Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gambar
Quote:
Covid-19 perdana menjangkiti manusia pada 2019 & mulai menyebar dengan sangat cepat pada awal tahun 2020.Dilansir dariWHOper 4 September 2020 total 26.171.112 orang terinfeksi & 865.154 orang meninggal akibat Covid-19.Untuk mencegah akibat buruknya kepada kesehatan, pemerintah maupun korporasi & lembaga swasta diseluruh dunia bekerjasama untuk menciptakan atau mengembangkan obat serta berusaha menciptakan vaksin Covid-19 secepat mungkin.
Ditengah percepatan penciptaan & pengembangan obat & vaksin, pernahkah kita bertanya,apa sih bedanya obat & vaksin?kan mereka sama-sama melawan Covid-19,kenapa harus dibedakan?
Obat & virus memang sama-sama melawan pandemi Covid-19,namun prinsipnya sangat berbeda.Perbedaan paling mendasar, kalau obat fungsinya mengobati setelah kita terjangkit penyakit sementara vaksin mencegah kita tertular penyakit.
Untuk lebih jelas kami jelaskan dibawah secara sederhana
1. Vaksin
Gambar
Quote:
Vaksin adalah aksi preventif kepada bakteri atau virus penyebab penyakit yg bertujuan untuk menstimulasi tubuh supaya memproduksi antibodi kepada penyakit tertentu.Vaksin bekerja layaknya agen yg memproteksi tubuh dari ancaman yg akan datang.Dengan mengatakan lain, vaksin dipakai untuk menyiapkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi tertentu sebelum kita terinfeksi.Jadi,kita tak perlu tejangkit penyakit terlebih dahulu untuk mengpakai vaksin.
Secara sederhana,vaksin mengandung kuman yg sama dengan virus atau bakteri (antigen)yang menyebabkan penyakit sebagai contoh,vaksin campak mengandung virus atau bagian dari virus campak & vaksin covid-19 mengandung virus atau bagian dari virus corona.Tetapi virus tersebut sudah dilemahkan atau dibunuh sehingga virus atau bagian virus yg terkandung dalam vaksin tak dapat menciptakan kita sakit atau terjangkiti.Lalu untuk apa vaksin mengandung bagian dari virus/bakteri (antigen)?ya,agar imun tubuh mengenalinya sebagai ancaman berbahaya,padahal kandungan vaksin gak ada kemampuan menyerang tubuh tetapi sistem imun tetap mengenalinya sebagai ancaman & memproduksi antibodi kepada kandungan vaksin tersebut.Dan itu adalah prinsip vaksin,menstimulasi sistem imun supaya menciptakan antibodi kepada suatu penyakit.
Dalam kasus Covid-19,Saat vaksin diinjeksi kedalam tubuh maka tubuh akan mengenalinya sebagai ancaman asing yg berbahaya.Dan untuk melindungi tubuh, maka secara otomatis sistem imun akan memproduksi antibodi kepada virus Corona dengan tujuan membunuh virus tersebut sehingga saat virus sebenarnya masuk tubuh maka mereka akan mati seketika & tidak dapat menginfeksi inangnya.
Saat sudah divaksinasi,kita tak dapat tertulari penyakit tertentu karena tubuh sudah memproduksi antibodi kepada virus/bakteri penyebab penyakit.misal kita di vaksin Covid-19 maka kita akan kebal kepada Covid-19 dalam waktu yg sangat lama bahkan seumur.Namun untuk menciptakan vaksin itu butuh waktu bertahun-tahun tergantung tipe penyakit.
2. Obat
Gambar
Quote:
Sementara obat adalah aksi pengobatan atau penanganan kepada penyakit atau gejalanya yg sedang menyerang tubuh kita.Artinya untuk mengpakai obat,kita harus terjangkit penyakit terlebih dahulu.
Saat kita terjangkit penyakit,maka untuk meminimalisir atau menghilangkan akibat infeksi yg ditimbulkan,kita harus mengpakai obat-obatan.Dengan mengatakan lain,obat adalah senjata untuk meghancurkan musuh yg tengah menyerang kita.Secara sederhana saat mengpakai obat,maka kemudian obat akan menemukan jalan menuju site of action atau tempat mereka semestinya berada di dalam tubuh, ratusan peristiwa akan terjadi di sepanjang jalannya.Saat obat hingga ditempat yg dituju,ia akan menemukan reseptor senyawa obatnya & obat-obatan akan bekerja, baik menutupi gejala atau memperbaiki masalah, seperti infeksi bakteri atau virus.
Dalam kasus Covid-19,obat dipakai cuma saat anda sudah terjangkiti Covid-19 dengan tujuan virus tersebut dapat dihilangkan.Jadi anda cuma dibenarkan mengkonsumsi obat Covid-19 saat terjangkit Covid-19.Namun walau anda sudah mengkonsumsi obat,tidak ada jaminan anda tidak tertular penyakit yg sama dimasa depan.Walau obat lebih mudah & cepat dikembangkan ketimbang vaksin namun dalam kasus Covid-19,vaksin jauh lebih powerfull dampaknya.
Kesimpulan
Kesimpulannya obat adalah Langkah pengobatan penyakit sementara vaksin adalah aksi pencegahan penyakit.Obat berusaha menyembuhkan kita saat sudah tertular penyakitsementara vaksin mencegah kita tertular dari penyakit sebelum kita tertular .Bedanya lagi,kalau kita mengkonsumsi obat,tidak ada jaminan kita akan kebal akan satu penyakit tertentu sementara kalau sudah divaksinasi maka kita dijamin kebal penyakit tertentu dalam jangka waktu yg cukup lama bahkan dapat seumur hidup.Demikian.semoga Covid-19 cepat hilang.
Thank,
Saleum.
sumber : tulisan pribadi
referensi :kesini,kemari,kesini,kesini.
Hari ini 12:15