Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagaimana vaping mempengaruhi tidur?
Sederhananya, nikotin memang mempengaruhi tidur. Ini adalah sesuatu yg harus dihadapi vapers ketika beralih dari merokok, namun ini akan mulai berkurang seiring waktu. Di artikel ini kita akan membahas bagaimana nikotin mempengaruhi tidur sobat. Plus, akan membahas tips yg dapat sobat hindari supaya tidak menciptakan jam tidur sobat terganggu.
Spoiler for Hubungan antara nikotin & tidur:
Saat beralih dari merokok ke vaping, meskipun sudah mengurangi bahan kimia beracun dari rokok, salah satu bahan yg masih ada dalam e-liquid adalah nikotin. Ini adalah stimulant & karena itu akan memiliki pengaruh yg sama untuk yg dimiliki minuman energi berkafein kalau sobat mengkonsumsinya sebelum tidur.
Meskipun sobat mungkin terbiasa merokok sebelum tidur & tidak memiliki masalah untuk langsung tidur, akibat dari vaping dapat jauh lebih kuat. Ini akan terlihat ketika perdana kali beralih ke vaping & akan membutuhkan waktu adaptasi.
Menurut penelitian, nikotin menekan tingkat tidur terdalam atau yg lebih diketahui sebagai REM (rapid eye movement). Akibatnya perokoksering merasa kurang istirahat dibandingkan non-perokok karena menghabiskan waktu lebih lama di tahap awal tidur.
Spoiler for Bagaimana sobat dapat meningkatkan kualitas tidur sebagai vapers:
Ada beberapa cara untuk sobat dapat meningkatkan kualitas tidur sobat. Yang perdana adalah mengontrol kekuatan nikotin e-liquid sobat. Beralih ke e-liquid dengan kekuatan lebih rendah juga mengurangi rangsangan dari nikotin. Namun, beralih kekuatan nikotin lebih rendah menyebabkan sobat membutuhkan lebih banyak konsumsi e-liquid untuk memenuhi asupan nikotin dalam tubuh. Cara yg baik adalah mengelolanya dengan mengpakai e-liquid yg lebih kuat di pagi hari, lalu beralih ke e-liquid berkekuatan lebih rendah di malam hari. Bahkan dapat beralih ke e-liquid dengan nikotin 0% sebelum tidur akan menolong & tetap memberikan sensasi vaping tanpa ransangan nikotin.
Ada aspek lain dari gaya hidup sobat yg mempengaruhi kualitas tidur sobat. Jika sobat meminum banyak minuman yg mengandung kafein ini juga akan menciptakan sobat sulit tidur. Mengurangi jumlah minuman manis & berkafein yg sobat konsumsi akan menolong mengurangi stimulan dalam tubuh.
Jika sobat tidak lagi membutuhkan nikotin dalam e-liquid sobat dapat menolong untuk menjauhkan sobat dari rokok, maka beralihlah ke e-liquid bernikotin rendah atau bahkan 0%. Cairan vape tanpa nikotin tetap dapat memberikan sensasi vaping yg sama namun tanpa throat hit. Plus, tidak akan jadi stimulant yg menciptakan sobat insomnia.
#CHANGENOW with ezy
Hari ini 10:20
Spoiler for Hubungan antara nikotin & tidur:
Saat beralih dari merokok ke vaping, meskipun sudah mengurangi bahan kimia beracun dari rokok, salah satu bahan yg masih ada dalam e-liquid adalah nikotin. Ini adalah stimulant & karena itu akan memiliki pengaruh yg sama untuk yg dimiliki minuman energi berkafein kalau sobat mengkonsumsinya sebelum tidur.
Meskipun sobat mungkin terbiasa merokok sebelum tidur & tidak memiliki masalah untuk langsung tidur, akibat dari vaping dapat jauh lebih kuat. Ini akan terlihat ketika perdana kali beralih ke vaping & akan membutuhkan waktu adaptasi.
Menurut penelitian, nikotin menekan tingkat tidur terdalam atau yg lebih diketahui sebagai REM (rapid eye movement). Akibatnya perokoksering merasa kurang istirahat dibandingkan non-perokok karena menghabiskan waktu lebih lama di tahap awal tidur.
Spoiler for Bagaimana sobat dapat meningkatkan kualitas tidur sebagai vapers:
Ada beberapa cara untuk sobat dapat meningkatkan kualitas tidur sobat. Yang perdana adalah mengontrol kekuatan nikotin e-liquid sobat. Beralih ke e-liquid dengan kekuatan lebih rendah juga mengurangi rangsangan dari nikotin. Namun, beralih kekuatan nikotin lebih rendah menyebabkan sobat membutuhkan lebih banyak konsumsi e-liquid untuk memenuhi asupan nikotin dalam tubuh. Cara yg baik adalah mengelolanya dengan mengpakai e-liquid yg lebih kuat di pagi hari, lalu beralih ke e-liquid berkekuatan lebih rendah di malam hari. Bahkan dapat beralih ke e-liquid dengan nikotin 0% sebelum tidur akan menolong & tetap memberikan sensasi vaping tanpa ransangan nikotin.
Ada aspek lain dari gaya hidup sobat yg mempengaruhi kualitas tidur sobat. Jika sobat meminum banyak minuman yg mengandung kafein ini juga akan menciptakan sobat sulit tidur. Mengurangi jumlah minuman manis & berkafein yg sobat konsumsi akan menolong mengurangi stimulan dalam tubuh.
Jika sobat tidak lagi membutuhkan nikotin dalam e-liquid sobat dapat menolong untuk menjauhkan sobat dari rokok, maka beralihlah ke e-liquid bernikotin rendah atau bahkan 0%. Cairan vape tanpa nikotin tetap dapat memberikan sensasi vaping yg sama namun tanpa throat hit. Plus, tidak akan jadi stimulant yg menciptakan sobat insomnia.
#CHANGENOW with ezy
Hari ini 10:20