Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Foto oleh Huyen Trang Nguyen: Pexels
Hai GanSis semua! Saya tau judul thread ini mungkin agak kontra. Karena kesannya seolah introvert ini gak normal. Padahal introvert merupakan sifat seseorang yg normal, jadi kenapa mesti ada mengatakan dinormalisasikan.
Sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah introvert layak dinormalisasikan, karena introvert itu memang normal. Meskipun kenyataannya di lapangan, sebenarnya nyaris gak ada orang yg benar-benar introvert atau sebaliknya ekstrovert, yg ada umumnya ialah ambivert. Tipe yg tengah-tengah.
Mungkin, kita yg selama ini salah paham. Bahwa sifat-sifat yg pemalu, males interaksi, anti sosial & sebagainya, dinormalisasikan jadi introvert. Tanpa sadar kita menormalkan sikap anti sosial sebagai introvert. Kayak kita berlindung dibalik mengatakan introvert supaya dianggap normal.
Ya terserahlah. Lagipun apasih arti normal di zaman sekarang? Orang-orang saat ini enteng banget ngomong normalisasikan ini, itu, blabla segala macam dengan maksud mencari pembenaran. Menjadi benar karena diterima mayoritas. Jadi seolah sebuah kenormalan itu diukur dari banyaknya orang yg menerimanya.
Terlepas dari apa itu introvert, apa bedanya dengan pemalu, sombong & anti sosial. Tolong jangan seenak dengkulmu menormalkan sesuatu yg sebenarnya itu gak normal. Justru malah merugikan dirimu sendiri.
Okelah, didunia ini memang ada orang yg gak suka bergaul, gak suka interaksi, gak suka di keramaian, gak dapat membaur, gak dapat beradaptasi di lingkungan baru, gak suka drama & sebagainya. Tapi apakah kita cuma dapat pasrah & beranggapan oh saya begini kan karena saya introvert, & introvert itu normal. Gak gitu konsepnya...
Pikirkan lagi, sudah berapa banyak kesempatan yg datang pada dirimu terlewat begitu saja karena anda lebih mengagungkan sifat introvertmu yg sebenarnya bukan introvert, tetapi anti sosial.
Padahal introvert itu tidak serta merta jadi anti sosial. Terserah kalau anda mengklaim diri seorang introvert. Tapi apakah dunia peduli? Apakah mereka dapat maklum? Apakah dunia kerja & bisnis dapat mentolerirnya? Saya pikir tidak ya.
Apalagi sekarang ini titel, ijazah, sertifikat & sejenisnya tidak absolut jadi jaminan mendapat pekerjaan yg mapan. Sekarang ini nilai plusnya kalo kita punya koneksi luas & dapat kerja tim.
Jadi jangan membatasi diri cuma karena anda introvert. Introvert bukan berarti anti sosial & menarik diri dari lingkungan.
Introvert itu gak masalah. Saya juga introvert, tetapi semuanya tetap normal. Saya tetap berinteraksi, sering berjumpa orang-orang & lingkungan baru. Berusaha untuk bersikap ramah. Intinya itu memperluas jaringan seluas mungkin, guna memperbesar peluang kita dapet job, dapat orderan & tentunya dapat duit.
Yang mana itu semua gak bakal saya dapatkan kalau saya membatasi diri dengan pelabelan introvert versi sesatnya yakni anti sosial.
Jadi gak masalah kalo kita mengklaim sebagai introvert. Yauda, introvert ya introvert aja. Tapi kita masih di dunia. Masih ada dunia yg perlu dihadapi. Kita tetap makhluk sosial. Perlu berhubungan baik dengan orang-orang.
Kita masih di dunia, ya kita ikuti sistemnya. Dunia gak sering tentang kita, gak peduli tentang apa yg kita suka & gak suka. Kita bukan pusat tata Surya, apalagi galaksi. Misal kita jadi anti sosial & menarik diri dari peradaban, dunia juga akan baik saja tanpa kita. Dunia gak peduli, orang-orang juga gak peduli.
Rianda Prayoga
13 November 2025
Hai GanSis semua! Saya tau judul thread ini mungkin agak kontra. Karena kesannya seolah introvert ini gak normal. Padahal introvert merupakan sifat seseorang yg normal, jadi kenapa mesti ada mengatakan dinormalisasikan.
Sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah introvert layak dinormalisasikan, karena introvert itu memang normal. Meskipun kenyataannya di lapangan, sebenarnya nyaris gak ada orang yg benar-benar introvert atau sebaliknya ekstrovert, yg ada umumnya ialah ambivert. Tipe yg tengah-tengah.
Mungkin, kita yg selama ini salah paham. Bahwa sifat-sifat yg pemalu, males interaksi, anti sosial & sebagainya, dinormalisasikan jadi introvert. Tanpa sadar kita menormalkan sikap anti sosial sebagai introvert. Kayak kita berlindung dibalik mengatakan introvert supaya dianggap normal.
Ya terserahlah. Lagipun apasih arti normal di zaman sekarang? Orang-orang saat ini enteng banget ngomong normalisasikan ini, itu, blabla segala macam dengan maksud mencari pembenaran. Menjadi benar karena diterima mayoritas. Jadi seolah sebuah kenormalan itu diukur dari banyaknya orang yg menerimanya.
Terlepas dari apa itu introvert, apa bedanya dengan pemalu, sombong & anti sosial. Tolong jangan seenak dengkulmu menormalkan sesuatu yg sebenarnya itu gak normal. Justru malah merugikan dirimu sendiri.
Okelah, didunia ini memang ada orang yg gak suka bergaul, gak suka interaksi, gak suka di keramaian, gak dapat membaur, gak dapat beradaptasi di lingkungan baru, gak suka drama & sebagainya. Tapi apakah kita cuma dapat pasrah & beranggapan oh saya begini kan karena saya introvert, & introvert itu normal. Gak gitu konsepnya...
Pikirkan lagi, sudah berapa banyak kesempatan yg datang pada dirimu terlewat begitu saja karena anda lebih mengagungkan sifat introvertmu yg sebenarnya bukan introvert, tetapi anti sosial.
Padahal introvert itu tidak serta merta jadi anti sosial. Terserah kalau anda mengklaim diri seorang introvert. Tapi apakah dunia peduli? Apakah mereka dapat maklum? Apakah dunia kerja & bisnis dapat mentolerirnya? Saya pikir tidak ya.
Apalagi sekarang ini titel, ijazah, sertifikat & sejenisnya tidak absolut jadi jaminan mendapat pekerjaan yg mapan. Sekarang ini nilai plusnya kalo kita punya koneksi luas & dapat kerja tim.
Jadi jangan membatasi diri cuma karena anda introvert. Introvert bukan berarti anti sosial & menarik diri dari lingkungan.
Introvert itu gak masalah. Saya juga introvert, tetapi semuanya tetap normal. Saya tetap berinteraksi, sering berjumpa orang-orang & lingkungan baru. Berusaha untuk bersikap ramah. Intinya itu memperluas jaringan seluas mungkin, guna memperbesar peluang kita dapet job, dapat orderan & tentunya dapat duit.
Yang mana itu semua gak bakal saya dapatkan kalau saya membatasi diri dengan pelabelan introvert versi sesatnya yakni anti sosial.
Jadi gak masalah kalo kita mengklaim sebagai introvert. Yauda, introvert ya introvert aja. Tapi kita masih di dunia. Masih ada dunia yg perlu dihadapi. Kita tetap makhluk sosial. Perlu berhubungan baik dengan orang-orang.
Kita masih di dunia, ya kita ikuti sistemnya. Dunia gak sering tentang kita, gak peduli tentang apa yg kita suka & gak suka. Kita bukan pusat tata Surya, apalagi galaksi. Misal kita jadi anti sosial & menarik diri dari peradaban, dunia juga akan baik saja tanpa kita. Dunia gak peduli, orang-orang juga gak peduli.
Rianda Prayoga
13 November 2025