• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Aset Perbankan di Solo Tumbuh 24,63%

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
[table="width: 400, class: grid, align: center"]
[tr]
[td]
Mc5sB.jpg
[/td]
[/tr]
[/table]

SOLO - Kantor Perwakilan bunk Indonesia Solo melaporkan bahwa total aset perbankan di kota Solo pada bulan Mei 2012 mencapai Rp40,87 triliun atau tumbuh sebesar 24,63 persen (year on year/ yoy).

“Pertumbuhan total aset perbankan tersebut terutama berasal dari meningkatnya danang Pihak Ketiga (DPK),” jelas Kepala Kantor Perwakilan bunk Indonesia (BI) Solo Doni P Joewono saat dihubungi Okezone via telepon, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (27/6/2012).

Doni mengatakan, pertumbuhan DPK atau simpanan masyarakat mencapai 26,45 persen (yoy) atau Rp32,02 triliun. Simpanan paling banyak adalah dalam bentuk tabungan yang mempunyai pangsa sebesar 50,74 persen dari DPK, atau mencapai Rp16,25 triliun. Disusul deposito dengan pangsa sebesar 34,33 persen atau sebesar Rp10,99 triliun dan giro dengan pangsa sebesar 14,93 persen atau sebesar Rp4,78 triliun.

“Dengan pertumbuhan DPK yang cukup bagus itu, perbankan lebih leluasa dalam menyalurkan kreditnya. Outstanding kredit perbankan pada bulan Mei 2012 mencapai Rp32,50 triliun atau tumbuh 22,27 persen,” jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Solo.

Dari jumlah kredit perbankan tersebut, sebesar 38,38 persen dari total kredit atau sebesar Rp12,47 triliun disalurkan kepada 391.747 debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kalangan UMKM yang sudah feasible namun belum bankable pun semakin mudah mengakses pembiayaan bunk melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diprogramkan pemerintah.

“Outstanding KUR pada Mei 2012 mencapai Rp927,52 miliar atau tumbuh 65,80 persen (yoy) yang diberikan kepada 96.412 debitur,” ungkapnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.