Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
165
Selamat Datang di Thread ane
"Maha Benar Netizen dengan segala bla bla bla"
Mungkin agan sista semua sudah pernah membaca, mendengar statement di atas di berbagai platform atau dari influencer, selebgram ataupun youtuber yg mungkin saja pernah menyinggung masalah Netizen.
Tentu Fenomena netizen Maha Benar ini muncul bukan tanpa sebab. asal-muasal Netizen yg Maha Benar ini muncul ketika ada sebuah skandal/masalah yg terjadi pada seseorang (khususnya public figure) yg jadi viral & cendrung buruk, nah di sana lah Netizen ramai-ramai komen menyampaikan pendapatnya atau malah cuma datang untuk memaki-maki tanpa tahu apa yg sebenarnya terjadi.
Sebenarnya sah-sah saja menyampaikan pendapat dalam suatu forum ataupun kolom komentar, toh itu memang di sediakan untuk berkomentar. Masalah timbul ketika netizen yg konon katanya maha benar ini mulai memaki & merendahkan, yg malah berujung Bully/Perundungan pada seseorang atau public figur. Bagus kalau public figurenya udah dewasa & terbiasa dengan cacian, tetapi gimana kalo yg mendapat perundungan itu hanyalah anak kecil atau remaja yg masih belajar soal hidup, ciut lah nyalinya atau malah berujung bunuh diri.
Adapun cuma karena Netizen ramai-ramai sepakat pada satu hal itu menjadikan mereka merasa yg paling benar. Padahal mah kebenaran itu bukan soal berapa jumlah orang yg setuju kan, tetapi soal argumentasi/pemikiran yg tepat & logis, kalo dalam istilah antik nya "Quality over Quantity". Tapi sebaliknya sekarang, tidak seperti itu yg terjadi, gak tahu benar apa salah yg penting ramai-ramai komen tanpa tahu menahu. Serang aja dulu, maaf belakangan, eh kok malah jadi kayak para pejuang viral, bedanya mungkin netizen gak pernah minta maaf, tetapi public figure harus minta maaf, ironi sekali.
Di sisi lain juga netizen ini dapat memberikan pendapat/argumentasi yg kalau dipikir-pikir ada benarnya, yg mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam kehidupan seseorang yg sempet baca komennya. tetapi berapa banyak sih netizen kayak gini? yg berpikir dalam-dalam sebelum berkomentar banyak & juga memikirkan konsekuensi dari komentarnya.
Penutup
Jadi gimana sebagai bagian dari netizen yg rajin komen, tentu ane pun sempat jadi tukang komen/netizen & sudah tobat alias rada malas komen. apakah netizen itu emang maha benar atau malah cendrung maha keterlaluan dalam berkomentar? beri bendapat agan yah
Hari ini 22:28