Para pejabat mulai dari staf kelurahan hingga Pusat Pemerintah saat ini memang dituntut bisa menggunakan komputer. Sehingga pasar komputer notebook, Laptop, PC Tablet semakin merajai di pasaran. Hal ini apakah lantas menjadikan para pejabat itu menjadi terlihat pintar? Jadikan mereka tampak lebih berwibawa ketika setiap ada rapat, musyarawah kerja atau acara kumpul-kumpul lainnya? Padahal belum tentu demikian kan?
Sebagai contoh memalukan pada saat Bapak Wakil Walikota baru Jakarta mengadakan dialog antar buruh dengan pengusaha, ketika meminta pembicaraan itu dicatat. Lah kok malah notulen yang di depannya menyanding sebuah laptop mahal malah ambil kertas dan ditulis dengan tangan. Lucu juga kalau dilihat tingkahnya, sampai-sampai pak wakil walikota mencak-mencak gretetan melihat hal itu. Buat apa mahal-mahal kalau tidak berfungsi maksimal?
Maka seimbanglah dalam menggunakan teknologi itu, jangan hanya sekedar buat gaya saja. Manfaat yang lebih dari teknologi laptop, dan semacamnya menjadi tidak lebih bermanfaat dibandingkan sobekan kertas bungkus rokok untuk mencatat jika hanya dipakai untuk pelengkap penghias dan penutup kegaptekan saja.
Sebagai contoh memalukan pada saat Bapak Wakil Walikota baru Jakarta mengadakan dialog antar buruh dengan pengusaha, ketika meminta pembicaraan itu dicatat. Lah kok malah notulen yang di depannya menyanding sebuah laptop mahal malah ambil kertas dan ditulis dengan tangan. Lucu juga kalau dilihat tingkahnya, sampai-sampai pak wakil walikota mencak-mencak gretetan melihat hal itu. Buat apa mahal-mahal kalau tidak berfungsi maksimal?
Maka seimbanglah dalam menggunakan teknologi itu, jangan hanya sekedar buat gaya saja. Manfaat yang lebih dari teknologi laptop, dan semacamnya menjadi tidak lebih bermanfaat dibandingkan sobekan kertas bungkus rokok untuk mencatat jika hanya dipakai untuk pelengkap penghias dan penutup kegaptekan saja.