• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apakah TUHAN sama dengan "Terserah sama yang di Atas"

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. sidons
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

sidons

IndoForum Newbie F
No. Urut
99626
Sejak
21 Jun 2010
Pesan
3
Nilai reaksi
0
Poin
1
entah darimana, oleh siapa, kapan...
kata2 "Terserah sama yang di Atas" itu mulai berkumandang dan semakin hari semakin banyak penganutnya, mulai dari selebtiris, politisi, pengusaha, kaum terpelajar dll.
sederhana memang, dan mungkin sebagian besar orang akan mengatakan tidak usah dipermasalahkan.
tapi kalau kita mau sedikit merenung, pastilah berdampak besar pada kondisi kejiwaan/kerohanian seseorang, apalagi untuk generasi mendatang. (bagi yg peduli terhadap adik, anak, cucu)

dia mulai enggan menyebut TUHAN dan seolah olah itu menjadi kata yang MENAKUTKAN, TABU DAN LANGKA dalam perbendaharaan kosa katanya, dan lambat laun definisi/arti TUHAN menjadi sulit untuk di cerna oleh akal dan hatinya, hingga suatu saat orang harus membuka kamus terlebih dahulu.:D

pertanyaannya benarkah TUHAN = "Terserah sama yang di Atas" ?

kalau itu benar apakah berarti TUHAN tidak di Bawah, di Samping, di Belakang/Depan ?
kalau merasa TUHAN juga bisa di Samping/Depan/Belakang
kenapa tidak ada yang mengatakan "Terserah sama yang di Samping" atau "Terserah sama yang di Depan" atau yang lain ?
seolah olah TUHAN diposisikan setara/seperti/sama dengan kita yang TERBATAS ini.

bagi saya ini adalah sebuah bentuk/cara halus untuk menjauhkan manusia dari penciptanya. yang secara sadar ataupun tidak kita ikut berpartisipasi.

atau orang orang yang menyebut "Terserah sama yang di Atas" itu maksudnya bukan TUHAN ?. entahlah...

salam kebenaran
 
tergantung niatan di hati masing2 individual bro siapa yang dimaksud :D, tapi memang kata2 tersebut kurang tepat karena secara tidak langsung atau kalimat tersirat (implisit) seperti "Malu untuk mengakui apa agama yang dianutnya." Gw jamin sebagian besar seperti itu terutama tokoh masyarakat seperti selebritis :D
 
dia mulai enggan menyebut TUHAN dan seolah olah itu menjadi kata yang MENAKUTKAN, TABU DAN LANGKA dalam perbendaharaan kosa katanya, dan lambat laun definisi/arti TUHAN menjadi sulit untuk di cerna oleh akal dan hatinya, hingga suatu saat orang harus membuka kamus terlebih dahulu.:D
n

Loh, bukannya tuhan mah universal dimiliki oleh semua orang?

Ngapain nyebut kata tuhan... kalau di FRI sini ga ada tuhan euy, yang ada hanyalah Allah SWT.

tapi definisi tuhan menurut ente itu apa ya?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.