• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Apakah Motivator Cuma Jual Bacot Doang?

Angela

IndoForum Activist A
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
18.404
Nilai reaksi
4
Poin
0
Apakah Motivator Cuma Jual Bacot Doang?


'Saat saya remaja saya adalah pengangguran yg bahkan tak yakin dapat makan esok hari. Orangtua saya sering menyuruh saya untuk mendaftar polisi atau PNS namun saya tidak mau karna saya harap jadi atlet bulu tangkis. Saya tahu jalan saya tidak mudah namun saya tidak pernah menyerah & berhasil mencapai mimpi saya. Kalau saya dapat, kenapa Anda tidak dapat?

Kalimat-kalimat seperti itu akan sering kali kita dengar kalau pergi ke seminar motivasi atau mendengar motivator yg tampil di televisi. Pesannya amatlah bagus karna memotivasi kita supaya tidak menyerah menggapai mimpi namun satu hal yg aneh adalah kenapa atlet bulu tangkis beralih profesi jadi motivator?

Motivasi adalah sesuatu yg semua orang perlukan dalam meraih mimpinya. Motivasi dapat berupa apa saja & didapat darimana saja & karna itulah motivator itu ada, semata-mata untuk memberikan motivasi kepada orang lain.

Apakah Motivator Cuma Jual Bacot Doang?


Meski demikian, apakah kisah motivasi dari motivator benar-benar dapat merubah hidup kita?

Aneh tetapi nyata, dalam deretan buku best seller buku motivasi memiliki tempatnya tersendiri & film-film inspirasional yg diadaptasi dari kisah nyata sering laku di pasaran. Kata-kata motivasi memang sering kali jadi penghibur bagi diri yg kesepian & memberikan semangat yg entah berasal darimana. Namun yg jenaka adalah semangat itu cuma bertahan sebentar saja & tak lama kemudian lenyap tak berbekas meninggalkan seseorang dalam keadaan yg lebih buruk dibanding sebelum mendapatkan motivasi.

Kenyataannya, tak ada kisah motivasi yg benar-benar nyata. Cerita-cerita yg kita baca di buku atau tonton di film pastilah sudah dipoles supaya ceritanya menarik & meskipun nyata kisah tersebut tidak akan dapat menolong kita karna kita adalah kita, setiap orang punya hidup yg berbeda.

Apakah Motivator Cuma Jual Bacot Doang?


Ada banyak orang yg suka menonton acara-acara motivasi namun berapa banyak orang yg berhasil sukses berkat motivasi tersebut? Bahkan para motivator pun jadi sukses karna bekerja keras & bukan karna menonton Mario Teguh Golden Way atau membaca buku Merry Riana.

Kebanyakan motivator adalah orang yg sudah makan asam garam kehidupan & mengalami yg terburuk dari yg terburuk sehingga memiliki banyak cerita untuk dihinggakan. Yang namanya motivator pasti sering menceritakan perjuangannya membanting tulang hingga jadi orang sukses & kesuksesan itulah yg menciptakan banyak orang mau mendengarkan ceritanya.

Logis kan? Memangnya siapa yg mau mendengarkan motivasi dari orang yg bukan siapa-siapa? Nah, coba balik logika tersebut jadi pertanyaan seperti ini: 'Kalau motivator itu sudah sukses buat apa ngadain seminar motivasi?'

Apakah Motivator Cuma Jual Bacot Doang?


Ucapan-ucapan motivator itu memang manis. Mereka menyampaikan apa yg harap Anda dengarkan & menciptakan Anda nyaman tanpa peduli bahwa kenyamanan itu tidaklah benar. Mereka mengerjakan itu karna memang itulah pekerjaannya. Tentu saja tak semua motivator seperti itu jadi kalau Anda harap mendengarkan motivasi lihat dulu siapa motivatornya. Apakah dia benar-benar sukses? Atau cuma sedang mencari makan dengan menjual mimpi?

Hidup tidak semudah bacotnya Mario Teguh. Pernyataan itu memang benar, mengucapkan memang lebih mudah dibanding mengerjakan namun kalau bacotnya Mario Teguh berhasil memotivasi Anda maka akan ada satu orang lagi yg tertolong berkat seorang motivator. Sama seperti semua profesi lain, tidak semua motivator cuma sekedar menjual mimpi. Diluar sana pasti ada motivator yg benar-benar peduli & memberi saran yg benar.

Meski begitu yg namanya motivasi haruslah ditarik keluar dari dalam diri kita sendiri, bukan dicari dari orang lain. Membaca buku motivasi yg mahal tidak akan menciptakan Anda kaya, menonton film inspirasi orang kaya tidak akan menciptakan Anda sukses namun memiliki impian, memiliki tekad & mau bekerja keras akan menjamin kesuksesan Anda.

Apakah Motivator Cuma Jual Bacot Doang?


Sekian dari saya & ingat, saya tidak bermaksud menjelekkan profesi manapun karna yg namanya motivator pun pasti memiliki perjuangannya sendiri hingga hingga ke tempat dia berada. Namun, tolong berikan nasehat yg benar karna di dunia ini ada begitu banyak orang yg butuh pertolongan.
Hari ini 18:35
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.