Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Foto olehKampus ProductiondariPexels
Hai GanSis! Mohon maaf kalau yg merasa Gen Z atau Zoomers tersinggung. Saya juga Gen Z, lebih tepatnya Si Sulung Gen Z.
Konteksnya di thread ini berawal dari satu tweet berikut:
Jadi tweet tersebut menampilkan tangkapan layar Tiktokers yg komplain lawakan komedian senior Komeng. Tweet tersebut diserbu banyak warganet yg menyinggung sifat Gen Z yg terlalu mempermasalahkan segala sesuatu yg notabene bukan suatu masalah yg serius.
Jadi ini itu cuma lawakan klasik dari Komeng. Dari postingan di Tiktok & video aslinya terlihat sudah berbeda antara mengatakan "bapaknya" diganti jadi "saya". Dari situ terkesan ada maksud mengiring opini. Ini bukan mengatakan saya, tetapi mengatakan netizen yg komen di tweet tersebut.
Dan poinnya disini ialah sifat remaja (Gen Z) yg dinilai terlalu lebay, suka komplain hingga ada yg heran, sebenarnya kondisi ideal versi Gen Z itu yg seperti apa? Karena hampir segalanya diprotes oleh mereka.
Apakah benar Gen Z sekolot itu?
Dulu Boomers dibenci karena mereka kolot. Generasi tua yg seperti kita tahu kalau orang tua memiliki sifat yg keras, kaku & cerewet, ya, kolot memang erat dengan sifat orang tua.
Namun belakangan sifat ini (kolot) mulai akrab dengan Gen Z. Apakah itu cuma bentuk sifat kritis, idealis atau cuma kebutuhan konten? Boomer Zoomer.
Gen Z lahir pada rentang tahun 1996-2010 menurut Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, Penguin (2004) Generasi ini disebut juga generasi 24/7 terkoneksi internet. Generasi perdana yg murni lahir di era digital. Begitu lahir sudah dikenalkan dengan teknologi.
Dari informasi yg saya dapatkan. Gen Z ini memiliki citra negatif di internet. Mereka suka meributkan banyak hal, menyulut permusuhan dengan milenial & dinilai terlalu lebay. Bahkan soal milenial yg memakai Facebook, menyebar meme 90' & minum kopi susu di pagi hari jadi bahan tertawaan Gen Z.
Saya sedikit terkejut juga ternyata cukup banyak artikel yg membahas citra negatif dari Gen Z. Merangkum dari berbagai sumber, Gen Z ini dibenci karena sifatnya yg suka membanding dengan generasi lain, tidak mau disamakan dengan Milenial, terlalu ambisi, serba instan, terlalu bebas & individualis. Gen Z juga menganggap sikap keras itu keren & cita-cita harap mengubah sistem.
Dibenci atau disukai itu memang sifatnya relatif. Silahkan GanSis menilainya sendiri.
Sebagai perbandingan, saya baca di artikel Wikipedia, Gen Z cukup dicitrakan baik. Seperti disebutkan bahwa Gen Z itu mahir dalam teknologi, bahkan talenta itu seolah bawaan lahir. Gen Z juga merupakan generasi yg lebih mandilu, peduli lingkungan, toleran & jagoan multitasking (dapat mengerjakan banyak hal dalam satu waktu).
Sekarang kembali lagi, evaluasi apakah Gen Z itu generasi yg kolot atau tidak? Penilaiannya sesuai pendapat kita masing-masing.
Dan menurut saya, karena Gen Z lahir & akbar di era digital, 24/7 terkoneksi internet & mereka tidak mengenal dunia tanpa media sosial. Maka dari itu saya berpikir bahwa dunia Gen Z memang di internet (seolah menggantungkan hidupnya disana). Jadi jangan terlalu baper, karena sangat mungkin sifat Gen Z yg sudah dibahas di atas tadi tak lebih dari sekedar kebutuhan konten. KONTEN.
Rianda Prayoga
Binjai, 27 Januari 2022
Spoiler for sumber & referensi:
id.wikipedia.org
Hari ini 14:17
Hai GanSis! Mohon maaf kalau yg merasa Gen Z atau Zoomers tersinggung. Saya juga Gen Z, lebih tepatnya Si Sulung Gen Z.
Konteksnya di thread ini berawal dari satu tweet berikut:
Jadi tweet tersebut menampilkan tangkapan layar Tiktokers yg komplain lawakan komedian senior Komeng. Tweet tersebut diserbu banyak warganet yg menyinggung sifat Gen Z yg terlalu mempermasalahkan segala sesuatu yg notabene bukan suatu masalah yg serius.
Jadi ini itu cuma lawakan klasik dari Komeng. Dari postingan di Tiktok & video aslinya terlihat sudah berbeda antara mengatakan "bapaknya" diganti jadi "saya". Dari situ terkesan ada maksud mengiring opini. Ini bukan mengatakan saya, tetapi mengatakan netizen yg komen di tweet tersebut.
Dan poinnya disini ialah sifat remaja (Gen Z) yg dinilai terlalu lebay, suka komplain hingga ada yg heran, sebenarnya kondisi ideal versi Gen Z itu yg seperti apa? Karena hampir segalanya diprotes oleh mereka.
Apakah benar Gen Z sekolot itu?
Dulu Boomers dibenci karena mereka kolot. Generasi tua yg seperti kita tahu kalau orang tua memiliki sifat yg keras, kaku & cerewet, ya, kolot memang erat dengan sifat orang tua.
Namun belakangan sifat ini (kolot) mulai akrab dengan Gen Z. Apakah itu cuma bentuk sifat kritis, idealis atau cuma kebutuhan konten? Boomer Zoomer.
Gen Z lahir pada rentang tahun 1996-2010 menurut Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, Penguin (2004) Generasi ini disebut juga generasi 24/7 terkoneksi internet. Generasi perdana yg murni lahir di era digital. Begitu lahir sudah dikenalkan dengan teknologi.
Dari informasi yg saya dapatkan. Gen Z ini memiliki citra negatif di internet. Mereka suka meributkan banyak hal, menyulut permusuhan dengan milenial & dinilai terlalu lebay. Bahkan soal milenial yg memakai Facebook, menyebar meme 90' & minum kopi susu di pagi hari jadi bahan tertawaan Gen Z.
Saya sedikit terkejut juga ternyata cukup banyak artikel yg membahas citra negatif dari Gen Z. Merangkum dari berbagai sumber, Gen Z ini dibenci karena sifatnya yg suka membanding dengan generasi lain, tidak mau disamakan dengan Milenial, terlalu ambisi, serba instan, terlalu bebas & individualis. Gen Z juga menganggap sikap keras itu keren & cita-cita harap mengubah sistem.
Dibenci atau disukai itu memang sifatnya relatif. Silahkan GanSis menilainya sendiri.
Sebagai perbandingan, saya baca di artikel Wikipedia, Gen Z cukup dicitrakan baik. Seperti disebutkan bahwa Gen Z itu mahir dalam teknologi, bahkan talenta itu seolah bawaan lahir. Gen Z juga merupakan generasi yg lebih mandilu, peduli lingkungan, toleran & jagoan multitasking (dapat mengerjakan banyak hal dalam satu waktu).
Sekarang kembali lagi, evaluasi apakah Gen Z itu generasi yg kolot atau tidak? Penilaiannya sesuai pendapat kita masing-masing.
Dan menurut saya, karena Gen Z lahir & akbar di era digital, 24/7 terkoneksi internet & mereka tidak mengenal dunia tanpa media sosial. Maka dari itu saya berpikir bahwa dunia Gen Z memang di internet (seolah menggantungkan hidupnya disana). Jadi jangan terlalu baper, karena sangat mungkin sifat Gen Z yg sudah dibahas di atas tadi tak lebih dari sekedar kebutuhan konten. KONTEN.
Rianda Prayoga
Binjai, 27 Januari 2022
Spoiler for sumber & referensi:
Generasi Z - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hari ini 14:17