jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Katatonia adalah suatu gangguan medis psikomotor, artinya keadaan yang melibatkan hubungan antara fungsi mental dan gerakan tubuh. Katatonia mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dengan normal. Gejala paling umum adalah stupor yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk bergerak, berbicara, atau merespon rangsangan.
Akan tetapi, beberapa pasien dengan katatonia juga dapat mengalami gerakan berlebihan dan gelisah. Katatonia dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun. Kondisi ini dapat berulang kembali dalam beberapa minggu hingga tahun dari gejala yang pertama muncul.
Katatonia secara umum dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu retarded catatonia, excited catatonia, dan katatonia maligna.
1. Retarded catatonia
Retarded catatonia adalah jenis katatonia yang paling umum dan ditandai dengan gerakan tubuh yang lambat. Pasien dengan retarded catatonia seringkali menatap nanar ke langit-langit dan tidak berbicara. Retarded catatonia dikenal juga dengan sebutan katatonia akinetik.
2. Excited catatonia
Pasien dengan excited catatonia tampak gelisah dan tidak bisa diam. Pasien dapat terlibat dalam perilaku melukai diri. Kondiis ini dikenal juga dengan nama katatonia hiperkinetik.
3. Katatonia maligna
Pasien dengan katatonia maligna dapat mengalami delirium dan demam. Pasien juga dapat mengalami jantung berdebar dan tekanan darah tinggi.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab katatonia. Penyebab dari katatonia dapat berupa penyakit atau kondisi medis tertentu, obat – obatan dan kelainan otak.
Penyakit atau kondisi medis tertentu.
Gangguan perkembangan sistem saraf, penyakit psikotik, bipolar, depresi, dan kondisi medis lain seperti penyakit autoimun, defisiensi asam folat otak, dan kanker dapat menyebabkan kondisi ini, seperti:
1. Obat-obatan
Katatonia dapat menjadi efek samping obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit jiwa. Bila Anda mencurigai obat menjadi penyebab katatonia, segera cari pertolongan medis segera karena kondisi ini termasuk gawat darurat.
Penghentian obat seperti klozapin juga dapat menyebabkan katatonia.
2. Kelainan otak
Pemeriksaan pencitraan menunjukkan bahwa pasien dengan katatonia kronis memiliki kelainan pada otak. Berlebih atau kurangnya neurotransmitters (zat kimia pada otak) dapat menyebabkan katatonia. Misalnya dopamin atau gamma-aminobutyric acid (GABA).
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis katatonia. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lainnya perlu dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lainnya. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:
Pengobatan katatonia dapat dilakukan dengan obat-obatan atau electroconvulsive therapy (ECT).
1. Obat-obatan
Obat-obatan adalah cara mengobati katatonia yang paling awal. Jenis obat yang dapat digunakan antara lain Benzodiazepines, Pelemas otot dan Antidepresan trisiklik. Selain itu, obat seperti amobarbital, bromokriptin, karbamazepin, litium, hormon tiroid, dan zolpidem juga dapat disarankan tergantung pada kondisi pasien.
2. Electroconvulsive therapy (ECT)
Electroconvulsive therapy adalah pengobatan yang efektif untuk katatonia. Terapi ini dilakukan di rumah sakit di bawah pengawasan tenaga medis. Pada prosedur ini, mesin khusus akan mengirimkan kejut listrik pada pasien yang sudah terbius. Hal ini memicu terbentuknya kejang pada otak dalam semenit.Kejang ini dipercaya menyebabkan perubahan jumlah neurotransmitter otak yang dapat memperbaiki gejala katatonia.
Itulah yang akan terjadi jika Anda mengalami katatonia. Katatonia bukan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter. Anda bisa melakukan konsultasi melalui SehatQ jika gejala dari katatonia muncul.
Akan tetapi, beberapa pasien dengan katatonia juga dapat mengalami gerakan berlebihan dan gelisah. Katatonia dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun. Kondisi ini dapat berulang kembali dalam beberapa minggu hingga tahun dari gejala yang pertama muncul.
Katatonia secara umum dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu retarded catatonia, excited catatonia, dan katatonia maligna.
1. Retarded catatonia
Retarded catatonia adalah jenis katatonia yang paling umum dan ditandai dengan gerakan tubuh yang lambat. Pasien dengan retarded catatonia seringkali menatap nanar ke langit-langit dan tidak berbicara. Retarded catatonia dikenal juga dengan sebutan katatonia akinetik.
2. Excited catatonia
Pasien dengan excited catatonia tampak gelisah dan tidak bisa diam. Pasien dapat terlibat dalam perilaku melukai diri. Kondiis ini dikenal juga dengan nama katatonia hiperkinetik.
3. Katatonia maligna
Pasien dengan katatonia maligna dapat mengalami delirium dan demam. Pasien juga dapat mengalami jantung berdebar dan tekanan darah tinggi.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab katatonia. Penyebab dari katatonia dapat berupa penyakit atau kondisi medis tertentu, obat – obatan dan kelainan otak.
Penyakit atau kondisi medis tertentu.
Gangguan perkembangan sistem saraf, penyakit psikotik, bipolar, depresi, dan kondisi medis lain seperti penyakit autoimun, defisiensi asam folat otak, dan kanker dapat menyebabkan kondisi ini, seperti:
1. Obat-obatan
Katatonia dapat menjadi efek samping obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit jiwa. Bila Anda mencurigai obat menjadi penyebab katatonia, segera cari pertolongan medis segera karena kondisi ini termasuk gawat darurat.
Penghentian obat seperti klozapin juga dapat menyebabkan katatonia.
2. Kelainan otak
Pemeriksaan pencitraan menunjukkan bahwa pasien dengan katatonia kronis memiliki kelainan pada otak. Berlebih atau kurangnya neurotransmitters (zat kimia pada otak) dapat menyebabkan katatonia. Misalnya dopamin atau gamma-aminobutyric acid (GABA).
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis katatonia. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lainnya perlu dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lainnya. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:
- Bush-Francis Catatonia Rating Scale (BFCRS)
Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mendiagnosis katatonia. Skala ini memiliki 23 komponen yang diberi skor 0 sampai 3. Skor 0 berarti gejalanya tidak ada, sementara skor 3 berarti terdapat gejala.
- Pemeriksaan darah
Pemeriksaan darah dapat membantu mendeteksi gangguan elektrolit yang dapat menyebabkan gangguan fungsi mental. Emboli paru atau gumpalan darah di paru-paru dapat menyebabkan gejala katatonia, yang dapat dideteksi kadar d-dimer darah yang meningkat.
- Pemeriksaan pencitraan
Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI dapat membantu dokter melihat kondisi otak. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya tumor atau pembengkakan otak.
Pengobatan katatonia dapat dilakukan dengan obat-obatan atau electroconvulsive therapy (ECT).
1. Obat-obatan
Obat-obatan adalah cara mengobati katatonia yang paling awal. Jenis obat yang dapat digunakan antara lain Benzodiazepines, Pelemas otot dan Antidepresan trisiklik. Selain itu, obat seperti amobarbital, bromokriptin, karbamazepin, litium, hormon tiroid, dan zolpidem juga dapat disarankan tergantung pada kondisi pasien.
2. Electroconvulsive therapy (ECT)
Electroconvulsive therapy adalah pengobatan yang efektif untuk katatonia. Terapi ini dilakukan di rumah sakit di bawah pengawasan tenaga medis. Pada prosedur ini, mesin khusus akan mengirimkan kejut listrik pada pasien yang sudah terbius. Hal ini memicu terbentuknya kejang pada otak dalam semenit.Kejang ini dipercaya menyebabkan perubahan jumlah neurotransmitter otak yang dapat memperbaiki gejala katatonia.
Itulah yang akan terjadi jika Anda mengalami katatonia. Katatonia bukan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter. Anda bisa melakukan konsultasi melalui SehatQ jika gejala dari katatonia muncul.