Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.366
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Asia kini tak ketinggalan dari yg lain.
Pemain Argentina Lautaro Martinez berebut bola pemain Australia Jackson Irvine pada laga babak 16 akbar Piala Dunia 2022 diAhmad bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar, (3/12/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach/aww.
Jakarta (ANTARA) - Australia boleh tersingkir dari Piala Dunia 2022, tetapi cara mereka terlempar dari turnamen ini mengundang decak kagum banyak kalangan.
Mereka ditekan tetapi berani balik menekan regu yg dalam parameter apa pun berada di atas Australia.
Australia yg memiliki 16 pemain berbasis di Eropa dalam skuadnya tetapi tak satu pun bermain untuk klub top benua itu, bangkit melawan regu yg dihuni nama-nama mentereng yg bermain di liga top di Eropa yg rata-rata klub-klub raksasa benua ini.
Sama sekali tak terlihat ada rendah diri & inferior dari pemain-pemain Australia sehingga harus menumpuk begitu banyak pemain di daerah pertahanan sendiri.
Butuh sebuah regu sekuat & sefantatis Argentina serta "alien" seperti Lionel Messi, untuk menyingkirkan Australia yg nyaris memaksa salah satu favorit pemenang dunia 2022 itu bermain imbang yg mungkin berakhir dengan skenario adu penalti.
Baca juga: Lionel Scaloni tegaskan timnas Argentina tidak akan remehkan Australia
Cerita tentang Australia adalah bagian dari kisah sukses wakil-wakil Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) di mana Australia yg benua tersendiri jadi salah satu anggotanya.
Untuk perdana kali dalam sejarah Piala Dunia, AFC sukses meloloskan tiga wakilnya ke babak knockout.
Tak pernah keadaan ini terjadi dalam turnamen-turnamen Piala Dunia sebelumnya, termasuk Piala Dunia 2002 yg juga diadakan di Asia, tepatnya Jepang & Korea Selatan.
Bahkan Jepang masuk babak 16 akbar sambil menyandang predikat pemenang Grup E yg di dalamnya terdapat mantan pemenang dunia Spanyol & pemenang dunia empat kali Jerman yg justru pulang lebih dulu persis seperti empat tahun silam di Rusia.
Dua kampiun sepak bola sejagat itu tak berkutik di tangan Jepang.
Baca juga: Klasemen akhir Grup E: Jepang sensasional, Jerman tersingkir lagi
Bersama Arab Saudi, & juga Korea Selatan ketika menjungkalkan Portugal, Samurai Biru adalah tim-tim Asia yg menciptakan kejutan terbesar dalam Piala Dunia 2022.
Australia juga tidak kebetulan lulus dari ujian grup. Mereka lolos ke babak 16 akbar setelah mengumpulkan enam poin, sama dengan jumlah poin yg dikoleksi pemenang Grup D, Prancis.
Australia yg sebelum dianggap regu paling lemah di Grup D, malah finis kedua di atas Tunisia & Denmark yg mantan pemenang Eropa serta semifinalis Euro 2020 setahun lalu.
Cara Korea Selatan meloloskan diri dari grupnya juga seindah Jepang & Australia, termasuk saat mengakhiri perlawanan pemenang Piala Eropa 2016, Portugal, dalam laga terakhir Grup H dengan skor 2-1.
Sukses tim-tim Asia adalah bagian dari kisah sukses nan mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia.
Untuk perdana kali sejak Piala Dunia digelar pada 1930, baru dalam edisi ini babak knockout sebuah Piala Dunia diikuti lengkap oleh wakil-wakil lima benua atau lima wakil konfederasi sepak bola regional utama.
AFC mengirimkan Australia, Jepang & Korea Selatan, sedangkan Afrika mengirimkan Senegal & Maroko.
Baca juga: Kalahkan Australia 2-1, Argentina tantang Belanda di perempatfinal
Selanjutnya: Jepang paling mungkin
Berita diatas dikutip dari internet, jika Asia kini tak ketinggalan dari yg lain adalah spam, mohon beritahu kami.
Pemain Argentina Lautaro Martinez berebut bola pemain Australia Jackson Irvine pada laga babak 16 akbar Piala Dunia 2022 diAhmad bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar, (3/12/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach/aww.
Jakarta (ANTARA) - Australia boleh tersingkir dari Piala Dunia 2022, tetapi cara mereka terlempar dari turnamen ini mengundang decak kagum banyak kalangan.
Mereka ditekan tetapi berani balik menekan regu yg dalam parameter apa pun berada di atas Australia.
Australia yg memiliki 16 pemain berbasis di Eropa dalam skuadnya tetapi tak satu pun bermain untuk klub top benua itu, bangkit melawan regu yg dihuni nama-nama mentereng yg bermain di liga top di Eropa yg rata-rata klub-klub raksasa benua ini.
Sama sekali tak terlihat ada rendah diri & inferior dari pemain-pemain Australia sehingga harus menumpuk begitu banyak pemain di daerah pertahanan sendiri.
Butuh sebuah regu sekuat & sefantatis Argentina serta "alien" seperti Lionel Messi, untuk menyingkirkan Australia yg nyaris memaksa salah satu favorit pemenang dunia 2022 itu bermain imbang yg mungkin berakhir dengan skenario adu penalti.
Baca juga: Lionel Scaloni tegaskan timnas Argentina tidak akan remehkan Australia
Cerita tentang Australia adalah bagian dari kisah sukses wakil-wakil Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) di mana Australia yg benua tersendiri jadi salah satu anggotanya.
Untuk perdana kali dalam sejarah Piala Dunia, AFC sukses meloloskan tiga wakilnya ke babak knockout.
Tak pernah keadaan ini terjadi dalam turnamen-turnamen Piala Dunia sebelumnya, termasuk Piala Dunia 2002 yg juga diadakan di Asia, tepatnya Jepang & Korea Selatan.
Bahkan Jepang masuk babak 16 akbar sambil menyandang predikat pemenang Grup E yg di dalamnya terdapat mantan pemenang dunia Spanyol & pemenang dunia empat kali Jerman yg justru pulang lebih dulu persis seperti empat tahun silam di Rusia.
Dua kampiun sepak bola sejagat itu tak berkutik di tangan Jepang.
Baca juga: Klasemen akhir Grup E: Jepang sensasional, Jerman tersingkir lagi
Bersama Arab Saudi, & juga Korea Selatan ketika menjungkalkan Portugal, Samurai Biru adalah tim-tim Asia yg menciptakan kejutan terbesar dalam Piala Dunia 2022.
Australia juga tidak kebetulan lulus dari ujian grup. Mereka lolos ke babak 16 akbar setelah mengumpulkan enam poin, sama dengan jumlah poin yg dikoleksi pemenang Grup D, Prancis.
Australia yg sebelum dianggap regu paling lemah di Grup D, malah finis kedua di atas Tunisia & Denmark yg mantan pemenang Eropa serta semifinalis Euro 2020 setahun lalu.
Cara Korea Selatan meloloskan diri dari grupnya juga seindah Jepang & Australia, termasuk saat mengakhiri perlawanan pemenang Piala Eropa 2016, Portugal, dalam laga terakhir Grup H dengan skor 2-1.
Sukses tim-tim Asia adalah bagian dari kisah sukses nan mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia.
Untuk perdana kali sejak Piala Dunia digelar pada 1930, baru dalam edisi ini babak knockout sebuah Piala Dunia diikuti lengkap oleh wakil-wakil lima benua atau lima wakil konfederasi sepak bola regional utama.
AFC mengirimkan Australia, Jepang & Korea Selatan, sedangkan Afrika mengirimkan Senegal & Maroko.
Baca juga: Kalahkan Australia 2-1, Argentina tantang Belanda di perempatfinal
Selanjutnya: Jepang paling mungkin
- 1
- 2
- 3
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Asia kini tak ketinggalan dari yg lain adalah spam, mohon beritahu kami.