• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kalian sedang berjalan di sebuah Mal. Tiba-tiba, kalian melihat seorang teman berdiri di hadapan sebuah etalase. Kalian berteriak memanggil namanya. Ia menoleh, lalu kalian sadar kalau orang tersebut ternyata bukan teman yg kalian maksud walaupun memiliki paras yg sangat mirip.

Max Galuppo adalah seorang pria tinggi, berewokan & berbadan gempal. Usianya baru 20 tahun & ia kuliah di Temple University, Philadelphia. Hidupnya berjalan seperti biasa saja hingga ia menemukan potret dirinya terpampang di Philadelphia Museum of Art.

Tergantung di dinding, sebuah lukisan akbar dengan objek seorang pria berdiri dengan satu tangan di pinggang.

Galuppo takjub sekaligus heran ketika melihat paras pria tersebut sangat menyerupai dirinya. Galuppo berani bersumpah kalau ia tidak pernah jadi model sebuah lukisan, apalagi cuma dengan mengenakan kaos hitam & celana pendek ketat berwarna merah.

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?

Bukan cuma itu, Galuppo semakin takjub ketika menemukan fakta bahwa lukisan yg berjudul "Portrait of a Nobleman with Dueling Gauntlet" tersebut ternyata dibuat pada tahun 1562 di Italia. Bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi?
Pada zaman Holywood & teori konspirasi ini, teorinya dapat bermacam-macam. Seorang blogger rahasia yg imajinatif & gandrung dengan analisa mungkin akan mengajukan 2 teori yg dianggap paling mungkin, yaituGaluppo adalah seorangVampireatauseorang Time Traveler


Dalam kasus Galuppo, penjelasan yg paling mungkin adalah:Semua ini hanyalah kebetulan.

Tidak ada Time Traveler, tidak ada Vampire. Yang ada hanyalah seorang pria yg hidup pada zaman pertengahan & seorang mahasiswa zaman ke-21 dari Philadelphia yg kebetulan memiliki paras yg mirip.

Manusia memiliki gen yg sama. Namun dalam gen tersebut, terdapat instruksi berbeda yg menciptakan setiap manusia, bahkan yg paling mirip sekalipun, memiliki perbedaan. Warna rambut, warna kulit, bentuk wajah, bentuk telinga ataupun ciri-ciri lain, semuanya dibentuk oleh instruksi genetik ini.

Saat ini populasi manusia di dunia sudah menyentuh angka 7 milyar. Wajar kalau ada beberapa manusia yg memiliki paras yg sangat mirip. Ada yg menyebutkan kalau kita memiliki 7 kembaran. Ada yg mengatakan 9. Namun tidak ada yg pernah benar-benar menelitinya. Bagi sains, kesamaan dalam paras manusia adalah hal yg wajar.

Kesamaan ini juga dapat kita jumpai pada musik. Hanya ada 7 not dasar, namun dari sini jutaan lagu tercipta. Jika kita menemukan satu atau dua yg mirip, maka hal itu bukanlah sesuatu yg aneh.

Jika kita menghitung populasi manusia mulai dari titik nol maka probabilitas kesamaan itu semakin meningkat.Population Reference Bureau, sebuah organisasi yg meneliti soal populasi dari Amerika, pernah menciptakan sebuah hitungan kasar mengenai total populasi manusia yg pernah lahir ke dunia ini.

Dengan mengpakai anggapan kalau pasangan manusia perdana (dua orang) di dunia ini ada sejak tahun 50.000 Sebelum Masehi, maka total jumlah manusia yg pernah lahir ke dunia ini adalah 107.602.707.791. Atau lebih dari 107 milyar.

Dengan mengatakan lain, bukanlah sesuatu yg aneh kalau kita menemukan orang lain di masa lampau memiliki kemiripan paras dengan kita.

Apalagi dalam kasus Galuppo.

Ketika ia meneliti lebih jauh tentang silsilah keluarganya, ia menemukan kalau keluarga dari pihak ayahnya berasal dari Florence, cuma berjarak sekitar 10 mil dari kota Emilia, tempat lukisan itu dibuat. Ada kemungkinan kalau pria di dalam lukisan tersebut memang memiliki hubungan darah dengannya.

Francois Brunelle, seorang fotografer dari Kanada pernah menciptakan sebuah proyek untuk menemukan orang-orang yg mirip di dunia ini (Media menyebutnyadoppleganger- sebuah istilah yg sebenarnya kurang tepat untuk diterapkan dalam kasus ini).

Brunelle menemukan banyak orang yg tidak memiliki hubungan darah, namun memiliki kesamaan paras yg menakjubkan. Misalnya, Sophie Cadieux, 29 tahun, & Catherine Trudeau, 31 tahun. Keduanya aktris dari Kanada.

"Lucunya, orang-orang seringkali menganggap kami adalah orang yg sama." mengatakan Trudeau. "Lagipula kami berdua sama-sama aktris." Lanjut Cadieux.

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?

Mereka berdua terlihat takjub dengan kesamaan itu.

Namun terkadang orang lain dapat memiliki respon yg berbeda dengan Cadieux & Trudeau. Brunelle menceritakan kalau ada orang yg kemudian menolak difoto karena mengetahui mereka memiliki "kembaran". Menurut Brunelle, mungkin ketika mengetahui hal ini, ego mereka terguncang & jati dirinya sedikit goyah.

Berikut contoh lain mereka yg dipotret oleh Brunelle:

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?


Sylvie Gagnon & Caroline Dhavernas

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?


Rudi Kistler & Maurus Oehman​

Mereka tidak memiliki hubungan darah, namun memiliki kesamaan fitur paras yg luar biasa.

Sedangkan kesamaan paras dengan orang-orang yg pernah hidup di masa lampau, ternyata bukan cuma dialami oleh Galuppo.

Contohnya seperti yg terlihat berikut ini.

Orang di sebelah kiri foto di bawah ini adalah Vsevolod Mikhailovich Garshin, seorang penulis Rusia yg hidup pada zaman ke-19. Sedangkan yg di sebelah kanan adalah seorang komedian Amerika Serikat, Jon Stewart.

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?

Berikut (sebelah kiri) adalah sebuah lukisan dari seorang pria yg dibuat tahun 1835 oleh seniman Denmark, Christen Kbke. Sedangkan pria di sebelah kanan adalah aktor Amerika Serikat,John Krainsi

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?

Lalu, sebagai Intermezo,lukisan di bawah ini dibuat tahun 1544 oleh George Pencz. Bisakah kalian menyebutkan nama tokoh masa kini yg menyerupai wajahnya?

Apakah kita memiliki "kembaran " di dunia ini?

Jika kita melihat foto-foto di atas, ada satu hal yg menarik. Apabila kita memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, kita dapat menemukan banyak detail yg sesungguhnya tidak sama persis. Ini menunjukkan kalau pengenalan akan paras sebenarnya juga banyak dipengaruhi oleh persepsi. Itulah sebabnya mengapa Brunelle memotret pasangan-pasangan "kembar" itu dalam format hitam putih. Hal ini dilakukan supaya disparitas detail yg dapat mengacaukan persepsi kita dapat diminimalisir.

Contoh campur tangan persepsi yg lain adalah kemiripan yg dapat terlihat pada dua orang sahabat atau sepasang suami istri.

Ketika dua orang sahabat menjalin hubungan yg cukup lama, mereka akan cenderung mengikuti satu sama lain. Entahkah ekspresi wajah, cara tersenyum atau cara meringis. Ini menciptakan paras mereka terlihat sedikit mirip & persepsi kita akan memperbesar kemiripan tersebut. Hal ini juga menunjukkan kalau kita mengenali paras seseorang secara holistik (menyeluruh) & bukan dari detail-detail kecil.

Sumber


Hari ini 00:50
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.