pernah pcran dgn cewek agama kristen, dan disisi lain qta sama2 kuat ngotot akan agama masing2.. Aku tetap ingin buddha,dan dia tetap ingin kristen. Dan qta selalu bertengkar jika mempermasalahkan agama.. Akhir nya setelah hampir 2th pcran kata ujungnya putus. Apa tdk ada jalan? Apakah harus nikah di indonesia status agama suami dan istri harus sama??
ga juga seh..
itulah, belajar teori keagamaan memang lebih mudah drpd prakteknya.
Untuk teorinya seh : singkirkanlah ego masing2..
Untuk prakteknya : sulit yah..hehe
sebenarnya seh kesalahannya lebih menitik-beratkan pada sikap saling membandingkan antar sesama..
merasa Agama sendiri lebih baik ujung2nya yah kesombongan dan keangkuhan
sikap sabar sih juga perlu banget..kesabaran akan benar2 diuji selama menjalani hidup ini.
cobalah untuk tetap tenang dan berusahalah untuk tidak marah. singthung : hilangkan kemarahan dengan Metta.
saya juga masih berusaha dalam prakteknya kok.. ^^
eum,. mungkin anda kurang sabar mengutarakan pendapat anda ke cewek anda..hehe..mungkin..
ga juga seh..
itulah, belajar teori keagamaan memang lebih mudah drpd prakteknya.
Untuk teorinya seh : singkirkanlah ego masing2..
Untuk prakteknya : sulit yah..hehe
sebenarnya seh kesalahannya lebih menitik-beratkan pada sikap saling membandingkan antar sesama..
merasa Agama sendiri lebih baik ujung2nya yah kesombongan dan keangkuhan
sikap sabar sih juga perlu banget..kesabaran akan benar2 diuji selama menjalani hidup ini.
cobalah untuk tetap tenang dan berusahalah untuk tidak marah. singthung : hilangkan kemarahan dengan Metta.
saya juga masih berusaha dalam prakteknya kok.. ^^
eum,. mungkin anda kurang sabar mengutarakan pendapat anda ke cewek anda..hehe..mungkin..
kunci utama kesabaran adalah "SADAR"
nah, untuk mencapai kesabaran, dapat ditempuh juga dengan jalan meditasi.
Orang yang tidak bermeditasi juga ada yang sabar kok, karena mereka sadar akan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain yang disebabkan oleh emosi sesaat.
kalo menurut gw sih cuma masalah "label" heheheh mang agama Buddha masih mikirin label? pembabtisan atau sejenisnya gt? hehehhe gw rasa nggak..
kalo gw mah.. kagak peduli KTP gw mau jadi kristen/islam bahkan gw babtis sekalipun gak ngaruh.. label boleh yg lain.. tp way of life gw tetep Buddhism