Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perbincangan soal film porno ramai setelah ungkapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lewat video podcast pada kanal akun media sosial Youtube, Deddy Corbuzier. Dalam pernyataannya Ganjar mengungkapkan bahwa menonton film porno tak salah baginya & juga melanggar UU ITE.
Video porno atau orang kerap menyebut bokep kerap dianggap tabu dibahas oleh beberapa kalangan. sejarah perdana kali film porno di dunia. Berikut ulasannya.
1. Film perdana dibuat oleh pria asal Prancis
Orang perdana yg menciptakan film porno di dunia adalah Louis Eugne Pirou asal Prancis. Pria kelahiran 1841 itu merupakan pembuat film erotis yg jadi cikal bakal industri film porno hingga sekarang.
Pirou menciptakan film dengan menampilkan seseorang dengan kondisi telanjang perdana kali bersama karyawannya, Kirchner yg dibintangi oleh Louis Willy. Film yg dibuat tahun 1896 itu berjudul Le Coucher de la Mariee (Bedtime for the Bride).
Film berdurasi 7 menit itu ditampilkan tanpa ada suara, yg mengundang perhatian khalayak ramai. Film tersebut cuma menampilkan sosok Louis Willy yg menari telanjang.
2. Film Pirou cuma berdurasi 2 menit
Lantaran kondisi saat itu kondisi roll film sudah berumur ratusan tahun, film cuma dapat diputar dua menit, berhenti pada adegan saat Louis membuka baju, tidak hingga menari telanjang.
Film itu hingga saat ini masih dapat ditonton di Arsip Film Prancis.
Keberhasilan Pirou dengan filmnya, menginspirasi banyak genre film Prancis lain yg turut memasukkan unsur erotis ke dalam film. Sebab para pelaku film pada waktu itu menyadari akan mendapatkan keuntungan lebih akbar dengan memasukkan adegan erotis, seperti yg Pirou lakukan.
Sang pemeran, Louise Willy semakin terkenal sebagai seorang seniman di Prancis. Louise juga mencatatkan sebagai manusia perdana bertelanjang di depan kamera & jadi seniman film porno perdana di dunia.
3. Denmark jadi negara perdana yg menghapus sensor film
Produksi film dimulai dengan secara besar-besaran pada tahun 1930. Negara utama pembuat film porno adalah Prancis & Amerika Serikat. Beberapa film dengan adegan semi seksual diantaranya film "Laughing Sinners" (1931), "The Devil is Driving" (1932) & "Merrily We Go To Hell" (1932).
Seiring semakin lazimnya unsur pornografi dalam film, Denmark jadi negara perdana yg menghapuskan penyensoran film di negaranya tahun 1969. Hal itu memicu komersialisasi industri pornografi di Denmark.
Film porno sangat mudah didapatkan di toko-toko di setiap sudut kota Denmark.
4. Semakin banyak tipe film porno yg beredar di Amerika
Melihat pergerakan Denmark, menciptakan para para penggiat industri film porno di Amerika semakin berani. Muncul sebuah film berjudul Mona the Virgin Nymph dengan suguhan beberapa adegan seks yg hampir 50 persen dari keseluruhan jalannya alur film. Film yg dibuat pada 1970 itu sendiri berdurasi 59 menit.
Selanjutnya, berselang satu tahun atau pada 1971, terdapat film "The Boys in the Sand". Film itu merupakan film perdana dengan adegan porno homoseksual. Film tersebut juga jadi film porno perdana yg mencantumkan nama-nama pemain beserta kru di layar. Walaupun nama yg ditampilkan itu merupakan nama samaran.
5. Bintang film porno banyak mengpakai nama panggung
Berkembangnya industri film porno di Amerika, menjadikan pemeran atau bintang porno memunculkan tradisi baru. Ya, mereka banyak mengpakai nama panggung.
Salah satunya diawali oleh Linda Lovelace, yg terkenal karena film berjudul Deep Throat di tahun 1972. Film itu sukses akbar & meraup ratusan juta dolar di seluruh dunia.
Kesuksesan Linda diikuti aktris-aktris lainnya. Seperti Marilyn Chambers dalam film Behind the Green Door, Gloria Leonard (The Opening of Misty Beethoven), Georgina Spelvin (The Devil in Miss Jones) & Bambi Woods (Debbie Does Dallas).
Hari ini 20:51