• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apakah Budaya di Indonesia ini perlu Ditinggalkan?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
-125 -
Selamat Datang di Threadku
Aah, Berbicara tentang Indonesia memang tidak pernah ada habisnya. Dari Sabang hingga Marauke ada saja kebudayaan yg istimewa dari masing-masing daerah, & tentu saja kita (katanya) bangga dengan kebudayaan yg dimiliki ini. Akan tetapi tentu saja setiap kebudayaan akan termakan oleh zaman & moderenisasi, tak usah berpura-pura melestarikan dengan dalih sayang budaya, karena memang ada budaya yg dalam opini ts memang perlu ditinggalkan.

Dalam hal ini maksud ts adalah budaya tradisional. Mungkin beberapa orang yg sangat konservatif akan menolak ide ini, namun mari kita bahas saja, karena ini adalah sebuah opini.

Tradisi Pemakaman Toraja
Apakah Budaya di Indonesia ini perlu Ditinggalkan?

"Mau dikubur aja kok mahal?" setidaknya itu yg ada dipikiran ts ketika mendengar pemakaman Toraja. Tradisi Pemakaman toraja adalah sebuah tradisi yg jadi daya tarik wisata oleh orang-orang, para turis pun berdatangan ke tempat ini untuk melihat tradisi ini. Yang jadi menarik tentu saja salah satu upacaranya yaitu upacara Rambu Solo yg dilakukan selama lima hari & harus menyediakan 24-100 ekor sapi & babi, tergantung stratanya. ini karena kepercayaan orang sana yg bilang akan ada kemalangan kepada yg sudah meninggal. ini adalah kepercayaan mereka. Tak jarang sekali upacara ini biaya yg dikeluarkan dapat mencapai 4-5 milyar Rupiah.

Yap dari total biaya yg wow tersebut dapat dibilang cuma keluarga kaya yg sanggup mengerjakannya, tetapi tahu kah gansis sekalian bahwa ada loh keluarga yg tidak melaksanakan pemakaman tersebut & mayat dari keluarga mereka tidak ditempatkan di tempat pemakamannya, yaitu sebuah gua, cuma karena tidak ada biaya. Jadinya yah mayat yg diawetin tersebut nongkrong di rumah mereka, ts tahu dari stand up nya si pandji, coba cari aja dah.
Tapi ini adalah kepercayaan mereka yg masih percaya dengan roh nenek moyang & adat-istiadat luhur.

Belis
Apakah Budaya di Indonesia ini perlu Ditinggalkan?

Yap dari Sulawesi kita beranjak nih ke NTT. Di daerah ini ada tradisi bernama belis. Belis merupakan salah satu budaya yg terkenal di sana. Belis adalah bentuk mahar yg sangat mahal yg ditujukan kepada pihak perempuan ketika lelaki melamarnya. ts masih kurang begitu paham sih, mahar yg gansis pikirkan mungkin seperangkat alat sholat & uang sekian, tetapi di NTT belis memiliki nilai yg cukup tinggi & sanggup mencapai ratusan juta atau dapat berupa hewan kuda, kerbau ataupun sapi. sehingga beberapa orang berpikir bahwa belis cuma menjadikan wanita sebagai objek bisnis belaka. Orang NTT nya menganggap ini sebagai penghargaan kepada wanita karena wanita adalah yg hamil & melahirkan & merawat anak-anak.

Terdapat isu yg mulai tidak enak didengar di NTT sendir gansis sekalian. Semakin seorang wanita itu berpendidikan yah semakin tinggi pula belisnya, jadi kaya biaya timbal balik lah belis itu. yap wanita jadi sepert barang komoditas gitu, yg dinilai dengan uang, kalau lulusan SMA segini, kalau S3 yah segini. iya, iya ts ngerti kalau merawat anak perempuan baik itu perjuangannya minta ampun & ngehabisin biaya, tetapi apa gak lihat juga kah seorang lelaki juga pastinya akan banting tulang untuk kehidupan rumah tangganya. & juga lelaki yg berkualitas juga dirawat & dibesarkan pakai uang dong. Jadi evaluasi seorang wanita itu baik atau buruk berdasarkan nilai uang/belis kayaknya sudah tidak layak, karena kepribadian seseorang itu tak pernah dapat dinilai dengan harta. Tapi kalau pihak lelaki merasa itu pantas-pantas saja yah silahkan lah, toh itu budayamu.

Koteka
Apakah Budaya di Indonesia ini perlu Ditinggalkan?

Mari ke papua, tanah kaya yg katanya pengen pisah dari Indonesia. whatever dude. Koteka adalah salah satu benda dari papua yg dipakai untuk menutupi kemaluan lelaki di sana. bukan cuma itu gansis sekalian, selain penggunaan koteka pun, di papua sana masih ada loh wanita yg bertelanjang dada berjalan, mari sebut saja cara berpakaian mereka masih kuno.

Di zaman yg di mana penggunaan pakaian secara utuh dari kepala hingga kaki rasa-rasanya mengpakai koteka dirasa sudah terlalu ketinggalan zaman, mungkin orang-orang masih berpikir bahwa ini demi menjaga kelestarian tetapi sepertinya sudah tidak relevan lagi dengan zaman globalisasi di mana semuanya membaur. tetapi penggunaan koteka di papua sudah mulai berkurang sih & sangat banyak berkurang, cuma di wilayah terpencil saja yg masih mengpakainya. Seperti di Wamena. Agan mau pake?

Penutup
Dari sudut pandang orang luar seperti ts ini mungkin budaya-budaya di atas sudah tidak relevan & tidak perlu dipertahankan karena cuma merugikan diri sendiri apalagi di zaman modern dengan keterbukaan pikiran akan hal-hal yg baru, pemikiran-pemikiran konservatif adat ini dirasa tak perlu dipertahankan. Akan tetapi namanya kepercayaan yg sudah diwariskan turun menurun & menurut mereka luhur, ketika minta dihilangkan begitu saja pastinya merupakan sebuah penghinaan yg teramat sangat.
emoticon-Sundul

Terima kasih sudah menyimak
Sumber
Toraja
koteka
Belis​


Hari ini 11:24
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.