• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

April-Juni 2012, Rupiah Melemah 2,27 %

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Nilai tukar rupiah pada triwulan II/2012 masih mengalami tekanan depresiasi. Rupiah secara point to point melemah sebesar 2,65 persen ke level Rp9.393 per dolar AS atau secara rata-rata melemah 2,27 persen menjadi Rp9.277 per dolar AS.

"Tekanan nilai tukar rupiah itu dipengaruhi dinamika krisis di Eropa yang didorong meningkatnya permintaan valas," ujar Gubernur bunk Indonesia Darmin Nasution di Gedung BI, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2012.

Permintaan valas domestik juga meningkat seiring dengan impor yang tinggi. Darmin mengatakan, BI terus menempuh langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan di pasar valas maupun pengembangan instrumen moneter valas untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya dan sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan Asia.

Sementara neraca pembayaran Indonesia diprakirakan mengalami tekanan pada triwulan II-2012 dan cenderung membaik pada paruh kedua 2012. Defisit transaksi berjalan di triwulan II-2012 diperkirakan lebih besar dibandingkan defisit di triwulan sebelumnya akibat kinerja ekspor yang menurun sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia di tengah masih tingginya impor untuk mendukung kegiatan ekonomi domestik.

Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial (TMF) di triwulan II-2012 diprakirakan masih cukup tinggi, terutama ditopang oleh tingginya investasi langsung (FDI) dan membaiknya arus portofolio asing. Ke depan, penyesuaian terhadap impor bahan baku sejalan dengan menurunnya ekspor akan mengurangi tekanan defisit neraca transaksi berjalan. Sementara itu, cadangan devisa sampai dengan akhir Juni 2012 mencapai US$106,5 miliar, atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
WoDc3.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.