Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
RilisnyaNo Time to Die(2021) sebagai film James Bond ke-25 sekaligus sebagai penutup Daniel Craig sebagai James Bond. Daniel Craig memulai karakternya sebagai James Bond di film Casino Royale (2006) & berlanjut ke empat film berikutnya.
Daniel Craig merupakan pengganti dari Pierce Brosnan & mengembalikan tradisi James Bond berkebangsaan Inggris. Pierce Brosnan merupakan orang Irlandia & Timothy Dalton adalah orang Wales.
Berakhirnya Daniel Craig sebagai James Bond tentu melahirkan banyak spekulasi siapakah aktor yg akan menggantikan dirinya. Banyak nama yg muncul seperti Tom Hardy, Tom Hiddleston bahkan Tom Holland pun ikut disebut kalau James Bond akan dibuat versi mudanya.
Yang menarik adalah ketika ada nama Edris Elba, Henry Golding, John Boyega & Dev Patel. Mereka bukanlah orang-orang berkulit putih & tentu saja hal ini jadi polemik. Beberapa menyebutkan bahwa sekarang hidup di zaman post-modern sehingga tidak masalah kalau Bond tidak harus dimainkan oleh orang kulit putih, & tentu saja bagi fans puritan James Bond mengatakan Bond haruslah orang kulit putih & asli Inggris.
James Bond & pengalaman Ian Flemming sebagai agen intelijen
Sebelum kita beranjak ke topik apakah James Bond dapat berkulit hitam? Kita harus tarik mundur dulu ke sejarah penciptaan tabiat James Bond. Ian Fleming selain sebagai seorang penulis, ia juga bergabung di Divisi Intelijen Angkatan Laut Inggris di masa Perang Dunia ke-2. Dilansir dari lamanThe RakeIan Fleming pernah menjalani operasi spionase bernama Goldeneye untuk mensabotase praktik fasis di Spanyol.
Setelah Perang Dunia ke-2 berakhir, Ian Fleming memutuskan untuk menciptakan karya berdasarkan pengalamannya ketika masih di divisi intelijen tersebut. Ia akhirnya menciptakan tabiat James Bond.
Inspirasi tabiat James Bond berdasarkan dari rekan-rekannya & juga kakaknya, Letnan Kolonel Robert Peter Fleming, yg pernah bertugas di Yunani & Norwegia pada masa perang. Ian Fleming menyebutkan bahwa tabiat James Bond adalah kombinasi dari semua agen mata-mata & tipe komando yg beliau temui semasa perang.
Nama James Bond sendiri menurut Ian Fleming karena ia mengharapkan nama yg sederhana & gampang untuk diingat. Kode 007 dipilih oleh Ian sebagai referensi dari salah satu kode rahasia telegram Jerman yg berhasil dipecahkan oleh intelijensi Inggris. Kode tersebut adalah 0075 yg akhirnya menciptakan Amerika Serikat ikut berperang di Perang Dunia ke-2.
Karakteristik secara fisik James Bond oleh Ian Fleming disamakan dengan penyanyi Hoagy Carmichael. Di novel Casino Royale tabiat Vesper Lynd menyebutkan bahwa James Bond mirip seperti penyanyi Hoagy Carmichael yg tentu saja memiliki paras berkulit putih.
James Bond sebagai lambang imperialisme Inggris
Penggambaran James Bond di tangan Ian Fleming seperti memberi sinyal atas keresahan Ian kepada negaranya. Inggris sebelum adanya Perang Dunia diakui sebagai negara yg hampir menguasai seluruh dunia. Inggris memiliki banyak daerah jajahan & jadi negara imperialis yg disegani. Pamor tersebut mulai terkikis setelah kebangkitan negara Amerika Serikat.
Dalam hal militer pun Inggris seperti di bawah bayang-bayang Amerika Serikat khususnya dalam dominasinya di Perang Dunia perdana maupun kedua. Bahkan di Perang Dharap sekalipun citra Inggris tenggelam oleh Amerika Serikat. Orang lebih menyebut Perang Dharap sebagai perang antara Amerika Serikat & Uni Soviet daripada Inggris & Uni Soviet. Banyak negara di bawah jajahan Inggris satu persatu menyatakan kemerdekaannya seperti India, Selandia Baru, Skotlandia, Wales, Jamaika, Mesir, Kanada & Australia.
Ian Fleming merasa bahwa Inggris tidak lagi sebagai negara adidaya seperti dulu. Oleh karena itu ia pun menciptakan tabiat James Bond sebagai tabiat mata-mata super yg berhasil menggagalkan rencana berbahaya dari Uni Soviet. James Bond adalah agen imperialis. James Bond adalah orang Inggris yg berhasil menguasai dunia dengan cara menyelamatkan permasalahan yg mengancam banyak jiwa.
Bisa diartikan bahwa James Bond adalah Inggris seutuhnya. Karakterisasi James Bond yg suka minum martini, mobil mewah & perempuan seperti perlambangan Inggris zaman Imperialis yg sering minum minuman mewah & bermain perempuan sebagai bentuk supremasinya.
James Bond bahkan di ceritanya justru sering dibutuhkan bantuannya untuk menolong Amerika Serikat lewat agen CIA bernama Felix Leiter. Oleh Ian, Amerika sering kewalahan ketika menghadapi serangan dari Uni Soviet hingga akhirnya James Bond turun tangan & segala marabahaya itu usai.
James Bond perlambangan supremasi kulit putih
Dengan segala karakteristik yg disebutkan di atas & perlambangannya sebagai agen imperialis tak dapat dipungkiri bahwa James Bond merupakan perlambangan dari supremasi kulit putih. Bahkan ada beberapa penggambaran di novel maupun di filmnya yg menggambarkan James Bond sebagai orang yg rasis.
Film Live and Let Die (1973) James Bond mendapatkan misi untuk menggagalkan misi Dr. Kananga, diktaktor dari kepulauan Karibia, memonopolisasi penjualan heroin. Penggambaran orang-orang kulit hitam di film diidentikkan sebagai orang tidak beradab & liar.
Novel Goldfinger (1959) menyebutkan kutipan yg tak kentara bentuk rasis tersebut. Ian Flemming menuliskanBond intended to stay alive on his own terms. Those terms included putting Oddjob and any other Korean firmly in his place, which, in Bonds estimation, was rather lower than apes in the mammalian hierarchy.
Dari kutipan novel tersebut dapat diasumsikan bahwa James Bond sebagai seorang penyelamat berkulit putih tempatnya adalah di atas kera dalam hirarki mamalia. Oddjob yg berkebangsaan Korea dianggap tempatnya setara dengan kera.
Penggambaran James Bond di novel garapan Ian Fleming secara implisit menyebutkan bahwa James Bond bertarung atas nama kejayaan Raja & Ratu Inggris dengan pergi ke negara bekas jajahannya & menembaki orang-orang non-kulit putih & meniduri perempuan non-kulit putih. Sedikit brutal tetapi hal itu terlihat adanya di novel-novel garapan Ian Fleming.
Apakah dapat James Bond bukan berkulit putih?
Di era postmodern saat ini, ada banyak karakter-karakter yg berubah dari karakteristik sebelumnya. Baik itu secara kulit maupun tipe kelamin. Heimdall dalam film Thor (2011) yg dimainkan oleh Idris Elba sebenarnya kalau dalam komik adalah dewa berkulit putih atau Ancient One di dalam film Doctor Strange (2016) bentuk asli di komik adalah seorang pria Tionghoa yg sudah tua berubah jadi perempuan berkulit putih yg diperankan oleh Tilda Swinton.
Hingga akhirnya munculah suatu opini, apakah James Bond dapat tidak harus berkulit putih atau dalam mengatakan lain apakah orang Asia, Afrika, Amerika Latin dapat berperan sebagai James Bond? Sontak opini tersebut menarik perhatian banyak orang & menyebabkan adanya gerakan bahwa harus ada Black James Bond, Asian James Bond atau James Bond Latin.
Sederet nama-nama aktor pun muncul seperti Idris Elba, Jihn Boyega, Henry Golding & Dev Patel. Barbara Broccoli, pemegang hak paten James Bond pun memberi sinyal (meski masih tersirat) bahwa James Bond dapat diperankan oleh rasa manapun.
Idris Elba sedari tahun 2012 sering diunggulkan untuk jadi pengganti Daniel Craig hingga sekarang. Elba akhirnya memberi sinyal bahwa ia tidak akan jadi James Bond. Dilansir dari lamanGQ, Elba beranggapan bahwa James Bond sudah kuat budayanya sebagai lambang orang-orang kulit putih. Elba tidak mau kalau pada akhirnya ia disebut sebagai Black James Bond karena pada akhirnya James Bond memang milik orang kulit putih.
John Boyega juga memberikan sinyal enggan meskipun ia tertarik untuk jadi James Bond. Dilansir dari lamanPeople, Boyega mengatakan bahwa James Bond sudah begitu kuat citranya sebagai orang kulit putih & akan terasa aneh kalau orang kulit hitam memainkannya.
Jika pun ada niatan untuk benar-benar mengubah citra James Bond sebagai orang kulit non-putih mungkin itu akan mengurangi citra James Bond yg rasis, itu dapat saja terjadi. Tapi apakah tabiat yg sudah melekat sebegitu lamanya hingga ia pun ikut bergandengan tangan dengan Ratu Elizabeth II di pembukaan Olimpiade London dapat berubah? Tentu hal itu akan menarik kalau narasi tersebut memang benar-benar diwujudkan oleh Barbara Broccoli. Tidak menutup kemungkinan juga James Bond dapat juga berubah jadi seorang perempuan bukan?
Siapa aktor yg menurut kalian cocok jadi James Bond selanjutnya?
Untuk berbagai pembahasan menarik & update terbaru dunia hiburan, kunjungi Cultura.id! Hari ini 11:12