Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jadi begini gan, saat ini kita akan membahas hal yg ringan saja. Awalnya kan ane lagi ada dalam bus way, nah depan ane nih ada orang sedang nguap.
Tiba-tiba dismping ane ikut nguap, ehh taunya ane sendiri ikutan nguap. Jadi ada pertanyaan nih, apa bener nguap itu dapat menular?
Jadi ternyata hal ini udah banyak penelitian gan, bahwa ternyata memang nguap itu menular! Dan salah satunya itu dimuat dijurnal current biology.
Jadi mereka meneliti apa yg terjadi di otak seseorang ketika melihat orang lain menguap, para peneliti mengamati kepada 36 orang dewasa. Karena menurut jurnal current biology tahun 2017, para ilmuwan menyebut dorongan untuk menguap ketika Anda melihat orang lain mengerjakannya disebut echophenomenon. Dengan mengatakan lain, itu adalah tiruan otomatis dari orang lain.
Jadi penelitiannya 36 orang ini disuruh menonton video orang menguap, dengan kepalanya dipasang alat stimulasi magnetik transkranial (TMS).
Hasilnya ternyata cuma sedikit yg menolak untuk menguap, ketika diminta untuk menolak untuk menguap malah keharapan menguap malah semakin besar.
Loh kok aneh, emang kalau orang itu lebih suka jadi pembangkang kayaknya dibilang jangan malah itu yg dilakukan.
Di Universitas Pisa yg meneliti tentang menguap ternyata juga melibatkan emosi, jadi penularannya lebih cepat bila diantara keluarga, teman, kenalan baru orang asing.
Bisa dibilang fenomena penularan menguap ini adalah echophenomenon, nah kalau di Indonesia dapat kita lihat pada orang yg latah.
Ternyata penularan menguap ini tidak cuma terjadi pada manusia, bahkan dapat juga kepada hewan seperti anjing, & simpanse.
Makanya kalau ada simpanse nguap terus ente juga ikut nguap, berarti kedekatan emosi memang tidak memandang spesies.
Jadi kesimpulan yg diambil oleh para peneliti adalah, kecenderungan untuk menguap itu berdasarkan tingkat aktivitas otak di korteks motorik seseorang. Artinya begini, semakin banyak aktivitas di area otak tersebut, maka akan semakin akbar keharapan orang itu untuk menguap.
Karena berkaitan dengan emosi, maka semakin sedikit empati seseorang maka semakin sedikit penularan menguap akan terjadi.
Semoga informasi ini bermanfaat, bila berkenan silahkan diskusi, & candolnya.
Sumber klik, klik