Kami berharap, mereka menyampaikan pengumuman itu namun pada saat ini, kami rasa mereka enggan mengumumkannya, ujar salah seorang pejabat AS yang tak mau disebut identitasnya, seperti dikutip CNN, Rabu (10/4/2013). Tepat pada hari ini, Korea Selatan (Korsel) mulai meningkatkan kewaspadaannya ke tahapan yang jauh lebih tinggi.
Korsel dan AS cukup yakin, Kim Jong-Un akan memerintahkan uji coba misil yang sanggup menggempur target sejauh 3 ribu kilometer kapan saja dia mau. Jong-Un diprediksi tidak akan menaati standar pemberitahuan internasional mengenai waktu uji coba tersebut. Dan hal itu pulalah yang menimbulkan penutupan di wilayah perbatasan China dan Korut.
Pemerintah China mengatakan, ketegangan di Semenanjung Korea kian meningkat dan untuk sementara waktu, wisatawan dilarang mendekati wilayah itu.Beberapa pihak memprediksi, peluncuran roket itu tampaknya berlangsung pada 15 April mendatang. Hal itu disebabkan karena tanggal 15 April adalah hari kelahiran pendiri Korut Kim Il-Sung. Korut selama ini juga belum menyinggung masalah uji coba misil tersebut.
Komandan militer AS juga sudah berkomentar mengenai eskalasi ketegangan di Korut. Menurutnya, hubungan Korut dan Barat saat ini mencapai titik terendah yang pernah ada setelah Perang Korea 1953 pecah. Meski demikian, pejabat militer itu menegaskan kembali bahwa AS memiliki kemampuan yang cukup besar untuk menghancurkan misil Korut
artikel terkait : Korut Tutup Perbatasan dengan Tiongkok