Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Hidup itu opsi tetapi ini adalah opsi yg amat menguras emosi & perasaan bagi seorang wanita khususnya seorang ibu. Hidup memang dapat memilih tetapi apalah daya kalau kita sudah terjebak dalam lingkaran kehidupan rumah tangga. Setelah kita memutuskan untuk jadi istri & kemudian jadi seorang ibu akan banyak sekali permasalahan yg sebenarnya juga tidak perlu dipermasalahkan. Stop cari masalah ya para kaum wanita hebat! Karena tidak akan jadi masalah kalau itu sudah jadi keputusan kalian untuk berumah tangga. Katanya hidup itu pilihan, ya kalo opsi anda itu ya jalani aja dengan santai.
Seorang Ibu yg mengerjakan aktivitas di luar rumah alias bekerja memang ditantang untuk ekstra hebat mengatur waktu. Entah itu waktu untuk bekerja maupun waktu untuk mengatur rumah tangganya. Permasalahannya di sini, masa kecil seorang anak tidak akan pernah terulang. Cepat atau lambat ia akan jadi dewasa & seiring berjalannya waktu ia akan menemukan dunianya sendiri. Yang tadinya si anak suka merengek minta dikelonin, minta dibikinin susu, minta disuapin, minta ditemani main & masih banyak lagi. Tak jarang seorang ibu harus mengpakai emosinya yg tak karuan ketika ia harus mengorbankan waktunya untuk hal itu. Ingat kan lagu om iwan fals.Sini Nak, datang pada Bapak ... jangan kau ganggu ibumu ....Lagu ini seolah memberikan nasihat bagi seorang pria supaya memberi pengertian pada sang anak betapa capeknya jadi seorang ibu terlebih lagi ibu bekerja. Peran suami di sini sangat mendukung semangat sang istri untuk menunjukkan kualitas terbaiknya di mata keluarga khususnya pada sang anak.
Tak heran kalau banyak yg memberikan evaluasi pada seorang wanita denganimagewanita itu lebih hebat dibanding dengan pria. Jika sudah berkutat dengan yg namanya perasaan, pria otomatis akan kalah. Seorang pria sudah ditakdirkan untuk mencari nafkah maka sudah jadi sebuah hal yg alami dirasakan oleh seorang pria. Namun kodrat wanita yg mana mempunyai tanggung jawab mengabdi pada suami & membesarkan anak pada kenyataannya wanita yg memilih bekerja alias wanita karir perlu sebuah motivasi diri untuk merubahmindsettanpa mengorbankan perasaan tulus & naluri seorang ibu.
Dengan bergesernya budaya wanita yg semula cuma duduk melamun di dapur & mengurus cucian yg banyak apalagi anak kecil yg sering sekali minta ganti baju ini itu tentu merupakan hal yg menjenuhkan karena cucian menumpuk. Dengan hadirnya mesin cuci pun tak jarang masih saja menganggap sekalinya cucian ya tetap saja cucian. Perbedaannya cuma di prosesnya di mana mesin cuci mengambil peranan lebih daripada tangan kita. Kita dapat mencuci sambil ngopi, sambil momong anak kalo anak sedang rewel, & banyak sekali keunikan yg lain. Ini juga merupakan alasan bagi kaum wanita bekerja di mana wanita bekerja dapatmenghandleurusan cucian dengan kerjaannya. Malam mencuci lalu paginya siap untuk dijemur. Gak merepotkan bukan?
Memasak juga demikian, dengan boomingnya aplikasi pesan makananonlinejuga menciptakan kaum wanita kini denganinstantmemesan makanan tanpa perlu repot memasak ini itu. Apalagi makanan dengan berbagai menu yg beragam yg diharapi oleh keluarga. Misal, ayah mengharapkan makanan pedas. Si anak minta ayam goreng, anak yg satu harap mie goreng tidak pedas. Bagi seorang ibu rumah tangga itu mudah saja tetapi bagi ibu bekerja, aplikasi makananonlinetentu sudah merupakan tempat pertolongan perdana saat kelaparan. Permasalahannya adalah bagaimana cara menciptakanmindsetitu supaya menjadikan kita pribadi yg senantiasa tidak menjadikan rasa bersalah (karena dianggap lalai kepada keluarga) itu sesuatu yg menghalangi kita untuk maju. Toh, apa arti perjuangan R.A. Kartini selama ini kalo tidak didasari dengan tekat & semangat untuk jadi wanita mandilu. Wanita itu hebat, hebat nggak ... hebat nggak? Hebat donk masa enggak?
Kesimpulannya, wanita bekerja itu dia tahan banting dapat ngerjain 3 tugas sekaligus bekerja di luar, bekerja di rumah mengurus rumah tangga, & bekerja mengurus si kecil. Bukan hal yg mudah seorang anak itu adalah makhluk hidup yg ia tidak dapat menuruti kita begitu saja. Dia punya keharapan layaknya anak kecil yg minta dituruti segala keharapan manjanya & gak cuma itu mengurus anak kecil terlebih anak sendiri mempunyai tantangan tersendiri di samping ikatan batin yg kuat antara ibu & anak. Berbeda dengan buku, atau benda mati yg mereka tidak akan merengek & cuma kita yg dapat mengaturnya.
Tulisan ini ditulis oleh Rarazdhika diCangkemanpada tanggal 17 Juni 2022. Hari ini 16:46