• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Apa Penyebab Bentrok Laskar-Warga di Solo

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Bentrok massa terjadi antara warga Kelurahan Gandekan, Solo, Jawa Tengah, dengan anggota laskar militan tertentu, Jumat 4 Mei 2012. Insiden di Jalan RE Martadinata itu merupakan kelanjutan dari kerusuhan yang terjadi pada Kamis sebelumnya.

Menurut Kasubag Humas Polresta Surakarta, Ajun Komisaris Polisi Sis Raniwati, bentrokan itu bermula saat ratusan anggota ormas pamer kekuatan, berjalan kaki keliling kampung. "Ada kelompok tertentu berjalan untuk menunjukkan kekuatan," ujar Sis kepada VIVAnews.

Laskar itu, ujar Sis, bergerak dari Mojo Kelurahan Semanggi ke Pasar Kliwon, kemudian melewati Kelurahan Sangkrah dan bergerak ke Kelurahan Gandekan. "Mereka bukan sweeping. Mereka berjalan dengan rekan-rekannya dalam jumlah cukup banyak, ratusan," kata Sis. "Mereka intinya ingin memperlihatkan kepada warga bahwa mereka punya kekuatan. Bahwa 'kami ini kuat, lho'."

Sis menambahkan, laskar itu berjalan menyusuri gang di perkampungan, dan sampailah di dekat sebuah bengkel di Kelurahan Gandekan. Di bengkel itu, ada dua orang warga. Tiba-tiba, ada yang melempar botol ke arah iring-iringan laskar itu. Ratusan anggota laskar pun mengamuk dan menghajar dua warga yang ada di bengkel tersebut.

"Mereka mengira dua korban ini yang melempar, karena kedua korban ini dianggap dekat dengan yang melempar botol," ujar Sis.

Pengeroyokan brutal itu memicu kemarahan warga. Tak ayal, mereka menyerang balik anggota laskar. "Intinya balas dendam dari kelompok warga. Kemudian, ada motor kelompok itu dibakar," Sis menjelaskan.

Polisi terus berjaga-jaga untuk mencegah terulangnya peristiwa berdarah itu. "Polri berupaya secara maksimal untuk mengantisipasi agar warga tidak memprovokasi kegiatan kelompok itu," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.