Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kata "duit" berasal dari bahasa Belanda, yg merupakan sebutan untuk uang koin antik di Eropa yg dibuat pada zaman ke-14. Secara harfiah, mengatakan "duit" atau "deut" berarti kepingan-kepingan. Istilah ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia & Malaysia selama masa penjajahan Belanda.
Asal-usul mengatakan "duit" dapat dilacak kembali ke mengatakan dalam bahasa Norse Kuno, "thveit", yg berarti sejenis koin kecil. Kata ini kemudian dipakai dalam perdagangan di Belanda & wilayah barat Jerman yg berbatasan dengannya, seperti Kleve & Geldern. Ketika VOC Belanda menjajah Nusantara, mereka memperkenalkan mata uang "duit" dalam sistem perdagangan lokal.
Perkembangan Kata "Duit"
Kata "duit" awalnya merujuk pada satuan mata uang tembaga yg dipakai pada masa lampau.
Sekarang, mengatakan "duit" dipakai sebagai sinonim untuk uang & alat pembayaran, meskipun penggunaannya lebih terbatas pada konteks informal.
"Duit" diartikan sebagai satuan mata uang tembaga zaman dulu, dengan nilai 120 duit setara dengan 1 rupiah.
Penggunaan mengatakan "duit" dalam bahasa Indonesia & Malaysia merupakan warisan dari masa penjajahan Belanda, yg meninggalkan jejak sejarah dalam budaya & bahasa kita.
Asal-usul mengatakan "duit" dapat dilacak kembali ke mengatakan dalam bahasa Norse Kuno, "thveit", yg berarti sejenis koin kecil. Kata ini kemudian dipakai dalam perdagangan di Belanda & wilayah barat Jerman yg berbatasan dengannya, seperti Kleve & Geldern. Ketika VOC Belanda menjajah Nusantara, mereka memperkenalkan mata uang "duit" dalam sistem perdagangan lokal.
Perkembangan Kata "Duit"
Kata "duit" awalnya merujuk pada satuan mata uang tembaga yg dipakai pada masa lampau.
Sekarang, mengatakan "duit" dipakai sebagai sinonim untuk uang & alat pembayaran, meskipun penggunaannya lebih terbatas pada konteks informal.
"Duit" diartikan sebagai satuan mata uang tembaga zaman dulu, dengan nilai 120 duit setara dengan 1 rupiah.
Penggunaan mengatakan "duit" dalam bahasa Indonesia & Malaysia merupakan warisan dari masa penjajahan Belanda, yg meninggalkan jejak sejarah dalam budaya & bahasa kita.