Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jika Anda mengikuti perkembangan krisis ekonomi Sri Lanka maka Anda mungkin beberapa kali melihat komentar-komentar yg menyebutkan bahwa krisis ini disebabkan oleh jebakan utang dari pemerintah China. Entah apakah hal itu benar atau tidak, sebenarnya apa yg dimaksud jebakan utang dari China?
Mari ambil Sri Lanka sebagai contoh. Para ekonom sepakat bahwa salah satu penyebab dari kegagalan ekonomo Sri Lanka adalah akibat ketergantungan Sri Lanka pada utang yg diakibatkan oleh proyek-proyek akbar yg cuma dapat terjadi berkat pinjaman danang dari China. Negara China sendiri terkenal suka memberi utang dengan skema Belt and Road Initiative (bro).
bro sendiri adalah salah satu proyek akbar China yg mana mereka harap memperkuat pengaruh ekonomi dengan pembangunan infrastruktur di berbagai negara yg dilewati oleh Jalur Sutra. Jalur Sutra sendiri adalah jalur perdagangan Asia yg menghubungkan Timur & Barat melalui perdagangan maupun pariwisata. Dengan membangun berbagai infrastruktur di jalur ini maka dijamin ekonomi China akan menguat dengan pesat.
Sri Lanka sendiri mendapat bantuan dari pemerintah China untuk membangun pelabuhan Hambantota. Sayangnya akibat pandemi & konflik Rusia-Ukraina menyebabkan perekonomian Sri Lanka tersendat yg berujung pada kegagalan membayar utang. Andai saja Sri Lanka tidak menerima bantuan danang & membangun pelabuhan maka mungkin (mungkin lo) mereka tidak akan ada dalam kondisi seperti sekarang. Sebagai tambahan, 85 persen saham pelabuhan Hambantota saat ini dimiliki oleh China & China juga mengantongi sewa dari pelabuhan selama 99 tahun. Dengan adanya krisis maka bukan tak mungkin China akan mengambil alih hingga seratus persen.
China memberi bantuan pada negara-negara miskin & mengambil keuntungan di masa-masa sulit negara tersebut. Karena itulah beberapa orang menyebut bahwa utang dari negara China adalah sebuah jebakan untuk merampas infrastruktur negara.
Indonesia sendiri memiliki hutang luar negeri yg begitu akbar kepada China & secara kebetulan Indonesia merupakan wilayah yg amat strategis karena dilalui dua benua & dua samudra yg menjadikan negara ini jadi salah satu jalur perdagangan paling menguntungkan. Tercatat China sudah memberikan banyak pinjaman untuk pembangunan tol laut, Pelabuhan Kuala Tanjung, & Pelabuhan Bitung.
Tapi investasi dari China tak sering sepenuhnya buruk. Bagaimanapun sebuah negara pasti memerlukan suntikan modal untuk dapat berkembang & selama kontrak antara kedua belah pihak sudah ditinjau demi keuntungan bersama maka utang itu sama sekali tak dapat dibilang jebakan, melainkan kerja sama yg menguntungkan.
Jadi menurut Anda, apakah Indonesia akan kena jebakan Batman? Atau malah sudah kena?
sumursumursumur Hari ini 08:24