Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Sudah tahun 2022, tetapi masih sering ada saja kasus per-ghosting-an. Saya jadi bertanya-tanya; sebenarnya apa sih yg menyebabkan seseorang itu jadi pelaku atau bahkan korban per-ghosting-an? Kalau berdasarkan Psychology Today, ada beberapa alasan seseorang mengerjakan tindakan ghosting. Alasannya dapat dari kenyamanan hingga keamanan. Seperti kebosanan, kehilangan minat, penurunan ketertarikan, adanya interaksi yg tidak menyenangkan hingga menyadari bahwa dirinya berada di suatu hubungan yg tidak aman.
Saya juga berpendapat, seseorang mengerjakan ghosting pada suatu hubungan itu mungkin saja dikarenakan ada part dalam diri pasangannya, entah itu karakter, prinsip, bahkan fisik yg tidak cocok dengannya. Tapi dia enggan melepas secara baik-baik atau membicarakannya terlebih dahulu. Mungkin karena tidak harap ada pihak yg tersinggung, atau bingung bagaimana membicarakannya. Jadi ditinggal begitu saja, & menyisakan pertanyaan bagi si korban. Namun rasanya, tetap saja orang pada umumnya tidak menyetujui ghosting sebagai suatu cara mengakhiri hubungan.
Tapi menurut saya, ada yg lebih parah daripada ghosting. Breadcrumbing. Yup, istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yg tidak bertujuan untuk membangun sebuah hubungan namun cuma menciptakan orang yg dirasa tertarik atau menarik bagi dia itu tidak lepas. Ya, semacam jalani aja tanpa komitmen gitu. Jika doi hari ini dapat chat panjang lebar, lalu seminggu kemudian menghilang & di hari lainnya tiba-tiba dia ngajak makan, dapat dipastikan anda berada di hubungan breadcrumbing. Pelakunya terlepas dari gender, dapat perempuan atau dapat laki-laki. Anehnya, pelaku seringkali tidak sadar kalau sudah mengerjakan breadcrumbing ini, ya meskipun ada yg sadar atau disengaja juga sih. Biasanya yg disengaja itu tujuannya untuk tarik ulur, modus, atau punya ketertarikan kepada anda tetapi tetap dapat membuka opsi ke orang lainnya.
Hubungan semacam ini sering menimbulkan pertanyaan Maunya apa sih?, tetapi juga sulit untuk menuntut kepastian darinya. Di sisi lain, kalian yg menjalaninya sama-sama nyaman. Bahkan anda juga tak jarang mencari perhatian darinya. Bahayanya adalah ketika anda terlanjur sayang padanya, dapat-dapat anda dimanfaatkan atau dikendalikan olehnya.
Jadi dapat dikatakan breadcrumbing lebih parah daripada ghosting. Karena kalau ghosting itu sudah jelas dia meninggalkan anda tanpa pamit, jadi anda pun sudah mengerti langkah apa yg selanjutnya diambil. Mulai buka hati untuk orang lain, sibuk memperbaiki diri, atau berhenti menjalin hubungan untuk sementara waktu dulu. Singkatnya, sudah tidak ada tanggungan atau beban hati. Sedangkan breadcrumbing ini penuh ketidakpastian, jadi anda dibuat bingung apa yg harus anda lakukan. Dibilang doi stay juga tidak, dibilang ditinggalin juga tidak. Stuck di hubungan yg menjebak & menggantung.
Sedikit solusi yg dapat dilakukan apabila anda berada di keadaan hubungan seperti ini adalah perdana jangan terlalu merespon, baper, apalagi bucin. Ingat, doi dapat mirip jailangkung alias datang & pergi kapanpun dia mau. Kedua, selain harus lebih tegas kepada diri sendiri, juga harus berani mempertegas kemana arah hubungan kalian. Jangan segan untuk bertanya atau mengkomunikasikan dengan doi kalau dirasa hubungan semacam ini sangat membebani.
Tulisan ini ditulis oleh Siti Rohiimaa di Cangkeman pada tanggal 14 Februari 2022. Hari ini 12:26