• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Arisan & Momen yg Dirindukan para Ibu

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Arisan & Momen yg Dirindukan para Ibu
Jakarta, CNN Indonesia -- Arisan sudah jadi budaya di Indonesia. Kegiatan mengumpulkan uang bersama-sama ini banyak dilakukan oleh kaum ibu dari berbagai kalangan. Mulai dari ibu rumah tangga, pekerja, hingga sosialita jetset. Kini, di masa pandemi Covid-19 arisan jadi kegiatan yg dirindukan. Arisan online pun bermunculan.

Arisan tak melulu soal uang. Banyak arisan yg mengpakai berlian, tanah, hingga paket liburan. Selain hadiah yg menggiurkan ini, arisan ditunggu-tunggu karena kesempatan berkumpul bersama.

Para ibu tentunya tak harap kehilangan momen berbagi informasi atau bergosip bersama. Tak sedikit juga anggota arisan yg memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan dagangannya. Sebagian lainnya bahagia datang ke arisan lantaran banyak makanan yg tersedia.

Seperti yg kerap dilakukan Wulan (29. Ibu rumah tangga beranak dua ini mengikutia kegiatan arisan ibu-ibu yg digelar satu pekan sekali setiap hari Jumat, di kawasan tempat tinggalnya, Ciamis, Jawa Barat

Arisan digelar di masjid dekat rumah. Para ibu-ibu menyebutnya sebagai arisan pengajian.

"Iya semua ibu-ibu di situ pada ikut. Arisan, ngumpul, sambil pengajian," mengatakan Wulan saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (20/8).

Nominal uang yg disetorkan memang tak banyak, cuma Rp25.000 saja setiap minggu. Wulan ikut dua nama, dua-duanya atas nama dirinya.

Dia sendiri tak cuma fokus ikut arisan, setiap kali datang ke masjid satu pekan sekali dia juga sambil menjajakan dagangnya berupa sayuran hasil tani seperti genjer, labu siam, daun pakis & beberapa sayuran lainnya.

Wulan mengaku arisan pengajian membawa berkah tersendiri baginya. Lewat arisan dia dapat menolong mencari nafkah untuk keperluan rumah tangga.

"Lumayan, biasanya kan memang sambil jualan kalau arisan," mengatakan dia.

Wulan tak menampik, meski berbalut pengajian, arisan ini juga jadi ajang pamer bagi sejumlah ibu. Biasanya, ibu-ibu memamerkan prestasi anaknya, baju baru, hingga emas yg dipakai.

"Aduh pokoknya ibu-ibu suka 'rencem pisan' emasnya tuh, gelangnya banyak, kalungnya panjang pada dipakai semua. Baju juga suka pengen terlihat bagus. Saya sih engga, kan gak punya," mengatakan Wulan sembari tertawa.
Arisan & Momen yg Dirindukan para Ibu

Lain Wulan lain pula Nining (43) seorang asisten rumah tangga ini mengaku pernah ikut arisan karena diajak oleh Ibu RT tempat dia tinggal. Arisan yg dia ikuti berbeda dengan Wulan. Arisan ini tak digelar di masjid, melaikan di rumah warga secara bergiliran.

"Kayak syukuran arisan gitu, jadi kegiatannya nanti diadain di yg sebelumnya dapat pas dikocok namanya," mengatakan Nining.

Saat arisan digelar, tuan rumah juga akan menyiapkan berbagai kudapan. Tak jarang para ibu yg juga hadir ikut membawa makanan sebagai kudapan saat arisan digelar.

Kegiatan ini juga jadi ajang silaturahmi para ibu bahkan tak sedikit yg membawa anak-anak mereka untuk datang ke arisan tersebut.

Namun, sejak pandemi Covid-19 hal itu tak lagi dapat dilakukan. Alhasil, kegiatan kumpul-kumpul arisan juga ditiadakan.

"Sekarang ya gak dapat, sama RT kan enggak boleh kumpul. Jadi cuma kasih uang arisannya ke siapa, nanti yg keluar kocokan duitnya dianter ke rumah," mengatakan dia.

Sementara itu, Suprihatin seorang pengelola kos di kawasanPancoran, Jakarta Selatan mengaku terlibat dengan arisan yg digelar di RW tempat dia tinggal. Arisan ini diberi nama Arisan Sehati.

Sistem Arisan Sehati juga terdiri dari beberapa versi. Ada yg menyetor uang Rp100 ribu, ada juga arisan yg menyetor Rp200 ribu.

"Arisan Rp 100 ribu yg ikut ada 67 orang, kalau Rp 200 ribu ada 69 orang. Kalau dapat dapat hingga Rp 1,2 juta hingga Rp 2,4 juta," mengatakan dia.

Meski begitu ada disparitas Arisan Sehati antara dulu sebelum pandemi dengan saat ini ketika pandemi sudah mewabah. Dulu kegiatan dapat digelar sangat ramai, bahkan hingga mengundang sales jualan panci & alat rumah tangga lainnya.

"Sekarang kalau ngocok cuma perwakilan, ada penanggung jawab, pemegang uang, empat orang, terus perwakilan ibu-ibu," mengatakan dia.

Suprihatin mengaku hal yg paling dirindukan saat arisan adalah perasaan tegang ketika kertas nama mulai dikocok. Rasa penasaran siapa yg akan menang uang arisan sering jadi momen menyenangkan.

"Deg-degannya pas ngocok. Pas ngarep banget, lagi butuh, eh nggak dapet," mengatakan dia sembari tertawa.

Di masa pandemi ini, sejumlah arisan online bermunculan. Setiap orang yg harap mengikuti arisan online mesti hati-hati & waspada dengan penipuan.



Sumber: CNN Indonesia Kemarin 21:02
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.