Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Saya masih sering melihat banyak orang mengagung-agungkan poligami di mana-mana, khususnya di dunia maya. Ada beberapa orang yg memberikan argumen masuk akal & ada juga yg sudah terlalu mabuk hingga-hingga menganggap poligami sebagai rukun Islam nomor satu.
Poligami sendiri hukumnya adalah sunnah, lakukanlah bila kau mampu. Ada beberapa aturan & larangan, tetapi selama tidak melanggar maka poligami sah-sah saja untuk dilakukan. Meski demikian, apakah konsep poligami masih relevan di masa sekarang? Apakah praktek poligami masih pantas untuk dilakukan 1400 tahun sejak jaman Nabi?
Praktek poligami sudah ada sejak jaman dahulu kala, bahkan Nabi Muhammad sendiri juga mengerjakan poligami. Meski demikian, bila kita melihat keadaan di masa tersebut, praktek poligami marak dilakukan karena banyak wanita yg kehilangan suaminya gara-gara peperangan. Kebanyakan istri kedua, ketiga, & seterusnya yg dinikahi adalah janda yg suaminya sudah mati tetapi masih memiliki banyak kebutuhan hidup. Dengan mengatakan lain, Nabi & para sahabat menikahi mereka untuk meringankan beban janda-janda tersebut.
Selain itu anggapan bahwa perempuan adalah manusia tingkat dua juga masih cukup kuat di masa lalu. Di masa itu perempuan dinikahkan secepat mungkin & bila sang suami meninggal tetapi istrinya masih cukup muda maka akan dipaksa untuk menikah lagi. Di India malah ada tradisi untuk membakar janda bersama dengan suaminya yg meninggal. Seburuk itulah pandangan masyarakat kepada perempuan tak bersuami.
Jumlah pria terlalu sedikit, banyak janda karena perang. Dua alasan inilah yg akhirnya membenarkan perilaku poligami.
Lalu bagaimana dengan sekarang? Apakah saat ini dunia masih berperang?
Ya, masih.
Lihat saja Rusia & Ukraina. Dengan perang yg seolah tanpa henti & para penduduk sipil yg dipaksa ikut perang, banyak istri akhirnya jadi janda sementara laki-laki yg tersisa hanyalah anak-anak yg tak cukup dewasa untuk berperang.
Lalu, apakah saat ini status wanita masih di pandang rendah?
Ya, masih.
Meski gerakan feminisme semakin marak, tetap saja ada banyak wilayah yg masih menomor duakan wanita. Di Indonesia sendiri perempuan yg belum menikah di umur 30 pasti akan jadi gunjingan tetangga sedangkan janda muda juga akan jadi bahan gosip orang-orang kampung.
Jadi apakah poligami masih relevan?
Ya, masih.
Jika kita menyingkirkan sisi buruknya, seorang pria yg harap menafkahi sebanyak mungkin wanita yg membutuhkan sebenarnya merupakan hal yg baik untuk dilakukan. Jika pria itu memang punya rezeki berlebih atau mengharapkan banyak keturunan, poligami adalah suatu solusi yg memang diperlukan.
Jadi, apa Anda harap punya empat istri?
sumur Hari ini 17:32