• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apakah vaping berakibat buruk untuk gigi?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Tujuannya adalah menjaga gigi kita dalam keadaan baik,tidak berlubang, enak dilihat & sehat tanpa noda. Tetapi ada banyak alasan mengapa hal ini sulit tercapai, bukan cuma makanan manis atau minuman bersoda daapat menyebabkan kerusakan gigi. Dokter gigi juga menyarankan untuk berhenti merokok, itu karena tar dari pembakaran tembakau & nikotin dapat menyebabkan noda pada gigi, bau mulut & akibat paling buruk adalah kanker mulut. Tapi bagaimana dengan e-cigarette & banyaknya efek samping yg terkait dengaan alat yg paling direkomedasikan untuk berhenti merokok. Apakah vaping buruk untuk gigi? Bisakah vaping menodai gigi atau mempengaruhi kesehatan mulut?
Pertanyaan apakah vaping menyebabkan gigi kuning terus bermunculan. Terutama mengingat merokok terbukti penyebab noda pada gigi selama bertahun-tahun. Kita sudah menyadari banyaknya resiko kesehatan dari merokok, termasuk resiko signifikan kepada mulut yg ditimbulkan oleh pengguna rokok jangka panjang secara teratur.
Vaping sering diposisikan sebagai alternatif yg lebih sehat daripada merokok, karena e-liquid mengandung bahan yg jauh lebih sedikit bahan kimia beracun yg terkait dengan asap rokok biasa. E-cigarette adalah cara terbaik bagi perokok untuk mengurangi atau berhenti merokok kovensional selamanya. Namun, penting untuk terus mempertimbangkan efek samping vaping dalam jangka panjang. Selalu ada penelitian baru yg dilakukan mengenai efek kesehatan dari vaping jangka panjang & perkembangan baru dalam teknologi yg menciptakan vaping lebih aman. Apakah vaper, mantan perokok ataupun perokok aktif saat ini harap berhenti untuk menjaga kesehatan gigi & kesehatan mulut.
Merokok & kesehatan gigi
Bukan rahasia lagi bahwa banyak kimia beracun dalam rokok konvensional yg dapat menyebabkan kerusakan permanen pada banyak bagian tubuh yg berbeda. Rokok kovensional mengandung lebih dari 7000 senyawa yg berbeda, termasuk beberapa bahan kimia berbahaya yg menimbulkan resiko kesehatan yg nyata bagi perokok. Perokok berat & jangka panjang berada pada resiko yg jauh lebih tinggi dari berbagai kondisi, termasuk penyakit jantung & kanker serta masalah kesehatan mulut.
Merokok dapat merusak kesehatan mulut, salah satu yg paling signifikan adalah penumpukan bakteri. Merokok merusak kemampuan mulut untuk melawan bakteri & infeksi secara efektif, yg berarti bahwa mulut perokok tidak memiliki pertahanan apapun kalau terjadi infeksi parah. Merokok menyebabkan sensasi mulut kering sehingga menciptakan bakteri lebih mudah menempel di gigi & gusi yg biasanya dibersihkan oleh air liur. Penumpukan ini juga dapat berubah jadi karang gigi,. Bakteri di gigi & gusi juga dapat menyebabkan penyakit gusi, kerusakan gigi atau kehilangan gigi, sehingga bakteri lebih mudah masuk & menyebabkan masalah yg lebih besar.
Merokok dapat menggangu sirkulasi jadi tidak teratur, sirkulasi yg buruk semakin mengurangi kemampuan melawan bakteri di mulut & mencegah pembuluh darah berfungsi dengan semestinya. Hal ini dapat menciptakan proses penyembuhan setelah perawatan gigi, seperti pencabutan gigi, implant gigi, atau perawatan gusi jadi lebih lama & menuakitkan. Sekain itu, tar & nikotin dalam rokok sangat sering menyebabkan perubahan warna pada gigi & kerusakan email gigi, yg dapat menyakitkan sekaligus kurang sedap dipandang mata.
Malah kesehatan mulut lainnya yg dapat disebabkan atau diperburuk oleh merokok meliputi :
Peningkatan resiko kanker mulut.
Sensitivitas gigi, karena kerusakan email
Bau mulut
Kehilangan rasa atau bau (kebas)
Apakah vaping dapat menyebabkan noda di gigi
Efek jangka panjang dari vaping memang belum ada kejelasan, karena meskipun ada peningkatan akbar dalam penelitian di bidang ini dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kita tahu bahwa vaping tidak mengandung tar & dapat dibuat bebas nikotin, kedua zat ini dinilai paling berbahaya dalam rokok kovensional. Jika sobat mengpakai nikotin dalam e-liquid, mungkin ada sedikit warna kuning saat nikotin bergabung dengan molekul oksigen, tetapi sangat ringan & tidak terlalu berdampak.
Vaping sangat populer di kalangan mantan perokok karena dapat menolong mengekang asupan nikotin dalam tubuh dengan baik ketika mencoba berhenti merokok., tetapi juga hasrat fisik yg sulit dihilangkan oleh perokok jangka panjang. Karena merokok juga mengandung gula, sehingga perlu mengganti kebiasaan. E-liquid memiliki begitu banyak rasa untuk dipilih, sehingga dapat memilih dengan manis yg tepat. Namun, ingatlah bahwa beberapa bahan liquid mengandung rasa & pewarna yg dapat menodai gigi & menciptakannya sedikit kuning.
Kebiasaan-kebiasaan yg terkait dengan merokok, seperti tindakan menggerakkan tangan ke mulut, perasaan memegang sesuatu yg kecil & ringan serta sensai menghisap adalah semua hal yg sobat hilangkan dengan terapi pengganti nikotin lainnya seperti permen nikotin maupun semprotan nikotin. Vaping memungkinkan untuk terus berhenti merokok seperti biasa, jadi tidak perlu menghilangkan kebiasaan penggunaan rokok.
Apa yg dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan mulut?
Saat mengerjakan vaping, ada beberapa resiko kesehatan mulut yg harus di waspadai. Hal utama yg harus diwaspadai adalah nikotin, karena PG, VG & perasa ( bahan utama lainnya dalam e-liquid ) juga sering ditemui sebagai bahan utama dalam produksi produk sehari-hari, seperti sabun mandi & makanan. Sementara itu, nikotin memang masih memiliki efek buruk pada gigi & mulut, termasuk pada perubahan warna gigi. Jika memungkinkan, cobalah dengan kekuatan nikotin yg rendah atau bahkan e-liquid yg bebas nikotin untuk menolong mengatasi masalah ini.
Vaping juga dapat menyebabkan mulut kering, yg berkontribusi pada aliran air liur yg buruk & penumpukan bakteri. Namun, karena penumpukan bakteri khususnya disebabkan oleh kurangnya air liur, bukan oleh zat apapun dalam uap tersebut. Sobat dapat mengurangi penumpukan ini dengan cara mengkonsumsi cairan secara teratur.
Meskipun masih banyak penelitian yg harus dilakukan mengenai vaping & kesehatan mulut, kalau sobat harap berhenti merokok, vaping adalah salah satu cara terbaik untuk menolong mengerjakannya. Jika sobat harap mengurangi atau berhenti, ezy jadi opsi yg layak untuk menolong jadi bebas asap rokok.

#CHANGENOW
Hari ini 08:54
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.