Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jelangkung adalah sebuah permainan tradisional Nusantara yg bersifat ritual supernatural. Permainan ini bersifat supernatural, umumnya dilakukan sebagai ritual untuk memanggil entitas supernatural.
Media yg dipakai untuk menampung makhluk halus atau entitas supernatural yg dipanggil dalam permainan Jelangkung adalah sebuah gayung air yg umumnya terbuat dari tempurung kelapa yg didandani pakaian & bergagang batang kayu.
Sejarah Jelangkung
Asal penggunaan istilah Jelangkung diduga berhubungan dengan sebuah kepercayaan tradisional Tionghoa yg sudah punah.
Ritual ini adalah tentang adanya kekuatan dewa Poyang & Moyang (mirip istilah nenek moyang) yaitu Cay Lan Gong (, Dewa Keranjang) & Cay Lan Tse yg dipercaya sebagai dewa pelindung anak-anak. Permainan Cay Lan Gong juga bersifat ritual & dimainkan oleh anak-anak remaja saat festival rembulan.
Dalam ritual Cay Lan Gong, dewa Poyang & Moyang dipanggil supaya masuk ke sebuah boneka keranjang yg tangannya dapat digerakkan. Pada ujung tangan boneka tersebut diikatkan sebuah alat tulis, biasanya kapur.
Boneka tersebut juga dihiasi dengan pakaian manusia, dikalungi kunci & dihadapkan ke sebuah papan tulis, sembari menyalakan dupa. Saat boneka tersebut jadi terasa berat, menurut mereka jadi pertanda bahwa boneka itu sudah dirasuki dewa, & bergerak mengangguk sebagai pertanda setuju setelah ditanyakan siap tidaknya untuk ditanyai.
Jawaban-jawaban dari pertanyaan yg diajukan akan dituliskan oleh dewa yg merasuki boneka tersebut pada papan tulis yg disediakan.
Ritual Cay Lan Gong sendiri sudah punah di Tiongkok, namun diduga ritual & namanya kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, jadi Jelangkung & masih hidup karena hubungan negeri Tiongkok & Nusantara yg sudah berlangsung ribuan tahun.
Berbeda dengan Cay Lan Gong, media yg dipakai untuk menampung dewa yg dipanggil dalam Jelangkung adalah gayung penciduk air yg diiringi dengan nyala kemenyan & perapian.
Jaman dahulu gayung terbuat dari tempurung kelapa yg digagangi kayu, sehingga dalam perkembangannya, permainan Jelangkung di Nusantara lebih diketahui dengan ritual pemanggilan dewa lewat boneka berkepala tempurung kelapa yg didandani pakaian.
Tetap sebagai permainan anak, boneka ini akan dipegang oleh dua anak yg masih kecil & dipandu oleh seorang pawang yg memanggil dewa dengan sebuah mantra. Jawaban dari semua pertanyaan akan dituliskan pada sehelai kertas, batu tulis atau kapur.
Ritual ini dalam perkembangannya di Indonesia mulai dipakai untuk hal-hal selain permainan belaka, seperti untuk mencari informasi tentang diagnosa penyakit & pengobatannya oleh praktisi kesehatan non-konvensional.
Cara Memainkan
Biasanya permainan Jelangkung ini dilakukan oleh tiga orang, yaitu dua orang yg memegang boneka jelangkung, & pawang yg membaca mantra. Permainan ini kebanyakan dilakukan di tempat yg diyakini angker & biasanya di waktu senja.
Seperti permainan Cay Lan Gong pendahulunya, permainan ini biasanya dimainkan secara beramai-ramai pada saat terang bulan, & bila makhluk halus tersebut datang, makhluk tersebut akan memperkenalkan dirinya & bercerita dengan mengpakai bantuan alat tulis.
Pertanyaan-pertanyaan yg diajukan sangat beraneka ragam, seperti nama makhluk tersebut, tahun berapa meninggal & penyebab meninggal, bahkan sering juga tentang peruntungan masa yg akan datang & nomer keberuntungan dalam perjudian.
Dalam perkembangannya, permainan ini jadi cukup sederhana, dapat dilakukan cukup cuma dengan mengpakai jangka dengan gambar lingkaran lengkap dengan huruf abjad yg tergambar dalam kertas, & dengan diiringi suatu mantra sederhana.
Permainan ini juga memiliki berbagai macam versi bahasa, mantra versi bahasa Indonesianya adalah: Jelangkung jelangsat, disini ada pesta, pesta kecil-kecilan. Jelangkung jelangsat, datang tidak diundang, pergi tidak diantar.
Kata-kata tersebut diucapkan berkali-kali, & setelah makhluk halus diyakini sudah masuk ke dalam boneka, maka pemain dapat bertanya apapun yg mereka mau. Pertanyaan tersebut akan dijawab dengan alat tulis yg diikat di bawah boneka tersebut.
Karena sifatnya yg berupa ritual yg memanggil & berkomunikasi dengan makhluk halus, permainan Jelangkung yg awalnya sekedar permainan kemudian berkembang memunculkan mitos-mitos hantu atau kesurupan sebagai efek untuk orang yg memainkan permainan ini.
Mitos tersebut umumnya adalah bila permainan ini diakhiri tanpa melepas atau berpamitan dengan makhluk halus yg masuk ke dalam boneka, makhluk halus tersebut dapat jadi marah & dapat menciptakan masalah untuk para pemanggilnya.
Mitos Hantu
Karena sifatnya yg berupa ritual yg memanggil & berkomunikasi dengan makhluk halus, permainan jelangkung yg awalnya sekedar permainan kemudian berkembang memunculkan mitos-mitos hantu atau kesurupan sebagai efek untuk orang yg memainkan permainan ini.
Mitos tersebut umumnya adalah bila permainan ini diakhiri tanpa melepas atau berpamitan dengan makhluk halus yg masuk ke dalam boneka, makhluk halus tersebut dapat jadi marah & dapat menciptakan masalah untuk para pemanggilnya.
Hari ini 19:36