Greenday[4kings]
IndoForum Newbie B
- No. Urut
- 1226
- Sejak
- 23 Mei 2006
- Pesan
- 211
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
ada yg tau apa aja yg bisa menjebloskan kita ke neraka
/?
/?
|
LOUNGE |
TANYA JAWAB |
KESEHATAN |
MUSIC |
MOVIES |
OLAHRAGA |
KULINER |
ANIME |
JOKES
GAMES |
COMPUTER |
OTOMOTIF |
PETS |
PONSEL |
DEBATE |
GALLERY |
YOUTH |
BERITA & POLITIK
CURHAT |
RELIGI |
MISTERI |
GAYA HIDUP |
EDUKASI |
SARAN |
TEST
|
perbuatan bid'ah
yaitu perbuatan bernilai ibadah yang tidak pernah diajarkan Rasulullah.
Misal: Tahlilan.

soalnya yang gw tau, Rosululloh gak pernah mengadakan tahlilan. Sedangkan menurut ulama-ulama dari Arab sana, tahlinan itu sama dengan meratapi orang yang sudah meninggal, dan hukumnya orang yang meratapi orang yang sudah meninggal itu haram.mank tahlilan iya kah/hmm
kok aQ malah gak tau yah
padahal t4Q masih kayak gt tugh...

Yang pastii!
MENDUAKAN ALLAH SWT
smua dosa besar akan terampuni (kalo tobat) kecuali menyamakan Maha Pencipta dengan sesuatu![]()
![]()
![]()
perbuatan bid'ah
yaitu perbuatan bernilai ibadah yang tidak pernah diajarkan Rasulullah.
Misal: Tahlilan.
soalnya yang gw tau, Rosululloh gak pernah mengadakan tahlilan. Sedangkan menurut ulama-ulama dari Arab sana, tahlinan itu sama dengan meratapi orang yang sudah meninggal, dan hukumnya orang yang meratapi orang yang sudah meninggal itu haram.
Berhubung tahlilan itu berkaitan dengan unsur ibadah, maka tahlilan termasuk bid'ah.
mohon maaf sebelumnya dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya, tahlilan tidak menyeret kita kedalam neraka, sebab isi nya itu adalah doa2 untuk yang sudah meninggal maupun yang masih hidup dan kamipun meminta hanya kepada Allah SWT, lalu kami tidak meratapi orang yang sudah meninggal karena itu memang dilarang, tetapi kami mendoakan orang2 tua kami yang sudah meninggal, apakah salah jika kami mendoakan orang tua kami yang sudah meninggal, dan ingatkah anda ada 3 perkara yang ditinggalkan orang yang sudah meninggal, yang amalnya akan terus mengalir kepadanya, yaitu:
1. Amal Sholeh
2. Ilmu yang bermanfaat,
3. Anak yang sholeh
anak yg sholeh,....... anak yang selalu beribadah n mendoakan orang2 tua nya yg sudah meninggal, maupun yang masih hidup,
orang yg meninggal akan mendapatkan smua nya hasil yang telah di tanamnya di dunia, untuk bekalnya di akhirat kelak, dan ketiga hal diatas itu akan menjadi bekal yang tak pernah habis untuknya. karena walaupun sudah meninggal, pahala ke 3 hal tsb diatas akan terus mengalir kepadanya,.....
dan untuk bid'ah sendiri terbagi 2 (setahu saya )
1: mengarah ke perbuatan buruk
2: mengarah ke perbuatan baik / bid'ah hasanah
mungkin bid'ah yg pertama kita harus hindari,
tapi untuk yg ke2 kenapa tidak kita lakukan? jika bertujuan untuk menjadikan kita Bersemangat dalam menjalankan Ibadah.
disini saya ambil salahsatu contoh perbuatan yg selalu dikatakan bid'ah yaitu Maulid dan membaca Rawi. orang2 yg mengatakan bid'ah dan me-larangnya mungkin tidak mengetahui asal sejarah dan tujuan Maulid itu sendiri, padahal tujuan Maulid itu sendiri agar kita lebih tau seperti apa dan bagaimana Nabi Muhammad itu sendiri, isi Rawi itu sendiri adalah riwayat Nabi Muhammad SAW yang harus dijadikan contoh dan Teladan bagi ummat manusia, perjalanannya, perjuangannya dalam membela Agama Islam, agar kita tau betapa berat perjuangan Beliau, agar kita menghargai Beliau, agar kita mencintai Beliau. tapi mengapa kita membacakan sejarah Nabi agar kita lebih dekat dengannya dan lebih tau tentangnya di katakan bid'ah dan bahkan ada yg jelas2 melarang, apakah salah kita mengingat sejarah Nabi kita, membacakannya didepan jamaah, agar mereka tau agar mereka kenal, agar mereka lebih cinta kepada Nabinya.
Maulid dan pembacaan Rawi itu sendiri digagas pertama kali oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1137-1193).
Alkisah, umat Islam, terutama tentara Islam sudah mulai putus asa menghadapi tentara Nasrani dalam berbagai peperangan (Perang Salib). Lalu Sultan Salahuddin memerintahkan para ulama agar memberi semangat kepada umat Islam. Caranya, dengan pidato-pidato di depan masyarakat banyak yang menjelaskan tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW pada hari-hari menjelang kelahiran beliau. Hasilnya, semangat juang umat Islam pun bangkit. Dalam berbagai medan perang, mereka pun meraih kemenangan.
Berangkat dari latar belakang seperti itulah, para ulama kemudian menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai tradisi. Dan, kita tentu sangat baik bila mengikuti tradisi itu. Dalam peringatan-peringatan Maulid Nabi yang kita selenggarakan sekarang ini, kita harapkan semangatnya tidak bergeser dari zaman Sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Yakni: mengobarkan semangat umat Islam. Semangat yang dimaksud tentu bukan untuk berperang melawan musuh secara fisik. Sebab musuh secara fisik mungkin sudah tidak diperlukan.
Tapi musuh-musuh dalam bentuk lain kini semakin merajalela dan siap menghadang. Musuh-musuh kita itu adalah kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, sikap emosi, dan berbagai perilaku yang menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan berabagai perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam itu lebih banyak lahir justru karena kita kurang meneladani Rasulullah SAW.
Kecintaan kita kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW memang belum luntur atau bahkan mungkin semakin bertambah. Sebagai misal, kita marah ketika Nabi Muhammad SAW dilecehkan dan dihinakan. Sikap demikin tentu terpuji dan merupakan bentuk dari cinta kita kepada Rasulullah SAW.
Tapi, hanya marah ketika Nabi Muhammad SAW dihinakan tentulah belum cukup. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus pula disertai dengan meneladai perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah agama sudah mengajarkan bahwa pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik? Jujur harus kita akui bahwa perilaku sehari hari kita masih jauh dari teladan beliau.
Sebagai contoh, kita masih sering emosional dan tidak sabar, kita masih sering menyakiti anggota keluarga suami/istri dan anak-anak dan tetangga serta teman. Kita masih sering mementingkan diri sendiri dan tidak toleran kepada orang lain. Banyak dari kita belum peduli kepada yatim-piatu, fakir-miskin (dhuafa), dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Banyak dari kita juga masih mengambil yang bukan hak: Korupsi, mencari nafkah tidak halal, dan bahkan memperkaya diri sendiri. Banyak dari kita masih belum menjadikan kehadiran diri sebagai rahmat (manfaat) bagi orang lain. Intinya, kita masih belum menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagi kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah harus kita wujudkan dalam meneladani beliau. Ya dalam berperilaku, dalam berekonomi, berpolitik, bersosial, berbudaya, dan seterusnya. Kita yakin bangsa dan negara akan bertambah baik bila kita semua pemimpin dan rakyat mengikuti teladan Rasulullah SAW.
saya berharap thread ini tidak menjadi ajang Flame, hanya tukar pendapat,
Sekali lagi saya mohon maaf atas segala kekurangan saya, jika terdapat kesalahan dalam tulisan saya mohoh kiranya diluruskan. kekhilafan dan kesalahan dari diri saya dan Sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Di akhirat nanti, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :
1. Ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar shalat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak-tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, seperti tidak pernah lalai shalat, puasa tidak ketinggalan. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.
3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga saudara wanita jatuh ke pangkuan abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.
4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu berbuat kemungkaran, pengumpat, & sebagainya, maka anak itu akan ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.
Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah atau suami atau abang atau anak harus memainkan peranan mereka.
Firman ALLAH SWT: `HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA, JIN DAN BATU-BATU…`
Harga seorang muslim adalah sangat berharga. Allah SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (siapa pun yang mengucapkan kalimah tauhid), oleh karena itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yang Allah SWT berikan pada kita.
WAllohu A`lam Bi Showab