yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta memperingatkan sengketa terorial antara Jepang dan China memiliki potensi untuk menjadi konflik yang lebih luas. Karenanya Panetta mendesak kedua belah pihak menghentikan berbagai tindakan provokasi.
Pernyataan itu disampaikan Panetta di Tokyo, Jepang dalam rangka memulai perjalanannya ke sejumlah negara di Asia. Usai mengunjungi Jepang, Panetta dijadwalkan akan berkunjung ke China dan Selandia Baru.
"Sebuah anggapan yang salah dari satu sisi atau hal lainnya dapat memicu kekerasan sehingga menimbulkan konflik," ujar Menhan Panetta, seperti dikutip BBC, Senin (17/9/2012).
"Saya prihatin ketika negara-negara ini melakukan provokasi, itu hanya akan meningkatkan kesalahpahaman dan sisi lain dapat memicu kekerasan atau bahkan konflik. Selanjutnya konflik ini memiliki potensi untuk berkembang," tutur Panetta.
Panetta menambahkan, selama kunjungannya ke Tokyo dan Beijing dia akan mendesak kedua negara agar dapat saling menahan diri. Ditegaskan pula oleh Panetta bahwa AS tidak akan memihak pada siapapun terkait konflik atas sekelompok pulau yang disebut China sebagai Diaoyu sementara itu Jepang mengenalnya sebagai Senkaku.
Komentar Panetta atas sengketa wilayah ini muncul ditengah memanasnya hubungan kedua negara menyusul unjuk rasa anti-Jepang di China. Serangkaian aksi unjuk rasa ini bahkan dinilai mengancam keselamatan warga Jepang hingga Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda memperingatkan Beijing untuk segera mengambil langkah-langkah guna melindungi warganya.
PM Noda juga meminta agar pihak berwenang di kedua negara untuk tidak terpancing dan tetap tenang dalam menghadapi unjuk rasa oleh warga.
Dalam unjuk rasa di Shenzen, polisi bahkan terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi sementara di Guangzhou kerumunan orang yang marah kabarnya turut membakar bendera Jepang sebagai sikap protes mereka.
Di Xi'an salah seorang saksi mata mengatakan, pengunjuk rasa yang marah mengambil paksa sebuah kamera milik seorang warga karena kamera tersebut buatan Jepang.
"Mobil buatan Jepang pun diberhentikan, mereka memaksa sang supir keluar sebelum akhirnya membakar mobil tersebut. Polisi dan pihak keamanan tampaknya tidak melakukan banyak hal untuk membuat kekerasan berhenti," ujar saksi mata tersebut.
Sengketa di sekelompok pulau yang disebut oleh China sebagai Diaoyu ini kembali memanas setelah Jepang mengumumkan pembelian tiga pulau di kawasan sengketa itu. Hal ini memicu China mengirimkan sejumlah kapalnya kekawasan tersebut.