hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini belum ada pusat kajian ASEAN di Indonesia. Padahal, Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif berkiprah di kawasan ASEAN. Karena itu, Kementerian Luar Negeri akan mendorong universitas-universitas di Indonesia untuk membuka pusat kajian ASEAN.
”Kita adalah negara yang banyak bergerak di ASEAN, tetapi sampai saat ini belum ada pusat kajian ASEAN di sini,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Djauhari Oratmangun, Minggu (6/3/2011), di sela-sela persiapan acara Joint Preparatory Meeting and Related Meetings ASEAN di Yogyakarta.
Karena belum tersedia pusat kajian ASEAN, banyak negara bagian Amerika Serikat atau Eropa yang ingin mendapat informasi tentang ASEAN justru lari ke Australia atau Singapura.
”Sekarang baru satu universitas, yaitu Universitas Indonesia, khususnya Fakultas Ekonomi, Sastra, FISIP, dan Hukum, yang mengusulkan adanya pusat kajian ASEAN,” kata Djauhari.
Untuk mendorong berdirinya pusat kajian ASEAN, Kementerian Luar Negeri akan lebih mengaktifkan kerja sama antar-universitas se-ASEAN. Di Yogyakarta, salah satu universitas yang diusulkan untuk mendirikan pusat kajian ASEAN adalah Universitas Gadjah Mada.
Persiapan KTT
Dalam enam hari ke depan, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi tuan rumah kegiatan persiapan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN atau Joint Preparatory Meeting and Related Meetings ASEAN.
Rencananya, KTT Ke-18 ASEAN berlangsung pada 7-8 Mei 2011 di Jakarta. Acara ini dihadiri seluruh Senior Officials Meeting (SOM) Leaders, Senior Economic Officials Meeting (SEOM) Leaders, dan Senior Officials Committee for the ASCC (SOCA) Council Meeting Leaders dari 10 negara anggota ASEAN.
SOM Leaders, SEOM Leaders, dan SOCA Leaders rencananya membahas persiapan substantif dokumen akhir KTT Ke-18 ASEAN dan persiapan teknis logistik. Rangkaian pertemuan acara ini akan memberikan masukan kepada para menteri tiga pilar komunitas ASEAN.