Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber : wartakota.tribunnews.com
Berdasarkan apa yg saya pantengin di media sosial (medsos) akhir-akhir ini, saya seringkali baca postingan dari netizenyang katanya kita ini dibungkam oleh rezim. Ungkapan tersebut (katanya) diperkuat lagi dengan dibubarkannya organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) pada Rabu (30/12) kemarin.
OK, kita gak akan bahas kenapa FPI bubar & balik lagi ke masalah benar enggaknya kita dibungkam oleh rezim. Sering sekali saya nemu komentar di Twitter yg bilang kita ini sekarang sudah dibungkam rezim, terus ada juga yg bilang berpendapat di Indonesia makin susah aja lama-lama, "sekarang kita hidup di era otoriter", & masih banyak lagi tentunya ucapan-ucapan yg sejenis dengan itu.
Berkaca pada beberapa komentar di atas, kira-kira bener gak sih kita ini sudah dibungkam oleh rezim?
Jawaban
Sumber : twitter.com/mashary71
Well, kalo menurut saya, pernyataan kita sekarang dibungkam rezim & sejenisnya itu cukup ngaco sih. Kenapa? Karena selama saya mengkritik beberapa keblunderan pemerintah di media sosial, keesokan harinya saya baik-baik aja tuh. Gak ada tuh kejadian saya langsung didatengin polisi, intel nyaru tukang bakso, & sejenisnya pasca mengkritik.
Disamping itu, saya melihat netizen-netizenyang ngomong kita ini sekarang sudah dibungkam rezim, keesokan harinya pun dia tetep aman-aman aja tuh alias gak ada rasa tertekan sama sekali karena omongannya saban hari itu, bahkan beberapa dari mereka malah ketagihan tuh bikin cuitan ngata-ngatain pemerintah lagi, wkwkwk.
Ya jenaka aja sih, ngomong kita ini sekarang sudah dibungkam rezim, tetapi ngomongnya di media sosial yg notabenenya dipake juga oleh lembaga-lembaga pemerintah & aparat penegak hukum.
Sumber : regional.kompas.com
Kalopun ada yg bilang Tapi bang, di media-media, kita sering lho nemu kabar orang yg ditangkep polisi cuma karena ngata-ngatain pemerintah doang. Well, kalo menurut saya sih, itu cuma dapat terjadi kalo ada salah satu pihak yg ngelaporin si orang yg ngata-ngatain itu.
Seperti yg kita tau, pasal pencemaran nama baik yg berlaku di Indonesia tuh sifatnya delik aduan alias cuma dapat diproses kalau ada aduan dari pihak yg merasa tersakiti. Kalo si pihak yg merasa tersakiti itu gak ngelaporin polisi, ya orang itu gak bakalan ditangkep & dipenjara juga sampe kapanpun.
Pada intinya mah, kita gak usah lah takut berekspresi di media sosial. Selama apa yg kita hinggakan itu benar & tak menyinggung pribadi, buat apa juga kita takut? Iya gak?
Hari ini 17:01