• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita AS Kewalahan Kebakaran Hutan, Antisipasi RI?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
[table="width: 500, class: grid, align: center"]
[tr]
[td]
VgpNn.jpg
[/td]
[/tr]
[/table]


Kebakaran hutan menjadi momok menakutkan di musim kemarau. Negara semaju Amerika Serikat pun kewalahan saat api membakar hutan di Colorado. Sebanyak 11.000 orang terpaksa dievakuasi, setidaknya 350 rumah hangus. Saking dahsyatnya, asap kebakaran terburuk dalam sejarah AS itu terlihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Bencana yang sama juga memaksa lebih dari 2.000 orang mengungsi di Valencia, Spanyol. Pembukaan lahan dan kelalaian pekerja diduga jadi faktor penyebab kebakaran yang menghanguskan 20.000 sampai 45.000 hektar hutan itu.

Bagaimana Indonesia yang memiliki hutan dan lahan gambut luas mempersiapkan diri menghadapi potensi kebakaran?

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sejumlah provinsi di Indonesia yang rawan kebakaran lahan.Yakni, Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, dan Kaltim.

Darmawan, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kalimantan Barat -- salah satu wilayah paling rawan di Indonesia mengatakan, pihaknya sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Salah satu caranya, dengan melakukan pemetaan dan mengumpulkan informasi terkait bencana kebakaran hutan. Koordinasi juga mutlak diperlukan. Terutama soal ketersediaan air untuk memadamkan api. "Sekarang ini Sungai Kapuas dangkal, karena terjadinya kemarau karena air dari hulu Kalimantan Barat itu berkurang," kata dia kepada VIVAnews, Senin 2 Juli 2012 malam.

Tim provinsi juga siap turun ke lapangan jika terjadi kebakaran hutan besar. "Kebakaran lahan dan hutan rawan terjadi di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas," kata dia.

Salah satu penyebab kerawanan, dia menambahkan, karena di daerah itu banyak sekali perkebunan kelapa sawit. Faktor manusia menjadi faktor penyebab utama. "Mereka membuka lahan itu dengan cara membakar," kata dia. Untuk itulah, peran serta masyarakat dibutuhkan, agar bencana tak terjadi.

Darmawan menambahkan, kebakaran hutan terbesar di Kalbar terjadi pada 2006. "Mengganggu sekali penerbangan selama tiga hari lamanya. Pada tahun 2009 tepatnya pada bulan Februari dan Maret juga terjadi kebakaran hutan. Akibat kebakaran hutan itu juga sangat mengganggu penerbangan selama seminggu," kata dia.

Tak hanya menghanguskan hutan, kebakaran juga mengganggu kesehatan masyarakat. Menciptakan kabut asap yang mengganggu kesehatan. "Menyebabkan sesak nafas," kata dia. Negeri jiran bahkan menyebut Indonesia sebagai 'negara pengekspor asap'.
Sebelumnya, BNPB mengungkapkan, ada dua cara untuk mengatasi kebakaran hutan: darat dan udara. Cara pertama, melalui penyemprotan, pembuatan parit penghalang api, pengaturan muka air untuk membasahi gambut, sosialisasi dan pengendalian pembakaran. Sementara dari udara bisa dengan hujan buatan.

Pemerintah melalui BNPB juga akan membuat peta indeks rawan bencana. Dalam peta itu nantinya akan disertakan simbol warna merah, kuning dan hijau untuk menunjukkan tingkat kekeringan daerah di musim kemarau.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.