• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Asal-usul Nama Bogor

BocahSakti

IndoForum Beginner A
No. Urut
67667
Sejak
1 Apr 2009
Pesan
1.134
Nilai reaksi
201
Poin
63
300px-Monumen_Kujang_Bogor.jpg


Seperti diketahui, sampai saat ini ada empat pendapat tentang asal nama Bogor:
  1. Berasal dari salah ucap orang Sunda untuk Buitenzorg yaitu nama resmi Bogor pada masa penjajahan Belanda.
  2. Berasal dari baghar atau baqar yang berarti sapi, karena di dalam Kebun Raya ada sebuah patung sapi.
  3. Berasal dari kata bokor yaitu sejenis bakul logam tanpa alasan yang jelas.
  4. Asli bernama Bogor yang artinya tunggul kawung (enau atau aren).
Pendapat bahwa Bogor berasal dari buitenzorg adalah dugaan intelek yang mengira lidah orang Sunda sedemikian kakunya dengan mengambil perumpamaan melesetnya Batavia menjadi Betawi. Tetapi, bila kita perhatikan bagaimana orang Sunda mengucapkan sikenhes untuk ziekenhuis (rumah sakit) atau bes untuk buis (pipa) atau boreh untuk boreg (jaminan), maka berdasarkan gejala bahasa tersebut, seharusnya orang Sunda melafalkan buitenzorg menjadi betensoreh. Jadi, dugaan buitenzorg menjadi Bogor terlalu dikira-kira.

Pendapat kedua (baghar atau baqar) berdasarkan kenyataan adanya pengaruh bahasa Arab di daerah sekitar Pekojan. Orang Sunda akrab dengan bahasa Arab lewat agama Islam, akan tetapi belum pernah ada bunyi ba dari bahasa Arab menjadi bo. Selain itu, dugaannya mengandung kelemahan dari segi urutan waktu. Kata Bogor telah ada sebelum Kebun Raya dibuat, sedangkan arca sapi itu berasal dari kolam kuno Kota Baru yang dipindahkan ke dalam Kebun Raya oleh Dr Frideriech dalam pertengahan abad 19.

Pendapat ketiga (asal kata bokor) juga mengandung kelemahan karena bokor itu sendiri adalah kata Sunda asli yang keasliannya cukup terjamin. Meskipun demikian, perubahan bunyi K menjadi G tanpa menimbulkan perubahan arti dapat ditemui pada kata kumasep dan angkeuhan yang sering diucapkan menjadi gumasep (merasa cakep/centil) dan anggeuhan (tempat bersandar atau bernaung). Jadi, bisa saja Bogor memang berasal dari bokor. Tetapi, tak ada seorang pun yang biasa mengartikan Bogor sama dengan bokor.

Pendapat keempat kita temukan dalam pantun Bogor yang sudah disebutkan di awal tulisan. Dalam lakon itu dikemukakan bahwa kata bogor berarti tunggul kawung. Keadaan yang sama dapat ditemui pada nama tempat Tunggilis yang terletak di tepi jalan antara Cileungsi dan Jonggol. Kata tunggilis berarti tunggul atau pokok pinang yang secara kiasan diartikan menyendiri atau hidup sebatang kara.
Di Jawa Barat banyak tempat bernama Bogor, seperti yang bisa ditemukan di Sumedang dan Garut. Demikian pula di Jawa Tengah, sebagaimana dicatat Prof Veth dalam buku Java. Dengan demikian memang agak sulit menerima teori buitenzorg, baghar dan bokor.

Bogor selain berarti tunggul enau, juga berarti daging pohon kawung yang biasa dijadikan sagu (di daerah Bekasi). Dalam bahasa Jawa Bogor berati pohon enau dan kata kerja dibogor berarti disadap. Dalam bahasa Jawa Kuno, pabogoran berarti kebun enau. Dalam bahasa Sunda umum, menurut Coolsma, Bogor berarti "droogetapte kawoeng"(pohon enau yang telah habis disadap) atau bladerlooze en taklooze boom (pohon yang tak berdaun dan tak bercabang). Jadi, sama dengan pengertian kata pugur atau pogor.

Akan tetapi dalam bahasa Sunda muguran dengan mogoran berbeda arti. Yang pertama dikenakan kepada pohon yang mulai berjatuhan daunnya karena menua, yang kedua berarti bermalam di rumah wanita dalam makna yang kurang susila. Pendapat desas-desus bahwa Bogor itu berarti pamogoran bisa dianggap terlalu iseng.

Nama Bogor dapat ditemui pada sebuah dokumen tertanggal 7 April 1752. Dalam dokumen tersebut tercantum nama Ngabei Raksacandra sebagai hoofd van de negorij Bogor (kepala kampung Bogor). Dalam tahun tersebut ibukota Kabupaten Bogor masih berkedudukan di Tanah Baru. Dua tahun kemudian, Bupati Demang Wiranata mengajukan permohonan kepada Gubernur Jacob Mossel agar diizinkan mendirikan rumah tempat tinggal di Sukahati di dekat Buitenzorg. Kelak karena di depan rumah Bupati Bogor tersebut terdapat sebuah kolam besar (empang), maka nama Sukahati diganti menjadi Empang.

Pada tahun 1752 tersebut, di Kota Bogor belum ada orang asing, kecuali Belanda. Kebun Raya sendiri baru didirikan tahun 1817 sehingga teori "arca sapi" tidak dapat diterima sebagai asal-usul nama Bogor. Letak Kampung Bogor yang awal itu di dalam Kebun Raya. Ada di lokasi tanaman kaktus sekarang. Adapun pasar yang didirikan di kampung tersebut oleh penduduk disebut Pasar Bogor. Maka, tak pelak, papan nama Pasar Baru Bogor yang ada sekarang sebenarnya agak mengganggu rangkaian historis ini. -

cikalbogor.20m.com
 
Buset, asal usul bogor aja dipermasalahkan...
 
wah baru tau tuh..nice post deh /no1
 
yang no. 1 itu paling jauh dah...
hehehe. mungkin no. 4 yang benar :P
 
yaq kirain dari batagor...:))
 
waaa.. tempat tinggal gue...

tpi kalo di sejarah sunda g gue pelajari di skul, dari boqor...
 
masukin edu aja bro
mayan nih
 
nice post /no1

blom perna di aksih tau di sekolah
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.