Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Apakah Healing Selalu Tentang Travelling?
Kata "healing" atau "self healing" sudah jadi mainstream khususnya dikalangan generasi milenial. Kata ini sih sebenarnya tidak muncul begitu saja, melainkan ada latar belakang yg jadi penyebabnya. Apalagi kalau bukan keruwetan perduniawian, dapat karena soal asmara & dunia perbucinan, dapat karena stres akibat dunia pekerjaan & karir yg membosankan, dapat juga karena faktor ekonomi yg diakibatkan oleh jobless. Semua hal diatas menciptakan semua orang seakan menghadapi keadaan yg sering dalam tekanan sehari-harinya. Masalah satu belum dapat dipecahkan, eh malah muncul masalah baru yg bahkan lebih rumit dari masalah sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini diperlukan semacam pendharapan pikiran yg sekiranya sanggup meredam ribetnya situasi.
Pada mulanya istilah ini tidak begitu populer & mungkin cuma diketahui oleh kalangan tertentu saja semisal mereka yg berkecimpung di bidang psikologis atau kesehatan mental. Perkembangan sosial media lah yg kemudian menciptakannya berkembang bak jamur di musim hujan. Sedikit saja kena masalah, self healing lah solusinya. Sedikit saja bad mood sama pasangan, self healing lah mood boosternya.
Belakangan ini, makna dari self healing itu sendiri malah jadi kabur. Pada mulanya, istilah yg cuma diketahui dalam dunia psikologis ini cuma mengacu pada upaya penyembuhan pada orang yg menderita gangguan kejiwaan atau masalah kesehatan mental kini bergeser & terkesan menyempitkan maknanya. Istilah ini malah kemudian diasosiasikan dengan refreshing atau having fun, yg mana satu-satunya cara untuk mengimplementasikannya adalah dengan liburan/jalan-jalan atau dalam bahasa Inggris disebut travelling.
Pemandangan mengasosiasikan self healing dengan travelling ini sudah jadi suguhan yg masif, khususnya di akun-akun media sosial para kaum muda, yg mana beberapa akbar dari mereka identik dengan rebahan & menghabiskan beberapa akbar waktunya dengan mengutak-atik smartphone. Lalu, apakah benar self healing sering identik dengan liburan? Apakah satu-satunya cara self healing cuma dengan liburan atau jalan-jalan? Jawabannya adalah tidak. Tentu saja self healing sangat bermanfaat & menolong kita dalam memulihkan pikiran & perasaan yg sedang gundah gulana. Namun, daripada menyempitkan opsi mengerjakannya cuma dengan travelling, ada baiknya coba beberapa hal ini yg mungkin saja lebih efektif. Apa saja? Berikut beberapa opsi yg dapat anda ambil.
1. Sementara Waktu Off Dulu Dari Sosial Media
Coba deh barangkali untuk beberapa kedepan anda jangan dulu bermedsos, atau setidaknya anda mulai mengurangi intensitas penggunaan sosial media dari biasanya. Mungkin saja sumber dari masalah kegundahan anda adalah sosial media. Matikan sejenak notifikasi akun anda. Kalau perlu uninstall dulu aplikasinya untuk sementara. Gunakan waktu anda untuk lebih banyak beraktivitas di luar rumah semacam olahraga atau sekedar mengerjakan pekerjaan ringan di rumah.
2. Perbanyak Istirahat & Maksimalkan Tidur
Tidak menutup kemungkinan kelelahan pikiran yg anda alami juga disebabkan oleh kelelahan otot atau tubuh anda. Terlalu jarang beristirahat serta jam tidur yg tidur yg tidak teratur dapat menyebabkan otak tidak fokus & emosi jadi tidak stabil & akan berdampak pada kemampuan anda mengendalikan diri & jadi mudah tersinggung atau marah.
3. Dekatkan Diri Dengan Sang Pencipta
Sebagai umat beragama & percaya akan adanya Tuhan, sudah semestinya anda harus melibatkan Tuhan yg sudah menciptakan kita semua dalam meminta petunjuk, pertolongan & memberi jalan keluar atas segala masalah yg menimpa anda. Dengan semakin intensnya anda mengerjakan ini, saya rasa semakin tereduksi pula kekesalan & kejengkelan di hati anda. Kalau anda orang yg beragama Islam, mungkin wujud nyata dari cara ini adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an & mempertahankan sholat supaya kualitasnya lebih baik lagi.
Pendek kata, travelling bukanlah satu-satu jawaban atas masalah self healing. Bahkan mungkin saja sama sekali tidak menolong untuk memulikan keadaan. Jadilah generai saat ini yg mengisi kehidupan untuk hal-hal yg bermanfaat.
Semoga bacaan ini bermanfaat & menambah wawasan untuk kita semua. Kemarin 23:53
Kata "healing" atau "self healing" sudah jadi mainstream khususnya dikalangan generasi milenial. Kata ini sih sebenarnya tidak muncul begitu saja, melainkan ada latar belakang yg jadi penyebabnya. Apalagi kalau bukan keruwetan perduniawian, dapat karena soal asmara & dunia perbucinan, dapat karena stres akibat dunia pekerjaan & karir yg membosankan, dapat juga karena faktor ekonomi yg diakibatkan oleh jobless. Semua hal diatas menciptakan semua orang seakan menghadapi keadaan yg sering dalam tekanan sehari-harinya. Masalah satu belum dapat dipecahkan, eh malah muncul masalah baru yg bahkan lebih rumit dari masalah sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini diperlukan semacam pendharapan pikiran yg sekiranya sanggup meredam ribetnya situasi.
Pada mulanya istilah ini tidak begitu populer & mungkin cuma diketahui oleh kalangan tertentu saja semisal mereka yg berkecimpung di bidang psikologis atau kesehatan mental. Perkembangan sosial media lah yg kemudian menciptakannya berkembang bak jamur di musim hujan. Sedikit saja kena masalah, self healing lah solusinya. Sedikit saja bad mood sama pasangan, self healing lah mood boosternya.
Belakangan ini, makna dari self healing itu sendiri malah jadi kabur. Pada mulanya, istilah yg cuma diketahui dalam dunia psikologis ini cuma mengacu pada upaya penyembuhan pada orang yg menderita gangguan kejiwaan atau masalah kesehatan mental kini bergeser & terkesan menyempitkan maknanya. Istilah ini malah kemudian diasosiasikan dengan refreshing atau having fun, yg mana satu-satunya cara untuk mengimplementasikannya adalah dengan liburan/jalan-jalan atau dalam bahasa Inggris disebut travelling.
Pemandangan mengasosiasikan self healing dengan travelling ini sudah jadi suguhan yg masif, khususnya di akun-akun media sosial para kaum muda, yg mana beberapa akbar dari mereka identik dengan rebahan & menghabiskan beberapa akbar waktunya dengan mengutak-atik smartphone. Lalu, apakah benar self healing sering identik dengan liburan? Apakah satu-satunya cara self healing cuma dengan liburan atau jalan-jalan? Jawabannya adalah tidak. Tentu saja self healing sangat bermanfaat & menolong kita dalam memulihkan pikiran & perasaan yg sedang gundah gulana. Namun, daripada menyempitkan opsi mengerjakannya cuma dengan travelling, ada baiknya coba beberapa hal ini yg mungkin saja lebih efektif. Apa saja? Berikut beberapa opsi yg dapat anda ambil.
1. Sementara Waktu Off Dulu Dari Sosial Media
Coba deh barangkali untuk beberapa kedepan anda jangan dulu bermedsos, atau setidaknya anda mulai mengurangi intensitas penggunaan sosial media dari biasanya. Mungkin saja sumber dari masalah kegundahan anda adalah sosial media. Matikan sejenak notifikasi akun anda. Kalau perlu uninstall dulu aplikasinya untuk sementara. Gunakan waktu anda untuk lebih banyak beraktivitas di luar rumah semacam olahraga atau sekedar mengerjakan pekerjaan ringan di rumah.
2. Perbanyak Istirahat & Maksimalkan Tidur
Tidak menutup kemungkinan kelelahan pikiran yg anda alami juga disebabkan oleh kelelahan otot atau tubuh anda. Terlalu jarang beristirahat serta jam tidur yg tidur yg tidak teratur dapat menyebabkan otak tidak fokus & emosi jadi tidak stabil & akan berdampak pada kemampuan anda mengendalikan diri & jadi mudah tersinggung atau marah.
3. Dekatkan Diri Dengan Sang Pencipta
Sebagai umat beragama & percaya akan adanya Tuhan, sudah semestinya anda harus melibatkan Tuhan yg sudah menciptakan kita semua dalam meminta petunjuk, pertolongan & memberi jalan keluar atas segala masalah yg menimpa anda. Dengan semakin intensnya anda mengerjakan ini, saya rasa semakin tereduksi pula kekesalan & kejengkelan di hati anda. Kalau anda orang yg beragama Islam, mungkin wujud nyata dari cara ini adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an & mempertahankan sholat supaya kualitasnya lebih baik lagi.
Pendek kata, travelling bukanlah satu-satu jawaban atas masalah self healing. Bahkan mungkin saja sama sekali tidak menolong untuk memulikan keadaan. Jadilah generai saat ini yg mengisi kehidupan untuk hal-hal yg bermanfaat.
Semoga bacaan ini bermanfaat & menambah wawasan untuk kita semua. Kemarin 23:53