yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Maskapai penerbangan asal Malaysia, ariasai Berhad (AAB) bersama PT Fersindo Nusaperkasa mengakuisisi 100% saham PT Metro Batavia Group senilai USD80 juta (Rp752 miliar).
CEO ariasai Berhad Tony Fernandes mengungkapkan, perusahaannya mengakuisisi induk perusahaan Batavia Air tersebut untuk memperluas jaringan rute domestik di Tanah Air melalui Indonesia ariasai. ”Saat ini Indonesia ariasai meraih pangsa pasar terbesar untuk rute internasional.Dengan akuisisi ini kami akan memperluas pangsa pasar domestik di Indonesia,”kata Tony seusai penandatanganan kerja sama ariasai Berhad dan Fersindo dengan Metro Batavia Group di Jakarta kemarin.
Sementara Presiden Direktur Fersindo Nusaperkasa Dharmadi menambahkan,pertumbuhan jumlah penumpang angkutan udara di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 15%.Akuisisi tersebut diharapkan berdampak positif bagi industri penerbangan nasional. ”Hari ini kami akan menjadi bagian sejarah dalam industri penerbangan di Asia,Indonesia.Nilai akuisisi ini mencapai USD80 juta,”kata Dharmadi.
Dharmadi menambahkan, pembelian saham Metro Batavia Group secara otomatis akan menambah jumlah armada Indonesia ariasai. Selanjutnya semakin memperluas jaringan rute Indonesia ariasai di domestik sebagai feeder hub maskapai di Jakarta,Bandung,Denpasar, Medan, dan Surabaya. ”Dengan demikian, ditargetkan hingga akhir tahun pangsa pasar Indonesia ariasai dan Batavia Air sebesar 15-20%,” kata Dharmadi yang juga menjabat sebagai presiden direktur Indonesia ariasai.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Metro Batavia Group Yudiawan Tansari mengatakan, alasan pelepasan saham perusahaannya lebih karena persaingan kompetisi perusahaan maskapai penerbangan. Dia juga membantah penjualan saham Metro Batavia karena kerugian yang didera perusahaannya. ”Semester ini saja kami masih memperoleh laba,pendapatan kami masih lebih besar dibandingkan utang,”kata dia.
Ke depan perseroan masih akan mengkaji proses perubahan bisnis kedua perusahaan. Hingga setahun ke depan kedua maskapai masih memberlakukan merek dan manajemen yang lama yakni Batavia Air masih dengan nama Batavia Air begitu juga dengan ariasai.
Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Emirsyah Satar mengungkapkan akuisisi yang dilakukan Indonesia ariasai dan Fersindo terhadap Metro Batavia Group menunjukkan bahwa potensi pasar industri penerbangan di Indonesia sangat menjanjikan
CEO ariasai Berhad Tony Fernandes mengungkapkan, perusahaannya mengakuisisi induk perusahaan Batavia Air tersebut untuk memperluas jaringan rute domestik di Tanah Air melalui Indonesia ariasai. ”Saat ini Indonesia ariasai meraih pangsa pasar terbesar untuk rute internasional.Dengan akuisisi ini kami akan memperluas pangsa pasar domestik di Indonesia,”kata Tony seusai penandatanganan kerja sama ariasai Berhad dan Fersindo dengan Metro Batavia Group di Jakarta kemarin.
Sementara Presiden Direktur Fersindo Nusaperkasa Dharmadi menambahkan,pertumbuhan jumlah penumpang angkutan udara di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 15%.Akuisisi tersebut diharapkan berdampak positif bagi industri penerbangan nasional. ”Hari ini kami akan menjadi bagian sejarah dalam industri penerbangan di Asia,Indonesia.Nilai akuisisi ini mencapai USD80 juta,”kata Dharmadi.
Dharmadi menambahkan, pembelian saham Metro Batavia Group secara otomatis akan menambah jumlah armada Indonesia ariasai. Selanjutnya semakin memperluas jaringan rute Indonesia ariasai di domestik sebagai feeder hub maskapai di Jakarta,Bandung,Denpasar, Medan, dan Surabaya. ”Dengan demikian, ditargetkan hingga akhir tahun pangsa pasar Indonesia ariasai dan Batavia Air sebesar 15-20%,” kata Dharmadi yang juga menjabat sebagai presiden direktur Indonesia ariasai.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Metro Batavia Group Yudiawan Tansari mengatakan, alasan pelepasan saham perusahaannya lebih karena persaingan kompetisi perusahaan maskapai penerbangan. Dia juga membantah penjualan saham Metro Batavia karena kerugian yang didera perusahaannya. ”Semester ini saja kami masih memperoleh laba,pendapatan kami masih lebih besar dibandingkan utang,”kata dia.
Ke depan perseroan masih akan mengkaji proses perubahan bisnis kedua perusahaan. Hingga setahun ke depan kedua maskapai masih memberlakukan merek dan manajemen yang lama yakni Batavia Air masih dengan nama Batavia Air begitu juga dengan ariasai.
Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Emirsyah Satar mengungkapkan akuisisi yang dilakukan Indonesia ariasai dan Fersindo terhadap Metro Batavia Group menunjukkan bahwa potensi pasar industri penerbangan di Indonesia sangat menjanjikan