• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Asap Hitam Muncul, Paus Baru Belum Terpilih

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
tHyaz.jpg

ROMA - Asap hitam yang tebal muncul dari cerobong asap Kapel Sistina tepat setelah konklaf pertama berlangsung. Asap itu menandakan bahwa belum ada seorang kardinal yang terpilih sebagai Pemimpin Gereja Katolik selanjutnya.

Ribuan jemaat memenuhi Basilika Santo Petrus untuk menyaksikan kepulan asap yang muncul itu. Di era modern seperti saat ini, belum ada satupun paus yang terpilih lewat konklaf hari pertama.

Ratusan kardinal di Vatikan berspekulasi, penunjukan paus baru itu akan memakan waktu hingga empat atau lima hari. Usai bergabung dalam konklaf pertama, 115 "Pangeran Gereja" itupun kembali ke hotel untuk beristirahat. Mereka akan kembali lagi ke Kapel Sistina pada hari ini pukul 09.30 waktu setempat.

Pada saat proses pemilihan berlangsung, kardinal-kardinal itu mengasingkan dirinya dari dunia. Salah satu sarana komunikasi yang mereka gunakan hanyalah cerobong asap di kapel tersebut. Bila asap yang keluar berwarna hitam, hal itu berarti belum ada seseorang yang terpilih sebagai paus. Namun bila asap putih yang keluar, seorang paus baru sudah ditunjuk.

Usai asap itu muncul, warga di Vatikan langsung bersorak gembira. Meski demikian kegembiraan itu berubah menjadi kekecewaan, usai mereka menyadari bahwa yang muncul adalah asap hitam.

"Saya sedang berlibur dan saya tidak percaya bahwa saya ada di momen ini," ujar seorang pensiunan guru dari New York, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/3/2013).

Sejauh ini, pengamat-pengamat di Vatikan menilai bahwa belum ada kardinal yang dipandang sebagai kandidat kuat paus ke-266. Pada awalnya muncul nama Kardinal Angelo Scola dari Italia dan Kardinal Odilo Scherer dari Brasil. Bersamaan dengan itu, muncul pula kardinal-kardinal lain yang dipandang sebagai kandidat alternatif.
 
paus itu dipilih lewat apa sih? apa seperti pemilihan umum gitu?
 
ane kasih tambahan gan ....
Ini Lho Cara Paus Dipilih Dalam Konklaf

Para kardinal yang berkumpul di Roma untuk memilih Paus baru, dijadwalkan mulai memberikan suara, Selasa (12/3/2013) petang waktu setempat, dengan prosesi awal berlangsung sejak pagi harinya. Tak ada kandidat kuat dalam pemilihan ini.

Pemilihan Paus tidak dilakukan dengan memunculkan kandidat, yang kemudian baru dipilih melalui pemungutan suara. Tapi, setiap kardinal akan memberikan suara dengan mencantumkan kandidat pilihan masing-masing. Paus terpilih adalah bila dua pertiga kardinal yang berhak memberikan suara, memilih satu kandidat yang sama.

Karena tak adanya kandidat kuat dan sulitnya mendapatkan satu kandidat dengan dukungan dua pertiga kardinal pemilih, pemungutan suara dijadwalkan berlangsung empat kali dalam sehari. Yaitu dua kali pemungutan suara pada pagi hari dan dua kali pemungutan suara pada petang hari.

Prosesi pemungutan suara akan terus berlanjut sampai didapat angka minimal dua pertiga suara dari 115 kardinal pemilih yang mendukung satu kandidat, atau berarti kandidat terpilih butuh sekurangnya 77 suara pendukung. Bila pemungutan suara belum mendapatkan kandidat terpilih, dari dalam Kapel Sistina akan keluar asap berwarna hitam dari pembakaran kertas suara para kardinal.

Sebaliknya, bila pemungutan suara telah mendapatkan kandidat terpilih, asap putih akan menyiarkan kabar gembira tersebut. Tak ada cara komunikasi selain asap itu, yang diizinkan selama proses pemilihan Paus baru.

Data dan angka konklaf

Dalam sejarah pemungutan suara untuk memilih Paus selama seratus tahun terakhir, kandidat terpilih didapat paling cepat melalui pemungutan suara ketiga, pada 1939. Dua Paus terpilih dalam empat pemungutan suara, dan selebihnya paling sedikit butuh enam kali pemungutan suara.

Para kardinal-pemilih akan menghadiri Misa khusus, di Basilika Santo Petrus, Selasa (12/3/2013) pagi sebelum memasuki Kapel Sistina untuk memulai prosesi di sore hari. Paus baru akan menjadi pemimpin ke-266 Gereja Katolik, dengan 1,2 miliar umat se-dunia.

Ketika proses pemungutan suara dimulai, kerahasiaan menjadi kata kunci. Setelah pengucapan sumpah kerahasiaan, Monsignor Guido Marini, pemimpin upacara kepausan, akan mengatakan "Extra omnes" atau "Semua orang keluar" dan pintu-pintu kapel akan dikunci.

Untuk memastikan kerahasiaan, 90 staf akan melayani para kardinal selama masa karantina, dengan sumpah kerahasiaan yang sama. Setiap hari Kapel Sistina juga akan disisir untuk memastikan tidak ada alat penyadap.

Beberapa nama yang disebut punya kans terpilih menjadi Paus baru, antara lain Kardinal Angelo Scola dari Milan, Odilo Scherer dari Brasil dan Kardinal AS Timothy Dolan.

Dari 115 kardinal pemilih, 76 di antaranya ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI, dan 49 yang lain ditunjuk oleh pendahulunya yaitu Paus Yohanes Paulus II. Komposisi negara asal para kardinal pemilih, 60 di antaranya berasal dari kawasan Eropa, 21 dari Italia, 19 dari Amerika Latin, 14 dari Amerika Utara, 11 dari Afrika, 10 dari Asia, dan satu orang dari Oceania.
 
lama juga yah kalo sampe 4-5 hari baru di putuskan siapa paus selanjut nya..
soalnya untuk pemimpin katolik jadi gak boleh sembarang orang
harus yang bener-bener pantes di jadikan pemimpin
 
waah ternyata butuh waktu yang lama yah untuk memilih seorang Paus
 
Vatikan Pilih Kardinal Argentina sebagai Paus Baru
T3cj1.jpg

Kapel Sistina di Vatikan akhirnya mengeluarkan asap putih sebagai tanda sudah dipilih Paus yang baru. Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio ditunjuk menjadi Paus dan mengambil nama Paus Francis.

Proses konklaf di Tahta Suci Vatikan sudah berlangsung sejak Selasa 12 Maret lalu. Sejak saat itu, 115 kardinal sudah melakukan pemungutan suara sebanyak tiga kali namu tidak membuahkan asap putih.

Kini, pada pemungutan suara terakhir, akhirnya Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio terpilih sebagai Paus yang baru. Bergoglio akan menggunakan nama Paus Francis, yang diambil dari nama Francis Asisi, yang dianggap sebagai santo paling dicintai oleh warga Italia.

Santo Francis dikenal sebagai sosok yang mencintai binatang dan menjaga lingkungan. Acapkali, Santo Francis digambarkan dengan seekor burung di tangannya.

"Nama yang telah dipilih oleh Paus, menunjukkan dorongan yang ditempuhnya dalam menjabat (Paus)," ujar Wakil Pengurus Perpustakaan Ambrogio Piazzoni, seperti dikutip Guardian, Kamis (14/3/2013).

Terpilihnya pria berusia 76 tahun ini diharapkan dapat membuahkan ketenangan dalam Vatikan, setelah Paus Emeritus Benediktus ke XVI memutuskan mundur pada 28 Februari lalu. Paus Francis I ini diharapkan dalam menyelesaikan masalah yang tengah menimpa gereja Katolik saat ini.
 
Paus Fransiskus, Pria dengan Satu Paru
NW3JO.jpg

Untuk kali pertama di era modern, Vatikan telah memilih seorang paus baru yang berasal dari luar Benua Eropa. Pemimpin bagi 1 miliar lebih umat Katolik di dunia itu berasal dari Amerika Latin.

Hasil sidang konklaf pada Rabu kemarin akhirnya memutuskan untuk mengangkat Kardinal Jorge Bergoglio asal Argentina sebagai Paus baru
menggantikan Paus Emeritus Benediktus XVI yang mengundurkan diri pada 28 Februari lalu. Melalui hasil pemilihan ini, Vatikan seolah ingin
menjawab keinginan publik yang menginginkan pembaruan bagi pemimpin spiritual mereka.

Amerika Latin memiliki lebih dari 480 juta umat Katolik dari beragam latar belakang budaya. Dengan memilih Bergoglio, Vatikan mengirimkan pesan kuat mengenai di mana masa depan gereja akan diletakkan.

Master Ilmu Kimia

Jorge Bergoglio lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936. Dia salah satu dari lima bersaudara dari keluarga menengah keturunan Italia. Karena infeksi pernafasan di saat kecil, Bergoglio harus hidup dengan satu paru.

Menurut analisa Vatikan dari kantor berita CNN, John Allen, ayah Bergoglio merupakan seorang imigran asal Italia yang mempelajari teologi di Jerman. Bergoglio muda diketahui cerdas dan berdedikasi pada bidang pendidikan. Dia menamatkan program sarjana di Universitas Katolik Buenos Aires pada 1960 dengan penjurusan Filsafat. Kemudian Bergoglio melanjutkan pendidikan ke jenjang master di bidang kimia di Universitas Buenos Aires.

Takdir kemudian berkata lain, alih-alih bekerja sesuai dengan gelar yang telah dia raih, Bergoglio banting setir dan memutuskan untuk menjadi pelayan Tuhan. Dia akhirnya mengikuti program seminari di Villa Devoto.

Di tahun 1973, Bergoglio akhirnya berhasil menjadi salah satu pejabat di Argentina. Namun dia malah memilih untuk mendedikasikan dirinya menjadi pengajar di sebuah sekolah pada tahun 1980. Perjalanan kariernya berada semakin di puncak ketika di tahun 1998, Bergoglio kemudian diangkat menjadi Uskup Buenos Aires.

Sebagai pemimpin katolik bagi umat di Argentina, Bergoglio dikenal menciptakan paroki baru, merestrukturisasi kantor administrasi, menjaga dengan baik seminari dan memulai proyek baru kepastoran seperti komisi untuk perceraian. Selain itu, Bergoglio disebut menjadi penengah di hampir semua konflik sosial atau politik di kota Buenos Aires.

Menentang Keras Aborsi

Sama seperti pendahulunya, Bergoglio juga dikenal sebagai penentang keras isu aborsi dan pernikahan sesama jenis. Menurut laman Catholic Herald, Rabu 13 Maret 2013, di tahun 2006, Bergoglio mengkritik keras usulan kebijakan Pemerintah Argentina yang berniat untuk melegalkan aborsi.

Dia menuduh pemerintah tidak memiliki nilai dan rasa hormat yang dipegang teguh oleh hampir sebagian besar rakyat Argentina.

Kritik keras juga ditujukan Bergoglio kepada Pemerintahan Presiden Cristina Fernandez de Kirchner, karena di tahun 2010, Argentina menjadi negara Amerika Latin pertama yang mengizinkan pernikahan sesama jenis. Bergoglio kemudian mendorong umat Katolik untuk menentang pengesahan kebijakan tersebut. Menurutnya jika kebijakan itu diberlakukan dapat mencederai makna sebuah keluarga yang sesungguhnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk tindakan adopsi anak yang dilakukan oleh pasangan sejenis itu. "Adopsi dapat berakibat pada dicabutnya hak perkembangan seorang manusia bahwa Tuhan sebenarnya menginginkan mereka untuk dikarunia seorang ayah dan ibu," katanya seperti dikutip laman Catholic Herald.

Dalam pidato yang sering dibawakannya, Bergoglio berkali-kali meminta umat Katolik untuk saling mengasihi dan menghormati. Menurutnya semua manusia di dunia ini merupakan saudara, sehingga gereja perlu memastikan bahwa umatnya merasa dihargai.

Bepergian dengan Bus Umum

Bergoglio dikenal publik Argentina sebagai pribadi yang rendah hati dan peduli terhadap kaum miskin. Untuk menjangkau umatnya dan menghadiri suatu acara, tidak jarang, dia lebih memilih untuk naik transportasi umum seperti bus kota yang tersedia di Buenos Aires.

"Paus baru ini benar-benar pria yang rendah hati. Dia tinggal di Buenos Aires dan menggunakan transportasi umum setiap harinya. Hidupnya didedikasikan bagi kaum miskin dan menderita," kata Pastor Eduardo Mangiarotti memberikan testimonial kepada CNN.

Sehari-harinya Bergoglio, tinggal di apartemen sederhana di Buenos Aires dan bahkan memasak makanannya sendiri.

Bergelar Santo Fransiskus

Dalam pemilihan gelar namanya, Bergoglio pun memberikan kejutan. Dia memilih menggunakan gelar Fransiskus karena terinspirasi pengabdian Santo Fransiskus Asisi (atau Francis Asisi dalam ejaan Bahasa Inggris dan Fransisco Asisi dalam ejaan Spanyol) terhadap kaum miskin.

Menurut laman CNN, Rabu 13 Maret 2013, Fransiskus merupakan gelar pertama yang dipilih oleh seorang Paus. Wakil juru bicara Vatikan, Thomas Rosica, mengatakan Santo Fransiskus memiliki tempat yang khusus di hati Bergoglio.

"Santo Fransiskus memiliki tempat yang khusus bagi Kardinal Bergoglio dan mereka yang mengalami ketidakadilan serta kemiskinan," ujar Rosica.
 
Ini Sebab Asap Hitam dan Putih Saat Pemilihan Paus
W2tma.jpg

"Habemus Papam!" teriak Kardinal Prancis, Jean-Louis Tauran, pada pukul 08.12 malam waktu Vatikan, Rabu (13/3). Seruan yang berarti, "Kita memiliki Paus baru," membuka perkenalan dunia dengan pemimpin Katolik teranyar, Jorge Mario Bergoglio atau yang kini dikenal Paus Fransiskus I.

Pemilihan Paus asal Argentina keturunan Italia ini diumumkan lewat asap putih yang membumbung di atap Kapel Sistine, Vatikan. Asap putih menandakan adanya pemimpin Katolik baru, sebaliknya, asap hitam menandakan konklaf gagal menentukan pilihannya.

Menurut Chris Mocella, salah satu penulis Chemistry of Pyrotechnics, ada beberapa hal yang dilakukan untuk menimbulkan asap hitam dan putih. "Ada beberapa produk pembakaran yang berwarna putih atau abu-abu terang, tergantung dari sifatnya," kata Mocella, Rabu (13/3).

Mocella menyebut, untuk senyawa zinc dan elemen fosfor tertentu akan menyerap kelembaban ketika dibakar. Dengan demikian terciptalah asap putih. Namun, dikatakan Mocella, para kardinal di Vatikan menggunakan metode pembakaran yang lebih sederhana.

"Salah satu cara termudah untuk menciptakan asap putih adalah dengan membakar debu seng logam dengan elemen sulfur, menghasilkan gas zinc sulfida yang merupakan asap putih tebal," kata Mocella.

Sedangkan untuk cara terbaik menghasilkan asap hitam adalah dengan membakar bahan-bahan organik seperti kayu. Menurut Mocella, jika kita membatasi jumlah oksigen yang tersedia dalam komposisi pembakaran piroteknik, akan didapatkan banyak partikel yang tidak terbakar sempurna.

Viva il Papa!

Sorakan masyarakat yang memenuhi Vatikan menyambut Paus Fransiskus I. Dengan mata tertuju ke balkon burgundi, teriakan "Viva il Papa!" (panjang umur bagi Paus) membahana.

Terpilihnya Bergoglio juga merupakan sejarah baru karena ia merupakan paus non-Eropa pertama dalam 1.300 tahun. Lahir pada 17 Desember 1936, ayah dari Bergoglio merupakan imigran Italia dan pekerja rel kereta api.

Bergoglio sebagai anak sulung dari lima bersaudara, memiliki cita-cita awal sebagai ahli kimia. Namun, ia pindah haluan menjadi pastor pada tahun 1958.

"Berdoalah untuk saya, sampai berjumpa lagi. Selamat malam dan beristirahatlah dengan tenang," ucapan pembuka sekaligus penutup Bergoglio sebagai Paus Fransiskus I.
 
versi lainnya nih gan

Untuk kali ini, ada sains yang bekerja untuk menghindari keraguan yang muncul ketika Paus Benediktus terpilih di tahun 2005. Saat itu, asap yang keluar putih namun ada bayangan kelabu sehingga menimbulkan keraguan.

Untuk tahun ini, Vatikan memakai pendekatan kimia. Reuters melaporkan, asap hitam diproduksi dengan senyawa potasium perklorat, sulfur dan anthrasin, sebuah komponen tar arang yang berwarna hitam.

Sementara asap putih yang menandakan seorang Paus telah terpilih, dihasilkan dari kombinasi potasium perklorat, laktosa, dan damar pinus.

Untuk menghasilkan dua macam asap ini, Vatikan telah menyiapkan dua kompor yang terhubung dengan satu saluran ke cerobong di atap. Satu kompor yang digunakan sejak konklaf tahun 1939 akan digunakan untuk membakar kertas suara kardinal.

Kompor kedua yang elektronik memiliki tombol dan penunjuk suhu. Asap hitam dan putih diatur secara elektronik, diatur mengeluarkan asap tiap tujuh menit. Untuk melancarkan, arus listrik dan kipas angin digunakan untuk mengarahkan asap ke atas.

Di konklaf 2005, Vatikan menyatakan lonceng besar Basilika Santo Petrus digunakan bersamaan dengan asap putih untuk memastikan kerumunan paham bahwa paus baru telah terpilih.

Namun petugas di atap Basilika Santo Petrus menolak membunyikan lonceng selama 15 menit karena tidak mendapat perintah langsung dari atasannya. Sebuah buku mengenai Vatikan menyatakan dia menerima perintah dari seorang Garda Swiss dan dia takut itu sebuah hoax.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.