• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apa Salahnya Sukses Dengan Manfaatkan Privilese?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Quote:
Apa Salahnya Sukses Dengan Manfaatkan Privilese?

Putri Tanjung instagram.com/putri_tanjung


Hai GanSis! Saat ini mengatakan privilese sudah mulai akrab disekitar kita. Kalau dulu mungkin ada yg menyebutnya nepotisme, tetapi memang kedua mengatakan itu berbeda. Privilese itu kosakata serapan dari bahasa Inggris, privilege yg artinya hak istimewa.


Sejauh yg saya tahu privilese itu gak dosa & gak melanggar hukum, kecuali dengan beberapa catatan. Namun belakangan privilese dinarasikan sebagai sesuatu yg memalukan & jadi bahan olok-olok. Siapa yg bilang begitu? Netizen.


Konteksnya disini tentang Putri Tanjung. Anak muda sukses & stafsus milenial. Namun publik seolah gak mengakui pencapaiannya, sebab Ia punya privilese sebagai anak Chairul Tanjung, konglomerat ternama Indonesia.


Posisi saya disini gak sedang lagi menghakimi siapapun. Hanya bertanya, memang apa salahnya sukses dengan memanfaatkan privilese?


Jawaban saya sendiri, ya tidak salah & tidak masalah. Tapi dengan catatan. Menjadi salah bila seseorang tersebut tidak jujur. Mengaku sukses mulai dari nol, padahal tidak. Berbohong dengan tujuan untuk pamer atau tujuan tipu-tipu. Seperti ada orang yg mengaku crazy rich, meromantisasi kisah suksesnya demi kepentingan pribadinya.


Dunia akhir-akhir ini memang aneh ya kawan! Ada orang gak mengakui privilese yg melekat pada dirinya, sehingga klaim dirinya sukses karena kerja kerasnya sendiri. Sementara sekalipun sudah berjuang keras dengan kemampuan sendiri, orang-orang diluar sana tetap tidak mengakui sebab ada privilese disana.


Lalu apakah kita perlu memikirkan semua ini? Gak juga.


Prinsip saya, yg juga ini saya dapatkan dari guru di SMK. Bahwa manfaatkan privilese untuk jadi sukses itu gak salah, kalau ada peluang ya embat aja!!


Jika ada rekanan atau orang dalam yg menawarkan lowongan pekerjaan, ya mengapa gak? Selama kita sanggup untuk posisi tersebut, maka ambil.


Namun kalau kita gak sanggup untuk posisi tersebut, maka mundur saja. Karena itu bukan hak kita, sebab ketidakmampuan tadi. Biarkan untuk orang lain yg lebih sanggup & layak.


Prinsip seperti itu pernah saya lihat langsung, ada orang yg saya kenal, punya orang tua yg berpengaruh di suatu perusahaan. Sebenarnya dia ditawari pekerjaan, posisinya pilih sendiri, dijamin diterima. Tapi dia memilih sebagai karyawan biasa karena menyadari kemampuannya.


Karena kalau dia maksa ambil jabatan tinggi, sekalipun diberikan karena privilese, namun itu akan jadi masalah dikemudian hari. Pertama dia akan merebut hak orang yg lebih berhak. Kedua, jadi masalah sebab tanggung jawab pekerjaan yg tidak sesuai keahliannya.​



Sampai sini semoga GanSis paham poin yg harap saya hinggakan.


Saya kira kita jangan terlalu kaku dengan istilah "privilese" yg sering dikaitkan dengan harta & jabatan. "Mindset" juga dapat disebut privilese, seperti yg baru-baru ini viral.

image-placeholder-twitter.gif


Sudah ya, saya gak dapat banyak bicara lagi. Karena saya merasa gak punya banyak privilese. Sebagai orang-orang yg tidak punya banyak privilese, kalau dapat kita jangan hingga "mental block" bahwa sukses cuma dapat diraih oleh orang yg punya privilese.

Selama kita layak untuk mendapat sebuah privilese, maka manfaatkan. Jangan hingga kita terlalu kaku atau takut dikata-katain hidup dari privilese, maka sekonyong-konyong kita menolak sebuah kesempatan emas. Bodoh sekali!


Privilese dapat dalam bentuk apapun, dapat berupa ilmu, kesehatan, keluarga harmonis, sahabat & sukur dapat warisan sepetak tanah. Apapun itu jangan abaikan & jangan sia-siakan itu semua.


Diakhir thread, saya harap bertanya lagi, apakah salah sukses berkat privilese?


Sebagai perbandingan saya kutip pernyataan dari orang-orang sukses yg diduga berkat privilese.

Quote:
Spoiler for Putri Tanjung:
Quote:

Apa Salahnya Sukses Dengan Manfaatkan Privilese?

Putri Tanjung KOMPAS.com/PALUPI ANNISA


"Gua kesel banget kalau dibilang, 'oh anaknya pak Chairul Tanjung kan makanya sukses', kesel banget."

"Kesel kalau misalkan semua karya gue tuh disangkut pautin sama bapak gue,"

"Gue tahu ya nggak banyak yg punya privilege kayak gue, opportunity kayak gue."

"Jadi gue kayak merasa, saya harus bekerja lebih keras dari orang lain, kerja lebih cerdas dari orang lain."

"Ya karena gua harus punya tanggung jawab itu gua harus dapat bikin impact & akibat untuk banyak orang kan," beber Putri Tanjung.

Putri Tanjung mengaku bahwa Ia berdikari saat mengenyam pendidikan di luar negeri. "Masak gue masak, you know, gue masak sama teman teman gue, ya gitu deh normal. Doing normal things gitu," ungkap Putri Tanjung kepada kanal YouTube Boy William (12/4/2021).


Quote:
Spoiler for Nadiem Makariem:
Quote:
Apa Salahnya Sukses Dengan Manfaatkan Privilese?

Nadiem Makarim Zoom


"Yang menciptakan pemuda sukses itu jelas bukan network, bukan privilege age-nya dia. Tapi motivasi dirinya sendiri. Saya kenal banyak yg bukan karena background yg privilege, banyak yg bukan dari keluarga yg banyak relasi. Mereka datang dari background yg sederhana. Motivasi kita untuk belajar, motivasi kita untuk jadi lebih baik. Itu namanya growth mindset, itu adalah suatu pola pikir kita melihat semua yg terjadi kepada kita adalah kesempatan. Sistem pendidikan kita mengembangkan ini menciptakan dia percaya potensi diri, Motivasi itu adalah faktor terbesar dalam kesuksesannya, ini bukan cuma uang loh, sukses dalam hidup, dia berhasil realisasi hidup yg dia harapkan," terang Nadiem dalam webinar di siaran langsung YouTube Tempodotco, Kamis 10 Desember 2020


Quote:
Spoiler for Maudy Ayunda:
Quote:
Apa Salahnya Sukses Dengan Manfaatkan Privilese?

Maudy Ayunda Instagram/@maudyayunda


Oke I have privilege, tetapi paling nggak, I have a choice, to do something about it and to make a best choice of it, or to not do anything about it, & saya mudah-mudahan sih memilih jalur yg perdana gitu, mengatakan Maudy Ayunda. Ia berharap semua pilihannya adalah opsi yg terbaik baginya.


Dalam akun instagramnya, Maudy memberikan kutipan mengenai memaksimalkan privilege yg didapatkan. Privilege can either blind or be an eye opener. the choice is ours (Hak istimewa, dapat membutakan atau membuka mata. Pilihan ada ditangan kita) tulis Maudy


Silahkan berkasak-kusuk GanSis!!

Rianda Prayoga
Binjai, 6 Februari 2022

Spoiler for sumber & referensi:





Kemarin 21:09
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.