Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Melihat banyaknya game & juga film yg mengambil tema zombie, tentu diri kita akan timbul pertanyaan apakah zombie ini dapat ada di dunia nyata?
Jawabannya memang relatif dapat iya & dapat juga tidak.
Kenapa dapat iya?
Zombie itu dapat dibilang manusia yg masih hidup, jadi persepsinya bukan mayat hidup. Dimana cara penularan zombie adalah lewat cakar, gigitan, bersin atau lainnya itu sangat mungkin terjadi.
Karena penyebab Zombie itu adalah virus atau bakteri, mau direkayasa atau tidak akan semakin terus berkembang semakin canggih & lebih sulit untuk dikalahkan.
Sebab akan lebih resistance kepada segala tipe anti septik, anti biotik, bahkan vaksin. Kalau sudah seperti itu apakah akan muncul virus zombie? Logikanya, mungkin.
Kita dapat melihat virus rabies, virus sapi gila, itu salah satu variant dari virus zombie. Manusia yg terkena virus tersebut akan berhalusinasi, ngelamun, ngiler, & bila mencakar atau menggigit orang lain mungkin akan dapat menular.
Hal ini diungkap ketika penelitian rabies-influenza, dimana virus yg dapat menginfeksi sistem saraf pusat yg dapat mendorong orang untuk berprilaku keras & gila, menurut Samita Andreansky , seorang pakar virus di University of Miami Miller School of Medicine di Florida yg juga muncul dalam film dokumenter tersebut.
Walau saat ini rabies pada manusia yg terinfeksi tidak menciptakan mereka seperti zombie, namun ciri-cirinya sudah ada, seperti kecemasan, kebingungan, halusinasi, & kelumpuhan yg biasanya muncul selama sepuluh hari hingga satu tahun, sebagai tanda virus berinkubasi dalam tubuh.
Jadi kemungkinan virus zombie ada cukup akbar dimasa depan, apalagi manusia banyak sekali merekayasa virus saat ini untuk kepentingan tertentu.
Menariknya di Haiti, zombie itu ternyata dikabarkan benar-benar ada. Menurut cerita folklor yg beredar, dukun-dukun di Haiti dapat membangkitkan kembali mayat & dijadikan budak untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan tebu. Hal itu diteliti oleh pakar etnobotani Universitas Harvard, Amerika Serikat, Wade Davis.
Kisah nyata juga terjadi pada Clairvius Narcisse, seorang pria berusia 40 tahun yg pada 1962 dikabarkan kena santet oleh dukun dengan diberikan racun dari ikan buntal, kondisinya pun di diagnosis meninggal kemudian dikuburkan.
Namun kuburannya kembali di gali, & diberikan penawar, sambil diberikan campuran datura atau rumput beracun yg mengandung alkaloid serta kulit katak bufo yg juga beracun oleh si dukun vodoo.
Clairvius Narcisse itu kembali bangun & hidup seperti sediakala, namun otaknya dihancurkan dibuat amnesia, & berhalusinasi, tindakannya pun mirip zombie. Untuk apa? Untuk dijual ke pemilik perkebunan, yg nantinya tanpa perlu digaji. Namun cuma selama 2 tahun dia jadi zombie, karena majikannya meninggal. Lalu, karena Narcisse tidak mengkonsumsi racun itu lagi perlahan iapun sembuh & berkelana lalu 18 tahun kembali ke keluarganya & menceritakan apa yg terjadi.
Wade Davis juga menulis buku The Serpent and the Rainbow. Tulisannya ini juga digarap jadi film oleh Wes Craven. Di buku itu dijelaskan manusia dapat saja dijadikan zombie, dengan bakteri, & neurotoksin tertentu selama dia hidup.
Tetapi kalau zombie adalah mayat hidup, yg bangkit kembali seperti di film itu mustahil terjadi, karena semua sel manusia akan ikut mati.
Lalu kalau zombie dapat ada kita harus bagaimana? Menunggu pemerintah menciptakan vaksin zombie, tentu saja protokol memakai masker, mencuci tangan, & menjaga jarak diperlukan. Jangan lupa sekolah online, kerja online, ikuti anjuran ppkm yg sudah ditetapkan.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google