666
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 19114
- Sejak
- 19 Jul 2007
- Pesan
- 2.522
- Nilai reaksi
- 67
- Poin
- 48
AS: China Berdaulat atas Taiwan
BEIJING - Menhan Amerika Serikat (AS) Robert Gates meyakinkan Presiden China Hu Jintao bahwa Washington menentang Taiwan menuju kemerdekaannya.
Jaminan ini dikatakan Menhan Gates dalam kunjungan hari keduanya di Negeri Tirai Bambu tersebut. Dalam kunjungan dua harinya, Menhan Gates bertemu Presiden Hu di Balai Agung Rakyat di Beijing. Pertemuan ini digunakan Menhan Gates untuk mengklarifikasi peningkatan radikal angkatan bersenjata China dan membahas program nuklir Iran.
"Sekali lagi saya tegaskan, AS pasti menentang setiap usaha yang dilakukan siapa saja untuk mengubah keadaan status quo (kemerdekaan Taiwan)," tandas Menhan Gates kepada wartawan setelah pertemuan, Selasa (6/11/2007).
"Pada dasarnya, pesan yang disampaikan pemerintah AS kepada Taiwan sangat jelas, yaitu jangan melakukan tindakan macam-macam," kata dia. Menhan Gates berusaha meredakan ketakutan Beijing akan kemerdekaan Taiwan. Taiwan dan China pecah pada 1949 setelah perang saudara berkecamuk.
Sejak itu, Taiwan mengatur sendiri wilayahnya dengan pemerintahan independen. Beijing mengklaim Taiwan masih menjadi bagian teritorial China yang menunggu reunifikasi. Presiden Taiwan Chen Shuibian mengembuskan wacana referendum ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mengukuhkan nama "Taiwan".
Kontan, tindakan Taiwan tersebut membuat China meradang dan menyebut langkah tersebut sebagai aksi provokatif menyeru kemerdekaan. Secara garis besar, dalam pertemuan tersebut, Menhan Gates menyebut hubungan China dan AS selama ini berjalan dengan baik. "Dalam beberapa hal, terdapat kesamaan dan perbedaan pandangan antara China dan AS," kata Menhan Gates.
"Berbicara mengenai kedua negara, saya pikir, hasil pembahasan adalah kita memiliki kesempatan untuk mengembangkan kerja sama militer," lanjutnya. Pertemuan kemarin juga membahas isu seputar penjatuhan sanksi kepada Iran. Menhan AS itu secara tegas mendesak China agar membantu menghentikan program nuklir Iran.
Menhan Gates berargumen, stabilitas di Teluk Persia sangat penting bagi kepentingan keamanan energi Beijing. Dia menyatakan, Washington begitu peduli akan isu Iran. "Jika sebuah negara peduli akan keamanan energi jangka panjang, stabilitas Teluk Persia dan Timur Tengah adalah prioritas utama," kata Menhan Gates.
Namun hingga sekarang, sikap China kepada Teheran senada dengan Rusia. Kedua negara tetap anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang juga pemegang veto itu menolak penjatuhan sanksi apa pun kepada Iran. Sikap ini bertentangan dengan tendensi kebijakan Barat dan Washington.
okezone.com
BEIJING - Menhan Amerika Serikat (AS) Robert Gates meyakinkan Presiden China Hu Jintao bahwa Washington menentang Taiwan menuju kemerdekaannya.
Jaminan ini dikatakan Menhan Gates dalam kunjungan hari keduanya di Negeri Tirai Bambu tersebut. Dalam kunjungan dua harinya, Menhan Gates bertemu Presiden Hu di Balai Agung Rakyat di Beijing. Pertemuan ini digunakan Menhan Gates untuk mengklarifikasi peningkatan radikal angkatan bersenjata China dan membahas program nuklir Iran.
"Sekali lagi saya tegaskan, AS pasti menentang setiap usaha yang dilakukan siapa saja untuk mengubah keadaan status quo (kemerdekaan Taiwan)," tandas Menhan Gates kepada wartawan setelah pertemuan, Selasa (6/11/2007).
"Pada dasarnya, pesan yang disampaikan pemerintah AS kepada Taiwan sangat jelas, yaitu jangan melakukan tindakan macam-macam," kata dia. Menhan Gates berusaha meredakan ketakutan Beijing akan kemerdekaan Taiwan. Taiwan dan China pecah pada 1949 setelah perang saudara berkecamuk.
Sejak itu, Taiwan mengatur sendiri wilayahnya dengan pemerintahan independen. Beijing mengklaim Taiwan masih menjadi bagian teritorial China yang menunggu reunifikasi. Presiden Taiwan Chen Shuibian mengembuskan wacana referendum ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mengukuhkan nama "Taiwan".
Kontan, tindakan Taiwan tersebut membuat China meradang dan menyebut langkah tersebut sebagai aksi provokatif menyeru kemerdekaan. Secara garis besar, dalam pertemuan tersebut, Menhan Gates menyebut hubungan China dan AS selama ini berjalan dengan baik. "Dalam beberapa hal, terdapat kesamaan dan perbedaan pandangan antara China dan AS," kata Menhan Gates.
"Berbicara mengenai kedua negara, saya pikir, hasil pembahasan adalah kita memiliki kesempatan untuk mengembangkan kerja sama militer," lanjutnya. Pertemuan kemarin juga membahas isu seputar penjatuhan sanksi kepada Iran. Menhan AS itu secara tegas mendesak China agar membantu menghentikan program nuklir Iran.
Menhan Gates berargumen, stabilitas di Teluk Persia sangat penting bagi kepentingan keamanan energi Beijing. Dia menyatakan, Washington begitu peduli akan isu Iran. "Jika sebuah negara peduli akan keamanan energi jangka panjang, stabilitas Teluk Persia dan Timur Tengah adalah prioritas utama," kata Menhan Gates.
Namun hingga sekarang, sikap China kepada Teheran senada dengan Rusia. Kedua negara tetap anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang juga pemegang veto itu menolak penjatuhan sanksi apa pun kepada Iran. Sikap ini bertentangan dengan tendensi kebijakan Barat dan Washington.
okezone.com