• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

artikel 'bout PASKAH..

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. user.
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

user.

IndoForum Beginner A
No. Urut
13244
Sejak
26 Mar 2007
Pesan
1.165
Nilai reaksi
110
Poin
63
maren ada rikues ama gw utk kase artikel ttg PASKAH..
dan disini gw coba kase beberapa artikelnya....
cuma klo ga cocok..mohon di maafkan yaaa..>:D<



***JIKA KRISTUS TIDAK DIBANGKITKAN
Rasul Paulus, salah seorang pengikut Kristus yang sebelum bertobat menjadi penantang Tuhan bahkan membunuh orang-orang Kristen, menulis bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kita (1 Korintus 15:14,17), karena seluruh iman kristiani di dasarkan pada kebangkitan tersebut.

Josh McDowell, seorang apologet dari Campus Crusade for Christ, dalam bukunya yang telah menjadi klasik "Evidence That Demands a Verdict", mengutip HP Liddon yang berkata: "Faith in the resurrection is the very keystone of the arch of Christian faith, and, when it is removed, all must inevitably crumble into ruin." Iman kristiani yang didasarkan pada kenyataan dan kepercayaan bahwa Tuhan Yesus Kristus, yang disalibkan dan bangkit kembali pada hari yang ketiga kurang-lebih 2000 tahun yang lalu di Yerusalem, bukan saja merupakan dasar iman kristiani yang kokoh tetapi juga bila terus-menerus dihayati akan menjadi sumber sukacita dan harapan yang tidak dapat surut dalam hidup kita sebagai orang-orang percaya.

Tanpa Kebangkitan Kristus Tiada Jaminan Pengampunan Dosa
Kebangkitan Kristus dapat menjadi sumber sukacita karena menjamin pengampunan bagi umat manusia. Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia telah berusaha dengan berbagai cara untuk kembali kepada Allah. Umat manusia yang berdosa menganggap bahwa untuk memperoleh pengampunan Allah adalah dengan melakukan perbuatan baik, amal dan memberikan korban atau sesajian. Namun sayang semua itu tidak berhasil, semuanya itu tidak menjamin pengampunan dosa umat manusia.

Firman Allah menyatakan dengan tegas bahwa kita sekalian seperti orang najis dan segala kesalehan kita seperti kain kotor, kita seperti daun yang layu dan akan dilenyapkan oleh kejahatan kita seperti daun layu yang dilenyapkan oleh angin (Yesaya 64:6). Itulah sebabnya semua agama di dunia ini mendoakan kerabat dan keluarganya yang meninggal supaya dosa-dosa mereka diampuni dan semoga diterima di sisi Allah, membuktikan bahwa pengampunan dosa bagi mereka belum merupakan suatu kepastian, pengampunan dosa belum terjamin. Sekalipun selama hidupnya mereka dikenal saleh bahkan menjadi tokoh agama atau rohaniwan sekalipun.

Namun tidak demikian dengan iman kristiani. Alkitab mengajarkan bahwa pengampunan dosa dan kepastian memasuki sorga hanya dapat tercapai apabila kita mengikuti cara yang ditentukan oleh Allah, yang empunya sorga. Seperti halnya kita yang datang ke Amerika, kita baru dapat masuk ke Amerika secara sah apabila kita mendapatkan visa yang dikeluarkan pemerintah Amerika, yang punya negara ini. Hanya dengan visa tersebut barulah kita dapat masuk ke negara ini.

Anda boleh menganggap, berpikir, merencanakan, dan melakukan apa saja, tetapi tanpa visa Anda tidak boleh masuk, titik! Siapa pun Anda, pejabat atau jelata, konglomerat atau kaum melarat, profesor atau buta huruf, persyaratannya sama, harus punya visa! Kita tidak boleh masuk menurut kehendak dan cara sendiri, tanpa visa kita adalah ilegal dan dapat dideportasi. Kalau dideportasi dari Amerika, masih lumayan kita bisa kembali ke negara kita; Indonesia tercinta. Namun kalau dideportasi dari sorga, mau ke mana kita, tiada tempat lain hanya neraka jahanam, yang sebenarnya disediakan bagi iblis dan para begundalnya!

Kita patut bersyukur, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal supaya barang siapa yang percaya pada-Nya tidak binasa melainkan peroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Anak-Nya itu telah mati di kayu salib dan dikuburkan, namun pada hari yang ketiga telah bangkit dari antara orang mati, seperti yang dinubuatkan-Nya sendiri (Markus 9:30-32). Kebangkitan tersebut bukan saja menyatakan kebenaran Yesus dengan tergenapi nubuatan tersebut, tetapi juga menyatakan bahwa pengorbanan-Nya diterima Allah. Dalam surat Roma 4:25 dikatakan bahwa Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita! Itulah permakluman Allah terhadap karya penebusan Kristus!

Kematian Kristus menyatakan kasih serta pengorbannan-Nya bagi umat manusia dan kebangkitan-Nya menyatakan pembenaran Allah terhadap pengorbanan Kristus, pengorbanan-Nya untuk penebusan umat manusia telah diterima Allah! Kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa Allah mengesahkan pengorbanan Kristus dan dengan demikian mengesahkan pula pengampunan dan penebusan-Nya bagi umat manusia! Itulah berita sukacita teragung dan yang didambakan seluruh umat manusia. Pengampunan dan penebusan bagi umat manusia dijamin oleh kebangkitan Kristus. Yesus Kristus adalah visa ke sorga, Dialah satu-satunya jalan menuju sorga (Yohanes 14:6)!

Tanpa Kebangkitan Kristus Tiada Harapan Hidup Kekal
Kebangkitan Kristus dapat menjadi sumber harapan kekal karena menyatakan bahwa Kristus adalah Allah yang tidak terkalahkan oleh maut, sehingga kematian bagi orang percaya tidak lagi menakutkan. Dalam pergaulan sehari-hari, di mana dan kapan saja, kita sering mendengar keluhan-keluhan tanpa harapan dalam hidup seseorang entah ia itu anggota keluarga, teman sekerja maupun sesama umat beragama. Mengapa banyak orang tidak punya harapan dalam hidupnya? Memang ada banyak alasan yang dapat kita berikan, namun dalam pengamatan penulis semua itu terjadi karena kita tidak mempunyai konsep yang benar terhadap kematian sehingga kita tidak memiliki perspektif yang tepat dalam hidup ini. Salah satu cara untuk mendapatkan konsep yang benar terhadap kematian dan perspektif yang tepat terhadap hidup ini adalah melalui penghayatan Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang kita peringati pada Paskah tanggal 15 April ini.

Sebagai Gembala Sidang, penulis sering memimpin dan menghadiri Kebaktian-kebaktian Pemakaman, Pengenangan (Memorial Service) atau Penghiburan yang diadakan bagi saudara-saudara seiman yang ditinggalkan oleh ayahanda, ibunda, atau anggota keluarga dekat baik di Los Angeles maupun di Indonesia. Khusus bagi mereka yang ditinggalkan oleh anggota keluarga yang di Indonesia tentu membawa kesedihan tersendiri. Sebagai perantau-perantau di negara asing ini, adalah merupakan kesedihan tersendiri apabila kita tidak sempat mendampingi orangtua kita tatkala beliau akan mengembuskan nafas terahkir ataupun menghadiri pemakaman orang yang melahirkan, mengasuh, membesarkan serta yang kita kasihi dan hormati. Sebagai manusia biasa, kita patut bersedih namun sebagai orang-orang percaya bagaimanakah kita menanggapi dan menyikapi kematian tersebut?

Melalui kebangkitan Tuhan, maut dan kematian telah dikalahkan. Kebangkitan Tuhan menyatakan bahwa maut tidak sanggup dan tidak berkuasa menawan atau mengalahkan Kristus, karena Dia adalah Allah, Sumber Hidup itu sendiri, bahkan sebaliknya Kristus telah mengalahkan maut! Sehingga dengan gagah kita dapat berkata seperti Paulus, "Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut di manakah sengatmu?" (1 Korintus 15:54,55). Karena kebangkitan Kristus, maut dan kematian tidak lagi menakutkan bagi orang-orang percaya bahkan maut telah menjadi batu loncatan bagi kita menuju kebahagiaan yang tidak berkesudahan di sorga. Maut bukanlah akhir dari segala-galanya melainkan awal dari kekekalan.

Kematian bagi orang percaya bukanlah perpisahan yang abadi melainkan perpisahan sementara yang menuju ke pertemuan kekal, penuh sukacita sorgawi. Dan kelak pada kedatangan-Nya yang kedua kali, semua orang percaya baik yang sudah mati atau yang masih hidup dalam sekejap mata akan memperoleh tubuh yang mulia, tubuh yang akan hidup selama-lamanya, tubuh yang tidak dapat binasa, tubuh yang layak sebagai penghuni sorga karena kebangkitan Kristus adalah buah sulung dan jaminan bagi kebangkitan semua orang percaya!

Maut bukan lagi sesuatu yang perlu kita takuti atau sesuatu yang menakutkan, itulah konsep yang benar terhadap kematian. Oleh karena itu perpisahan dengan orang-orang yang kita kasihi tidak harus melarutkan kita dalam kesedihan terus-menerus melainkan menghibur kita bahwa mereka telah bersama Tuhan Yesus, di rumah Bapa di mana masih banyak tempat yang tersedia bagi kita. Di sana mereka telah bebas dari semua penderitaan duniawi! Andaikata Kristus tidak dibangkitkan mereka semua akan binasa selama-lamanya, kita menjadi orang-orang yang tidak berpengharapan. Rasul Paulus mengajarkan bahwa tanpa kebangkitan Kristus, kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia (1 Korintus 15:19b), namun kita bersyukur bahwa kubur yang kosong bukan suatu khayalan melainkan kenyataan.

Kebangkitan Kristus adalah fakta sejarah, sehingga iman kristiani tidak didasarkan pada dongeng. Tubuh kebangkitan Kristus mungkin sesuatu yang misterius namun tubuh-Nya yang lenyap dari kubur adalah bukti sejarah yang tidak dapat disangkal. Kebangkitan Kristus bukan hanya penting sebagai bukti sejarah serta makna teologis; tetapi sangat penting dalam membentuk perspektif yang tepat dalam kehidupan umat manusia yaitu hidup dengan penuh harapan yang tidak pernah mengecewakan di tengah dunia yang mengecewakan ini, sehingga hidup ini dapat menjadi berkat bagi orang banyak dan lebih bermakna.

Tuhan yang Bangkit Menantikan Undangan Anda
Allah tidak pernah menghendaki umat manusia mati. Di dalam Taman Firdaus tidak ada kematian, tidak ada kesakitan, tidak ada airmata dan tidak ada penderitaan. Tetapi karena dosa, maut telah datang dan menguasai seluruh umat mansuia hingga hari ini. Alkitab mengajarkan bahwa upah dosa adalah maut (Roma 6:23), seluruh umat manusia; termasuk Anda dan saya tanpa terkecuali adalah orang-orang berdosa, itulah sebabnya kita menjadi tua dan merosot kesehatan kita untuk menuju kepada kematian. Semua itu adalah akibat dosa!

Namun Alkitab juga mengajarkan bahwa musuh tersebut, yaitu dosa dan maut, telah dikalahkan oleh kematian Kristus di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kubur. Di atas kayu salib Yesus mati menggantikan kita, di situ Dia menanggung dosa dan hukuman yang harus kita terima. Namun kisah tersebut tidak berhenti sampai di sana saja, pada hari yang ketiga setelah kematian-Nya Dia bangkit, kubur-Nya telah kosong! Dia hidup dan akan datang kembali untuk menjemput umat-Nya.

Keyakinan dan kepastian pengampunan dosa serta hidup kekal di dalam Kristus yang bangkit itu terungkap dengan jelas dalam iman Rasul Paulus, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus -- itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu (Filipi 1:21-24).

Orang percaya yang mati di dalam Tuhan, rohnya tidak akan menjelajah atau singgah ke mana-mana, tempat yang akan dituju sudah pasti yaitu rumah Bapa di sorga, karena Tuhan berkata, "... apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada" (Yohanes 14:3). Dan di mana sekarang Tuhan Yesus yang telah dibangkitkan itu berada? Ibrani 8:1 menyatakan, "Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga."

Hanya di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus ada pengampunan dosa dan kepastian keselamatan kekal. Apakah Anda telah memiliki keyakian tersebut? Apakah Anda merindukan keyakinan yang sama dengan keyakinan yang dimiliki Rasul Paulus? Sudahkah Anda percaya pada-Nya? Maukah Anda percaya pada-Nya? Ucapkanlah dengan iman dan penuh percaya doa yang singkat dan sederhana ini, "Tuhan Yesus, saya bersyukur mengetahui dengan pasti bahwa hanya di dalam Dikau yang telah mati disalibkan dan dibangkitkan ada pengampunan dan keselamatan kekal. Saya adalah orang berdosa, saya mengakui dan menyesali dosa-dosa saya saat ini. Ampunilah saya dan masuklah dalam hati serta hidup saya sebagai Juruselamat dan Tuhan. Dalam nama-Mu yang berkuasa saya berdoa. Amin."

Jika Anda sudah dengan tulus dan sungguh-sungguh mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam hati Anda maka percayalah bahwa sekarang juga Dia sudah berada dalam hati Anda, Sebab Dia berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku" (Wahyu 3:20).

Semoga dalam merayakan Paskah kali ini bukan saja Anda lebih mengenal Tuhan yang bangkit itu, tetapi juga telah mengundang-Nya dalam hati dan hidup Anda, serta memperoleh Jaminan serta Harapan kekal di dalam Dia. Semoga Anda hidup dengan penuh sukacita dan harapan kekal. Selamat Hari Paskah. Amin.



****GEMA PASKAH DAN SUARA HATI NURANI
Paskah tahun ini [1999 -red] diwarnai kegelapan yang menyelimuti masyarakat. Masyarakat kehilangan daya pikir karena nurani tersumbat praktik politik yang tidak menggunakan hati nurani. Ketika semua wacana hidup bermasyarakat dipolitisasi, ruang kebebasan semakin hari semakin dipinggirkan dari pentas sejarah.

Sejarah peradaban saat ini menghadapi krisis besar, karena harga manusia tidak lagi diperhitungkan dalam segala hal. Seolah-olah hidup mati manusia ditentukan oleh siapa yang punya kekuasaan, uang dan pangkat. Ketika kekuasaan tidak mau lagi peduli terhadap tuntutan hati nurani rakyat, yang terjadi adalah pemaksaan, penyiksaan, pembantaian, penahanan, dan penculikan.

Sungguh, budi masyarakat saat ini kehilangan hati nurani. Ketika fajar kemanusiaan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, hati masyarakat tersiksa. Inilah tragedi kegelapan yang menyelimuti wajah masa depan bangsa ini. Ketika sesama manusia saling menghilangkan, menerkam, merebut dan ketika hidup hanya bersandar pada "materi" belaka, manusia terjebak pada nafsu kekayaan, kekuasaan, dan ketamakan. Inilah yang membuat dunia saat ini tidak lagi berseri.

Dunia kita menjadi muram, karena ukuran kebajikan bukan lagi diukur dengan kejujuran hati nurani melainkan diukur dengan "aji-aji" kekuasaan. Jangan heran kalau saat ini harga kejujuran begitu mahal. Kejujuran identik dengan kebuntungan alias dimasukkan dalam kotak. Jangan heran jika harga suatu kebenaran begitu besar taruhannya. Kondisi seperti ini akhirnya menciptakan riak-riak yang membuat manusia kehilangan orientasi hidup. Hidup tidak lagi bersandar kepada Allah tetapi hidup bersandar pada kekuatan, mamon, kekuasaan, kepopuleran, kemolekan atau kebugaran.

Semua itu membuat manusia terbelenggu bayang-bayang semu yang diciptakan manusia sendiri. Memang benar dengan kekuasaan, pangkat, kepopuleran, harta, semua bisa diatur tetapi semua itu hanya kebohongan. Manusia yang bersandar pada kenikmatan, harta, kekuasaan, keperkasaan hidupnya tidak akan damai.

Saat ini, masyarakat banyak terjangkit penyakit lupa diri atau pura-pura lupa. Akibatnya mereka menyalahgunakan wewenang. Di mana-mana, korupsi, manipulasi, kolusi merajalela. Mentalitas ABS (asal bapak senang) merasuki pola-pola relasi kita dalam hubungan bermasyarakat. Gejala ini sebenarnya menunjukkan ketakutan terhadap kekuasaan. Mereka begitu takut kalau-kalau tidak bisa menyenangkan atasan, sehingga terjadi budaya upeti.

Ketakutan inilah yang membuat manusia tidak merdeka. Tiap hari mereka dibebani pikiran "kapan gue jadi orang penting." Semua ingin jadi orang penting, akibatnya tatanan masyarakat porak-poranda. Moralitas tidak mendapat tempat lagi di hati kita. Orang serba takut dan tidak tenteram; ketakutan itu membuat kita jadi bulan-bulanan tanpa dasar kita masuk perangkap paranoid.

Kita kurang percaya bahwa Kristus yang bangkit telah mengalahkan maut. Seharusnya seorang yang percaya pada iman kebangkitan membuat fajar kemanusiaan menjadi ukuran dalam bertindak. Tetapi secara riil kita bersandar pada kekuasaan, harta, kepopuleran, kebugaran dan keseksian.

Gejala Ketakutan
Penyakit sosial ini dipacu iklan yang menjerat manusia dalam naluri rendah, budaya ringan--ya mobil, ya kredit--akibatnya banyak kredit macet. Uang disalahfungsikan bukan untuk hal yang produktif tetapi digunakan secara konsumtif; yang penting penampilan, kecantikan seperti Madonna, bibir harus seksi, body harus seperti gitar. Akibatnya menjamur body house.

Ini semua gejala ketakutan dalam hidup ini, kalau tidak seksi nanti kurang aduhai sehingga kosmetik laku keras. Kalau body tidak semlohai takut tidak dapat cantelan. Semua serba takut, akibatnya kita hanya memperhatikan penampilan dan kurang memperhatikan hal batiniah.

Inilah yang mengakibatkan proses pembusukan itu merasuki semua bidang. Kondisi ini menyebabkan keterasingan. Satu dengan yang lain, karena keunikan yang ditonjolkan, sedangkan keanekaragaman tidak lagi mendapat tempat. Wacana bahasa tidak universal, tetapi bahasa membuat kotak-kotak. Inilah yang membuat wajah ini menjadi tercoreng-coreng.

Semangat Paskah mengajak kita untuk tidak takut membela kebenaran dan kejujuran suara hati nurani. Ini lho Paskah yang membuat orang merdeka. Orang merdeka memiliki kedaulatan sendiri untuk menentukan nasibnya. Orang merdeka berani bersikap tidak jadi bunglon, kutu loncat, kera, tetapi orang berani seperti ikan, berani melawan arus zaman. Orang semacam ini memiliki pengharapan akan arti hidup ini. Orang semacam ini akan tenang-tenang saja menghadapi perubahan dan tidak gampang bingung apa lagi menjual harga diri.

Hidup menjadi hampa, sebab selama ini mereka berharap Dia menjadi penyelamat itu sekarang tidak berdaya. Seperti murid-murid, kita sering kehilangan harapan karena mata hati kita buta. Seperti Maria Magdalena yang merasa kehilangan arti hidup ini, ketika dia menyaksikan jenazah gurunya hilang. Ia khawatir bila jenazah gurunya dicuri. Jenazah kok bisa hilang? Maria Magdalena dan murid-murid menjadi linglung alias bingung, sehingga mereka tidak ingat akan sabda Allah, "Dia harus menderita sengsara, mati dan bangkit."

Dalam kondisi ketakutan seperti itu malaekat berkata, "jangan takut sebab Dia sudah bangkit." Kristus yang bangkit memberikan pengharapan bahwa kehidupan memiliki makna yang terdalam. Hidup bukan hanya sekadar mencari harta, kekuasaan, pangkat dan harga diri. Selama hidup di dunia ini, kita dipanggil mewartakan kabar baik kepada orang miskin, orang tertindas, tawanan, orang buta dan orang timpang.

Itulah makna terdalam kebangkitan, yaitu kematian terhadap dosa. Kita yang sudah ditebus hendaknya mewartakan kabar suka cita itu dalam hidup bermasyarakat. Saat ini hidup harus bersandar pada moralitas. Bila berani menegakkan hukum cinta kasih, moralitas harus menjadi ukuran dalam pergaulan. Orang yang berani mencintai itu adalah orang yang berani membagi kebahagiaan kepada orang lain. Hanya orang yang berani meninggalkan kegelaran, kepangkatan, kesombongan yang dapat melakukannya. Itulah manusia baru dalam Kristus.

Bersuka Cita
Kini kita menyongsong fajar baru kehidupan. Tunas baru tumbuh memberikan arti kehidupan; jalan yang bengkok diluruskan kembali; hukum kekerasan digantikan dengan bahasa cinta; ketakutan digantikan kedermawanan; kecongkakan digantikan oleh bahasa kasih. Inilah Paskah sejati ketika tidak terdengar lagi tangisan anak-anak yang tertindas oleh sistem ketidakadilan; tidak ada lagi orang yang dipinggirkan atas nama pembangunan. Hukum kekerasan tidak dipakai lagi untuk menghajar orang yang selama ini menyuarakan suara hati nurani.

Semua orang memiliki harapan mengenai kehidupan ini. Hidup yang ceria bukan sekadar seperti permen "nano-nano" tetapi hidup ini memberikan arti baru bagi orang yang beriman. Yaitu, bila kita berjuang melawan praktik ketidakadilan, penghisapan, penindasan dan menegakkan nilai kedaulatan. Itu semua membutuhkan keberanian kita masing-masing untuk menyandarkan hidup pada Guru Ilahi kita Yesus Kristus.

Marilah kita bersuka cita menyanyikan kidung kemenangan karena Allah mengalahkan segala kelaliman, kebusukan, tirani dan penindasan. Kini serahkanlah kehidupan ini kepada Dia karena Dia tahu apa yang harus kita lakukan sebagai hamba-Nya. Kita patut bergembira akan karya penebusan Kristus yang mengalahkan maut dengan suatu kebajikan.

Dia mengajak kita kembali pada "jalan menuju keselamatan." Karena itu, kita tidak perlu khawatir, cemas dan bingung, sebab Dia menyertai kita. Kita harus berani memperbarui hidup kita. Biarlah apa yang sekarang ada berlalu. Yang lemah akan menjadi kuat, yang kuat akan menjadi lemah; yang sekarang berjalan akan berhenti dan apa sekarang berdiri, akan jatuh.

Zaman baru mulai menyingsing. Siapa yang bijaksana akan bersiap-siap menyongsong kedatangan-Nya. Itulah tanda yang nyata bahwa Dia yang bangkit bukan hanya dalam makam yang kosong, tetapi terlebih lagi dalam mereka yang mau menjadi saksi kebangkitan. Itulah orang yang memahami kitab suci. Mereka bukan hanya tercengang memandang dalam makam yang kosong, tetapi mereka justru melihat lebih dalam lagi menjadi saksi akan kebangkitan.

Mewartakan kebaikan berarti menolong orang lemah, miskin, memperhatikan yang sakit dan membela kaum tertindas, menghibur orang-orang yang berduka dan tidak membiarkan kelaliman merajalela serta membiarkan roh berkarya itulah semangat Paskah.
>:D<>:D<>:D<


^disadur dari file adik gw>:D<....dear my sista..thx 4 everything..:x
 
Barusan baca nih thread.

Sekalipun termasuk thread lama, namun yang namanya pengajaran Firman tuhan tak akan pernah usang.

Thank's for inspiring /no1

Selamat Paskah....Tuhan Memberkati /no1
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.