Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
setelah melihat program ini, setelah pertukaran pendapat dari dua ahli, saya menyadari bahwa orang yg mengerjakan kejahatan namun tidak mengakui bukanlah Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, tetapi adalah Partai Komunis Tiongkok (PKT) yg memfitnah Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Saya melihat bahwa saya sudah dibutakan oleh isu yg dibikin oleh Partai Komunis Tiongkok. Jadi saya mengambil tindakan utk menyelidiki Gereja Tuhan Yang Mahakuasa & akhirnya menyadari bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah kembalinya Tuhan Yesus, bukanlah ajaran sesat.
Partai Komunis Tiongkok Mengpakai "Kultus" sebagai Dalih untuk Menganiaya Kepercayaan Beragama | Apakah Kultus itu?
Sejak Partai Komunis Tiongkok mengambil alih kekuasaan, mereka sudah dengan membabi buta menekan keyakinan beragama. Kebijakan beragama Partai Komunis Tiongkok & kondisi hak asasi manusia Tiongkok sudah sama sekali dikecam oleh negara-negara demokratis & organisasi hak asasi manusia internasional. Definisi Tiongkok tentang "kultus" & penggunaan istilah kultus sebagai dalih untuk menyerang kepercayaan beragama sudah secara spesifik menimbulkan keraguan & kritik serius dari komunitas internasional. Para tamu kita hari ini adalah Profesor Massimo Introvigne, pendiri & direktur Pusat Studi Agama Baru di Italia & Professor Rekanan Holly Folk dari Universitas Western Washington di Amerika Serikat. Mereka mengadakan diskusi mendalam & bertukar pandangan tentang definisi "kultus" oleh PKT & tentang kecaman PKT kepada Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dengan dalih kultus. Jadi, bagaimana para profesor memandang penggunaan kultus oleh PKT sebagai alasan untuk menekan & menganiaya kepercayaan beragama? Silakan saksikan!
Kemarin 22:18
Partai Komunis Tiongkok Mengpakai "Kultus" sebagai Dalih untuk Menganiaya Kepercayaan Beragama | Apakah Kultus itu?
Sejak Partai Komunis Tiongkok mengambil alih kekuasaan, mereka sudah dengan membabi buta menekan keyakinan beragama. Kebijakan beragama Partai Komunis Tiongkok & kondisi hak asasi manusia Tiongkok sudah sama sekali dikecam oleh negara-negara demokratis & organisasi hak asasi manusia internasional. Definisi Tiongkok tentang "kultus" & penggunaan istilah kultus sebagai dalih untuk menyerang kepercayaan beragama sudah secara spesifik menimbulkan keraguan & kritik serius dari komunitas internasional. Para tamu kita hari ini adalah Profesor Massimo Introvigne, pendiri & direktur Pusat Studi Agama Baru di Italia & Professor Rekanan Holly Folk dari Universitas Western Washington di Amerika Serikat. Mereka mengadakan diskusi mendalam & bertukar pandangan tentang definisi "kultus" oleh PKT & tentang kecaman PKT kepada Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dengan dalih kultus. Jadi, bagaimana para profesor memandang penggunaan kultus oleh PKT sebagai alasan untuk menekan & menganiaya kepercayaan beragama? Silakan saksikan!
Kemarin 22:18