• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

apa sebab2 masuk neraka?

perbuatan bid'ah
yaitu perbuatan bernilai ibadah yang tidak pernah diajarkan Rasulullah.
Misal: Tahlilan.
 
Krn 4JJI ( < baca Allah SWT) tidak Ridho kpd Qt; Na'udzubillah min dzalik; /swt
ad hadist yg mengatakan bahwa kita bs masuk Jannah (Amin /ok ) hanya karena Ridho-Nya /e18

af1 klo ad yg salah, Wallahua'lam aQ cmn inget sgitu /sry
 
terlalu banyak berbuat dosa spt MalinK , Penipu , pembunuh , kebanyakan ngedukun , durhaka , de el el [Banyak /sob]
 
contohnya @ atas gue ya /? /hmm /gg

eh emank hukumannya apaan ya /? /hmm
 
Yang pastii!
MENDUAKAN ALLAH SWT
smua dosa besar akan terampuni (kalo tobat) kecuali menyamakan Maha Pencipta dengan sesuatu :-O :-O :-O
 
Karena Kabur atau membolos Dari Sekolah Hanya demi main RO :>
 
Itulah Contohnya jd ga naek kelas n masuk neraka /... /... /...
 
mank tahlilan iya kah/hmm
kok aQ malah gak tau yah
padahal t4Q masih kayak gt tugh...
soalnya yang gw tau, Rosululloh gak pernah mengadakan tahlilan. Sedangkan menurut ulama-ulama dari Arab sana, tahlinan itu sama dengan meratapi orang yang sudah meninggal, dan hukumnya orang yang meratapi orang yang sudah meninggal itu haram.
Berhubung tahlilan itu berkaitan dengan unsur ibadah, maka tahlilan termasuk bid'ah.

btw, di desa gw juga masih ada. :D


Yang pastii!
MENDUAKAN ALLAH SWT
smua dosa besar akan terampuni (kalo tobat) kecuali menyamakan Maha Pencipta dengan sesuatu :-O :-O :-O

Bener banget, ampir aja kelupaan, yang paling gak boleh itu, Syirik besar.
 
perbuatan bid'ah
yaitu perbuatan bernilai ibadah yang tidak pernah diajarkan Rasulullah.
Misal: Tahlilan.

soalnya yang gw tau, Rosululloh gak pernah mengadakan tahlilan. Sedangkan menurut ulama-ulama dari Arab sana, tahlinan itu sama dengan meratapi orang yang sudah meninggal, dan hukumnya orang yang meratapi orang yang sudah meninggal itu haram.
Berhubung tahlilan itu berkaitan dengan unsur ibadah, maka tahlilan termasuk bid'ah.

mohon maaf sebelumnya dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya, tahlilan tidak menyeret kita kedalam neraka, sebab isi nya itu adalah doa2 untuk yang sudah meninggal maupun yang masih hidup dan kamipun meminta hanya kepada Allah SWT, lalu kami tidak meratapi orang yang sudah meninggal karena itu memang dilarang, tetapi kami mendoakan orang2 tua kami yang sudah meninggal, apakah salah jika kami mendoakan orang tua kami yang sudah meninggal, dan ingatkah anda ada 3 perkara yang ditinggalkan orang yang sudah meninggal, yang amalnya akan terus mengalir kepadanya, yaitu:
1. Amal Sholeh
2. Ilmu yang bermanfaat,
3. Anak yang sholeh

anak yg sholeh,....... anak yang selalu beribadah n mendoakan orang2 tua nya yg sudah meninggal, maupun yang masih hidup,
orang yg meninggal akan mendapatkan smua nya hasil yang telah di tanamnya di dunia, untuk bekalnya di akhirat kelak, dan ketiga hal diatas itu akan menjadi bekal yang tak pernah habis untuknya. karena walaupun sudah meninggal, pahala ke 3 hal tsb diatas akan terus mengalir kepadanya,.....

dan untuk bid'ah sendiri terbagi 2 (setahu saya )
1: mengarah ke perbuatan buruk
2: mengarah ke perbuatan baik / bid'ah hasanah

mungkin bid'ah yg pertama kita harus hindari,
tapi untuk yg ke2 kenapa tidak kita lakukan? jika bertujuan untuk menjadikan kita Bersemangat dalam menjalankan Ibadah.
disini saya ambil salahsatu contoh perbuatan yg selalu dikatakan bid'ah yaitu Maulid dan membaca Rawi. orang2 yg mengatakan bid'ah dan me-larangnya mungkin tidak mengetahui asal sejarah dan tujuan Maulid itu sendiri, padahal tujuan Maulid itu sendiri agar kita lebih tau seperti apa dan bagaimana Nabi Muhammad itu sendiri, isi Rawi itu sendiri adalah riwayat Nabi Muhammad SAW yang harus dijadikan contoh dan Teladan bagi ummat manusia, perjalanannya, perjuangannya dalam membela Agama Islam, agar kita tau betapa berat perjuangan Beliau, agar kita menghargai Beliau, agar kita mencintai Beliau. tapi mengapa kita membacakan sejarah Nabi agar kita lebih dekat dengannya dan lebih tau tentangnya di katakan bid'ah dan bahkan ada yg jelas2 melarang, apakah salah kita mengingat sejarah Nabi kita, membacakannya didepan jamaah, agar mereka tau agar mereka kenal, agar mereka lebih cinta kepada Nabinya.

Maulid dan pembacaan Rawi itu sendiri digagas pertama kali oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1137-1193).

Alkisah, umat Islam, terutama tentara Islam sudah mulai putus asa menghadapi tentara Nasrani dalam berbagai peperangan (Perang Salib). Lalu Sultan Salahuddin memerintahkan para ulama agar memberi semangat kepada umat Islam. Caranya, dengan pidato-pidato di depan masyarakat banyak yang menjelaskan tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW pada hari-hari menjelang kelahiran beliau. Hasilnya, semangat juang umat Islam pun bangkit. Dalam berbagai medan perang, mereka pun meraih kemenangan.

Berangkat dari latar belakang seperti itulah, para ulama kemudian menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai tradisi. Dan, kita tentu sangat baik bila mengikuti tradisi itu. Dalam peringatan-peringatan Maulid Nabi yang kita selenggarakan sekarang ini, kita harapkan semangatnya tidak bergeser dari zaman Sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Yakni: mengobarkan semangat umat Islam. Semangat yang dimaksud tentu bukan untuk berperang melawan musuh secara fisik. Sebab musuh secara fisik mungkin sudah tidak diperlukan.

Tapi musuh-musuh dalam bentuk lain kini semakin merajalela dan siap menghadang. Musuh-musuh kita itu adalah kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, sikap emosi, dan berbagai perilaku yang menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan berabagai perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam itu lebih banyak lahir justru karena kita kurang meneladani Rasulullah SAW.

Kecintaan kita kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW memang belum luntur atau bahkan mungkin semakin bertambah. Sebagai misal, kita marah ketika Nabi Muhammad SAW dilecehkan dan dihinakan. Sikap demikin tentu terpuji dan merupakan bentuk dari cinta kita kepada Rasulullah SAW.

Tapi, hanya marah ketika Nabi Muhammad SAW dihinakan tentulah belum cukup. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus pula disertai dengan meneladai perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah agama sudah mengajarkan bahwa pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik? Jujur harus kita akui bahwa perilaku sehari hari kita masih jauh dari teladan beliau.

Sebagai contoh, kita masih sering emosional dan tidak sabar, kita masih sering menyakiti anggota keluarga suami/istri dan anak-anak dan tetangga serta teman. Kita masih sering mementingkan diri sendiri dan tidak toleran kepada orang lain. Banyak dari kita belum peduli kepada yatim-piatu, fakir-miskin (dhuafa), dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Banyak dari kita juga masih mengambil yang bukan hak: Korupsi, mencari nafkah tidak halal, dan bahkan memperkaya diri sendiri. Banyak dari kita masih belum menjadikan kehadiran diri sebagai rahmat (manfaat) bagi orang lain. Intinya, kita masih belum menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagi kehidupan sehari-hari.

Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah harus kita wujudkan dalam meneladani beliau. Ya dalam berperilaku, dalam berekonomi, berpolitik, bersosial, berbudaya, dan seterusnya. Kita yakin bangsa dan negara akan bertambah baik bila kita semua pemimpin dan rakyat mengikuti teladan Rasulullah SAW.

saya berharap thread ini tidak menjadi ajang Flame, hanya tukar pendapat,

Sekali lagi saya mohon maaf atas segala kekurangan saya, jika terdapat kesalahan dalam tulisan saya mohoh kiranya diluruskan. kekhilafan dan kesalahan dari diri saya dan Sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
 
mohon maaf sebelumnya dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya, tahlilan tidak menyeret kita kedalam neraka, sebab isi nya itu adalah doa2 untuk yang sudah meninggal maupun yang masih hidup dan kamipun meminta hanya kepada Allah SWT, lalu kami tidak meratapi orang yang sudah meninggal karena itu memang dilarang, tetapi kami mendoakan orang2 tua kami yang sudah meninggal, apakah salah jika kami mendoakan orang tua kami yang sudah meninggal, dan ingatkah anda ada 3 perkara yang ditinggalkan orang yang sudah meninggal, yang amalnya akan terus mengalir kepadanya, yaitu:
1. Amal Sholeh
2. Ilmu yang bermanfaat,
3. Anak yang sholeh

anak yg sholeh,....... anak yang selalu beribadah n mendoakan orang2 tua nya yg sudah meninggal, maupun yang masih hidup,
orang yg meninggal akan mendapatkan smua nya hasil yang telah di tanamnya di dunia, untuk bekalnya di akhirat kelak, dan ketiga hal diatas itu akan menjadi bekal yang tak pernah habis untuknya. karena walaupun sudah meninggal, pahala ke 3 hal tsb diatas akan terus mengalir kepadanya,.....

baik, akan saya coba berikan alasannya mengapa tahlilan itu dilarang,
Mari kita simak Hadits Shahih berikut :

Dari Jarir bin Abdullah Al Bajalii, " Kami ( yakni para Shahabat semuanya ) memandang/menganggap ( yakni menurut madzhab kami para Shahabat ) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap."

Sanad Hadits ini shahih dan rawi-rawinya semuanya tsiqat ( dapat dipercaya ) atas syarat Bukhari dan Muslim, bahkan telah di shahihkan oleh jama'ah para ulama' Mari kita perhatikan ijma'/kesepakatan tentang hadits tersebut diatas
sebagai berikut:



- Mereka ijma' atas keshahihan hadits tersebut dan tidak ada seorang pun ulama' ( Wallahua'lam ) yang mendhaifkan hadits tersebut.

- Mereka ijma' dalam menerima hadits atau atsar dari ijma' para shahabat yang diterangkan oleh Jarir bin Abdullah. Yakni tidak ada seorang pun ulama' yang menolak atsar ini.

- Mereka ijma' dalam mengamalkan hadits atau atsar diatas. Mereka dari zaman shahabat sampai zaman kita sekarang ini senantiasa melarang dan mengharamkan apa yang telah di ijma'kan oleh para shahabat yaitu berkumpul-kumpul ditempat atau rumah ahli mayit yang biasa kita kenal di negeri kita ini dengan nama " Tahlillan atau Selamatan Kematian".


Mari kita simak dan perhatikan perkataan Ulama' ahlul Ilmi mengenai masalah ini:

- Perkataan Al Imam Asy Syafi'I, yakni seorang imamnya para ulama', mujtahid mutlak, lautan ilmu, pembela sunnah dan yang khususnya di Indonesia ini banyak yang mengaku bermadzhab beliau, telah berkata dalam kitabnya Al Um
(I/318) :
" Aku benci al ma'tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan ."

ini yang biasa terjadi dan Imam Syafi'I menerangkan menurut kebiasaan yaitu akan memperbaharui kesedihan. Ini tidak berarti kalau tidak sedih boleh dilakukan. Sama sekali tidak ! Perkataan Imam Syafi'I diatas tidak menerima pemahaman terbalik atau mafhum mukhalafah. Perkataan imam kita diatas jelas sekali yang tidak bisa dita'wil atau di Tafsirkan kepada arti dan makna lain kecuali bahwa : " beliau dengan tegas Mengharamkan berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru berkumpul saja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita namakan disini sebagai Tahlilan ?"

- Perkataan Al Imam Ibnu Qudamah, dikitabnya Al Mughni ( Juz 3 halaman 496-497 cetakan baru ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki) :

" Adapun ahli mayit membuatkan makanan untuk orang banyak maka itu satu hal yang dibenci ( haram ). Karena akan menambah ( kesusahan ) diatas musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyyah. Dan telah diriwayatkan bahwasannya Jarir pernah bertamu kepada Umar. Lalu Umar bertanya, " Apakah mayit kamu diratapi ?" Jawab Jarir, " Tidak !" Umar bertanya lagi, " Apakah mereka berkumpul di rumah ahli mayit dan mereka membuat makanan ? Jawab Jarir, " Ya !" Berkata Umar, " Itulah ratapan !"

- Perkataan Syaikh Ahmad Abdurrahman Al Banna, dikitabnya : Fathurrabbani Tartib Musnad Imam Ahmad bin Hambal ( 8/95-96) : " Telah sepakat imam yang empat ( Abu Hanifah, Malik, Syafi'I dan Ahmad) atas tidak disukainya ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak yang mana mereka berkumpul disitu berdalil dengan hadits Jarir bin Abdullah. Dan zhahirnya adalah HARAM karena meratapi mayit hukumnya haram, sedangkan para Shahabat telah
memasukkannya ( yakni berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit ) bagian dari meratap dan dia itu (jelas) haram. Dan diantara faedah hadits Jarir ialah tidak diperbolehkannya berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit dengan alas an ta'ziyah/melayat sebagaimana dikerjakan orang sekarang ini. Telah berkata An Nawawi rahimahullah, 'Adapun duduk-duduk (dirumah ahli mayit ) dengan alas an untuk Ta'ziyah telah dijelaskan oleh Imam Syafi'I dan pengarang kitab Al Muhadzdzab dan kawan-kawan semadzhab atas dibencinya ( perbuatan tersebut ).' Kemudian Nawawi menjelaskan lagi, " Telah berkata pengarang kitab Al Muhadzdzab : Dibenci duduk-duduk ( ditempat ahli mayit ) dengan alas an untuk Ta'ziyah. Karena sesungguhnya yang demikian itu adalah muhdats ( hal yang baru yang tidak ada keterangan dari Agama), sedang muhdats adalah " Bid'ah."

- Perkataan Al Imam An Nawawi, dikitabnya Al Majmu' Syarah Muhadzdzab (5/319-320) telah menjelaskan tentang
Bid'ahnya berkumpul-kumpul dan makan-makan dirumah ahli mayit dengan membawakan perkataan penulis kitab Asy Syaamil dan ulama lainnya dan beliau menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan sanadnya shahih.

- Perkataan Al Imam Asy Syairazi, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkan oleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu' Syarah Muhadzdzab : " Tidak disukai /dibenci duduk-duduk ( ditempat ahli mayit ) dengan alasan untuk Ta'ziyah karena sesungguhnya yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah " Bid'ah ".

- Perkataan Al Imam Ibnul Humam Al Hanafi, dikitabnya Fathul Qadir (2/142) dengan tegas dan terang menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah " Bid'ah yang jelek ". Beliau berdalil dengan hadits Jarir yang beliau katakana shahih.

- Perkataan Al Imam Ibnul Qayyim, dikitabnya Zaadul Ma'aad (I/527-528) menegaskan bahwa berkumpul-kumpul (dirumah ahli mayit ) dengan alasan untuk ta'ziyah dan membacakan Qur'an untuk mayit adalah " Bid'ah " yang tidak ada petunjuknya dari Nabi SAW.

- Perkataan Al Imam Asy Syaukani, dikitabnya Nailul Authar (4/148) menegaskan bahwa hal tersebut menyalahi sunnah.

- Perkataan Al Imam Ahmad bin Hambal, ketika ditanya tentang masalah ini beliau menjawab :
" Dibuatkan makanan untuk mereka (ahli mayit ) dan tidaklah mereka (ahli mayit ) membuatkan makanan untuk para penta'ziyah." (Masaa-il Imam Ahmad bin Hambal oleh Imam Abu Dawud hal. 139)

- Perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, " Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit dan mengirimnya kepada mereka. Akan tetapi tidak disukai mereka membuat makanan untuk para penta'ziyah. Demikian menurut madzhab Ahmad dan lain-lain." (Al Ikhtiyaaraat Fiqhiyyah hal. 93 ).

- Perkataan Al Imam Al Ghazali, dikitabnya Al Wajiz Fighi Al Imam Asy Syafi'I (I/79), " Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit."

Kalau pun alasannya untuk mendo'akan si mayit, kenapa harus berkumpul??
anda menyebutkan amalan si mayit yang tidak akan terputus salah satunya, Anak yang Sholeh. Kenapa bukan anda sendiri yang memohon do'a kepada Alloh di waktu-waktu yang terkabulnya do'a sangat besar, seperti disepertiga malam terakhir, ketika Khotib duduk diantara dua khotbah, maupun sesudah ashar??
ini lebih afdol. Lebih aman dan mengikuti sunnah.

dan untuk bid'ah sendiri terbagi 2 (setahu saya )
1: mengarah ke perbuatan buruk
2: mengarah ke perbuatan baik / bid'ah hasanah

mungkin bid'ah yg pertama kita harus hindari,
tapi untuk yg ke2 kenapa tidak kita lakukan? jika bertujuan untuk menjadikan kita Bersemangat dalam menjalankan Ibadah.
disini saya ambil salahsatu contoh perbuatan yg selalu dikatakan bid'ah yaitu Maulid dan membaca Rawi. orang2 yg mengatakan bid'ah dan me-larangnya mungkin tidak mengetahui asal sejarah dan tujuan Maulid itu sendiri, padahal tujuan Maulid itu sendiri agar kita lebih tau seperti apa dan bagaimana Nabi Muhammad itu sendiri, isi Rawi itu sendiri adalah riwayat Nabi Muhammad SAW yang harus dijadikan contoh dan Teladan bagi ummat manusia, perjalanannya, perjuangannya dalam membela Agama Islam, agar kita tau betapa berat perjuangan Beliau, agar kita menghargai Beliau, agar kita mencintai Beliau. tapi mengapa kita membacakan sejarah Nabi agar kita lebih dekat dengannya dan lebih tau tentangnya di katakan bid'ah dan bahkan ada yg jelas2 melarang, apakah salah kita mengingat sejarah Nabi kita, membacakannya didepan jamaah, agar mereka tau agar mereka kenal, agar mereka lebih cinta kepada Nabinya.

Maulid dan pembacaan Rawi itu sendiri digagas pertama kali oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1137-1193).

Alkisah, umat Islam, terutama tentara Islam sudah mulai putus asa menghadapi tentara Nasrani dalam berbagai peperangan (Perang Salib). Lalu Sultan Salahuddin memerintahkan para ulama agar memberi semangat kepada umat Islam. Caranya, dengan pidato-pidato di depan masyarakat banyak yang menjelaskan tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW pada hari-hari menjelang kelahiran beliau. Hasilnya, semangat juang umat Islam pun bangkit. Dalam berbagai medan perang, mereka pun meraih kemenangan.

Berangkat dari latar belakang seperti itulah, para ulama kemudian menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai tradisi. Dan, kita tentu sangat baik bila mengikuti tradisi itu. Dalam peringatan-peringatan Maulid Nabi yang kita selenggarakan sekarang ini, kita harapkan semangatnya tidak bergeser dari zaman Sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Yakni: mengobarkan semangat umat Islam. Semangat yang dimaksud tentu bukan untuk berperang melawan musuh secara fisik. Sebab musuh secara fisik mungkin sudah tidak diperlukan.

Tapi musuh-musuh dalam bentuk lain kini semakin merajalela dan siap menghadang. Musuh-musuh kita itu adalah kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, sikap emosi, dan berbagai perilaku yang menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan berabagai perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam itu lebih banyak lahir justru karena kita kurang meneladani Rasulullah SAW.

Kecintaan kita kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW memang belum luntur atau bahkan mungkin semakin bertambah. Sebagai misal, kita marah ketika Nabi Muhammad SAW dilecehkan dan dihinakan. Sikap demikin tentu terpuji dan merupakan bentuk dari cinta kita kepada Rasulullah SAW.

Tapi, hanya marah ketika Nabi Muhammad SAW dihinakan tentulah belum cukup. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus pula disertai dengan meneladai perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah agama sudah mengajarkan bahwa pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik? Jujur harus kita akui bahwa perilaku sehari hari kita masih jauh dari teladan beliau.

Sebagai contoh, kita masih sering emosional dan tidak sabar, kita masih sering menyakiti anggota keluarga suami/istri dan anak-anak dan tetangga serta teman. Kita masih sering mementingkan diri sendiri dan tidak toleran kepada orang lain. Banyak dari kita belum peduli kepada yatim-piatu, fakir-miskin (dhuafa), dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Banyak dari kita juga masih mengambil yang bukan hak: Korupsi, mencari nafkah tidak halal, dan bahkan memperkaya diri sendiri. Banyak dari kita masih belum menjadikan kehadiran diri sebagai rahmat (manfaat) bagi orang lain. Intinya, kita masih belum menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagi kehidupan sehari-hari.

Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah harus kita wujudkan dalam meneladani beliau. Ya dalam berperilaku, dalam berekonomi, berpolitik, bersosial, berbudaya, dan seterusnya. Kita yakin bangsa dan negara akan bertambah baik bila kita semua pemimpin dan rakyat mengikuti teladan Rasulullah SAW.

saya berharap thread ini tidak menjadi ajang Flame, hanya tukar pendapat,

Sekali lagi saya mohon maaf atas segala kekurangan saya, jika terdapat kesalahan dalam tulisan saya mohoh kiranya diluruskan. kekhilafan dan kesalahan dari diri saya dan Sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT.


Anda meyakini sendiri bahwa Maulid itu Bid'ah tetapi termasuk dalam bid'ah hasanah??

saya ini menanyakan kpd anda, anda letakkan di mana hadits Rosululloh,
dari Jabir bin Abdullah, bahwasanya Rosululloh sering mengatakan dalam khutbahnya: "Amma ba'du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Alloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat dan setiap bid'ah itu sesat".??
Apakah Rosululloh mengatakan ada bid'ah hasanah??

Mengenai mengenal Rosululloh serta meneladani amal perbuatan beliau, itu memang dianjurkan. Tetapi mengapa harus dilakukan hanya sehari dalam 1 tahun?? Itu semua harus dilakukan setiap waktu dan dipelajari di masjid, forum-forum umum atau khusus, dan semua jenjang sekolah dari awal hingga akhir.


enjoy aja bung, kita di sini gak usah main flame-flame-an, kita sharing pendapat aja ,ok?! :D
 
Di akhirat nanti, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :

1. Ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar shalat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak-tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, seperti tidak pernah lalai shalat, puasa tidak ketinggalan. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga saudara wanita jatuh ke pangkuan abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu berbuat kemungkaran, pengumpat, & sebagainya, maka anak itu akan ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.

Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah atau suami atau abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman ALLAH SWT: `HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA, JIN DAN BATU-BATU…`

Harga seorang muslim adalah sangat berharga. Allah SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (siapa pun yang mengucapkan kalimah tauhid), oleh karena itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yang Allah SWT berikan pada kita.

WAllohu A`lam Bi Showab
 
EMM..

sYIRIK...

perzinahan..

MIRASZZZ..





ALLAHUMA SHALI AL MUHAMMAD!
 
Di akhirat nanti, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :

1. Ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar shalat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak-tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, seperti tidak pernah lalai shalat, puasa tidak ketinggalan. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga saudara wanita jatuh ke pangkuan abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu berbuat kemungkaran, pengumpat, & sebagainya, maka anak itu akan ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.

Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah atau suami atau abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman ALLAH SWT: `HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA, JIN DAN BATU-BATU…`

Harga seorang muslim adalah sangat berharga. Allah SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (siapa pun yang mengucapkan kalimah tauhid), oleh karena itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yang Allah SWT berikan pada kita.

WAllohu A`lam Bi Showab



kayaknya yang nomor 3 tuh berbahaya buat gw, soalnya gw punya adik cewek tapi masih blom berjilbab /hmm
 
Kamu masuk surga ato tidak nya tergantung hakimnya. (sang hakim)
KLo bisa hakimnya di sogok pake pahala biar bisa masuk.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.