Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
https://dl.kaskus.id/t-2.tstatic.net/tribunnewswiki/foto/bunk/images/viral-tagih-utang-coret-dinding-nasabah-bayar-utangmu.jpg
Saya cukup sering melihat orang yg ketakutan saat debt collector datang untuk menagih hutang-hutang mereka yg sudah jatuh tempo. Orang-orang yg biasanya bertampang sangar & bertubuh akbar itu memang tidak memiliki reputasi yg baik di mata masyarakat & isu sekaligus kesan yg mereka tampilkan memang mendukung reputasi buruk tersebut.
Debt collector di sinetron atau film sering kali diperlihatkan sebagai sosok kejam yg tak segan mengpakai kekerasan demi mendapatkan uang dari orang yg menunggak & itu saja cukup untuk menciptakan orang-orang tak mau berurusan dengan mereka tetapi apakah debt collector memang seburuk itu?
Debt collector alias penagih hutang adalah orang yg akan datang mencari nasabahnya kalau (dan cuma jika) hutang sudah jatuh tempo. Biasanya debt collector dipakai untuk menagih uang secara paksa karna nasabah tidak sanggup membayar atau memang tidak mau membayar.
Mari kita tekankan poin pentingnya disini, debt collector menagih hutang karna hutangnya tidak dibayar. Penggunaan debt collector dalam menagih hutang seratus persen dapat dimengerti karna di dunia ini banyak sekali orang yg saat hutangnya ditagih malah lebih galak dibanding yg menagih hutang. Wajar kan kalau pemberi hutang menyewa orang yg lebih galak supaya uangnya kembali?
Namun anehnya ada saja orang yg melapor pada polisi karna dikejar-kejar debt collector. Emangnya salah siapa hingga Kamu dikejar debt collector? Kan Kamu yg minjam uang. Kecuali kalau Kamu kena tipu hingga harus menanggung hutang maka wajar kalau lapor polisi.
Lalu apakah debt collector itu memang 'kejam' dalam menagih hutang?
Well, semua pekerjaan pasti ada bagian yg nggak enak nya. Kalau bagian kejamnya saya ngerasa kalau itu cuma tuntutan pekerjaan. Jika diminta baik-baik tidak dibayar juga maka mau nggak mau harus pakai kekerasan. Bukannya tidak bersimpati atau tidak merasa kasihan, cuma saja yg namanya hutang memang harus dibayar.
Debt collector bukanlah penjahat. Mereka cuma menagih apa yg memang jadi bagian dari pekerjaan mereka namun keberadaannya sering kali dianggap meresahkan layaknya preman. Rasanya memang tidak adil namun begitulah hidup, kalau tak harap didatangi debt collector maka bayarlah hutang tepat waktu & kalau tidak mau jadi debt collector maka belajarlah dengan giat sejak muda.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumber Hari ini 17:19
Saya cukup sering melihat orang yg ketakutan saat debt collector datang untuk menagih hutang-hutang mereka yg sudah jatuh tempo. Orang-orang yg biasanya bertampang sangar & bertubuh akbar itu memang tidak memiliki reputasi yg baik di mata masyarakat & isu sekaligus kesan yg mereka tampilkan memang mendukung reputasi buruk tersebut.
Debt collector di sinetron atau film sering kali diperlihatkan sebagai sosok kejam yg tak segan mengpakai kekerasan demi mendapatkan uang dari orang yg menunggak & itu saja cukup untuk menciptakan orang-orang tak mau berurusan dengan mereka tetapi apakah debt collector memang seburuk itu?
Debt collector alias penagih hutang adalah orang yg akan datang mencari nasabahnya kalau (dan cuma jika) hutang sudah jatuh tempo. Biasanya debt collector dipakai untuk menagih uang secara paksa karna nasabah tidak sanggup membayar atau memang tidak mau membayar.
Mari kita tekankan poin pentingnya disini, debt collector menagih hutang karna hutangnya tidak dibayar. Penggunaan debt collector dalam menagih hutang seratus persen dapat dimengerti karna di dunia ini banyak sekali orang yg saat hutangnya ditagih malah lebih galak dibanding yg menagih hutang. Wajar kan kalau pemberi hutang menyewa orang yg lebih galak supaya uangnya kembali?
Namun anehnya ada saja orang yg melapor pada polisi karna dikejar-kejar debt collector. Emangnya salah siapa hingga Kamu dikejar debt collector? Kan Kamu yg minjam uang. Kecuali kalau Kamu kena tipu hingga harus menanggung hutang maka wajar kalau lapor polisi.
Lalu apakah debt collector itu memang 'kejam' dalam menagih hutang?
Well, semua pekerjaan pasti ada bagian yg nggak enak nya. Kalau bagian kejamnya saya ngerasa kalau itu cuma tuntutan pekerjaan. Jika diminta baik-baik tidak dibayar juga maka mau nggak mau harus pakai kekerasan. Bukannya tidak bersimpati atau tidak merasa kasihan, cuma saja yg namanya hutang memang harus dibayar.
Debt collector bukanlah penjahat. Mereka cuma menagih apa yg memang jadi bagian dari pekerjaan mereka namun keberadaannya sering kali dianggap meresahkan layaknya preman. Rasanya memang tidak adil namun begitulah hidup, kalau tak harap didatangi debt collector maka bayarlah hutang tepat waktu & kalau tidak mau jadi debt collector maka belajarlah dengan giat sejak muda.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumber Hari ini 17:19