Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hola Agan & Sista! Selamat pagi, siang, sore & malam bagi Gansis di seluruh dunia! Kali ini, ane bakal bahas seputar apa itu truk CDD & CDE, dengan melampirkan sejumlah disparitas antara CDD & CDE.
sumber gambar
CDD, CDE. Hmm, kalau bekerja di perusahaan pengiriman barang atau kargo, khususnya yg cukup sering mengpakai truk light duty, akan sering terdengar mengatakan CDD & CDE Gansis.
Mungkin, hal itu akan menciptakan Gansis penasaran. Bagaimana disparitas CDD & CDE? Apa itu CDD & CDE? Nah, kali ini, ane bakal bahas seputar apa itu CDD & CDE.
CDD adalah singkatan dari Colt Diesel Double. Kenapa Colt Diesel, bukan truk light duty saja? Karena truk yg paling sering terlihat di jalanan & dipakai buat angkutan ya Colt Diesel yg merupakan truk light duty, entah Umplung, Ragasa atau Canter.
Double sendiri artinya adalah ban belakang yg double di setiap sisinya. Ada total 4 ban di axle belakang, yg menciptakan CDD kelihatan lebih akbar karena memang truk-truk medium duty & heavy duty ban belakangnya biasanya double.
sumber gambar
Bisa dikenali dari dimensi yg umumnya lebih panjang & lebar dibanding CDE, velg yg sangat jauh berbeda dari segi bentuk & ukuran (CDD R16 bentuk standar seperti medium duty truck & light duty truck, kalau CDE R15 bentuk unik, seperti velg kaleng mobil yg dicat hitam & tanpa lubang).
Contoh CDD? Banyak sebenarnya. Sebut saja UD Kuzer, Mitsubishi Colt Diesel Fuso Canter FE 73, 74 & 84 series, Hino 300 110 (khusus seri LDL saja) & 130 series, Isuzu Elf NMR Series, & lainnya.
CDE, yg merupakan singkatan dari Colt Diesel Engkel. Disebut Colt Diesel karena alasan yg sudah disebutkan diatas, truk yg paling sering terlihat di jalanan adalah si kepala kuning Colt Diesel.
Untuk penamaan "Engkel", yup cukup unik. Jika merujuk dari thread ane yg membahas seputar tipe jenis truk berdasarkan axlenya, CDD pun dapat juga disebut Engkel karena axlenya cuma 2. Tetapi, kalau merujuk ke sebutan atau julukan yg biasa disebut orang-orang di sekitar kita, truk engkel atau artinya truk light duty dengan ban belakang total cuma 2 saja, berbeda dengan CDD yg memiliki 4 ban.
sumber gambar
Bisa dikenali dari dimensi panjang yg umumnya lebih pendek bahkan kalau dibandingkan dengan mobil-mobil double cabin yg beredar di Indonesia, dimensi lebar yg lebih kecil pula, & yg paling mencolok adalah velg yg dipakai CDE, sangat unik & berukuran R15.
Contoh ada semua varian Mitsubishi Colt Diesel Fuso Canter 71 Series, semua varian Isuzu Elf NLR Series, Hino 300 Dutro 110 Series (kecuali yg varian LDL, LDL tergolong CDD), Dyna 110 ST, & lainnya.
Tentu, CDD & CDE memiliki disparitas masing-masing. Nah, apa sih disparitas CDD (Colt Diesel Double) dengan CDE (Colt Diesel Engkel)? Ane akan melampirkannya di bawah ini Gansis.
- Yang paling mencolok, CDD memiliki velg yg berbentuk seperti velg-velg truk medium & heavy duty pada umumnya, sementara CDE bentuknya seperti velg kaleng mobil tanpa lubang dengan sedikit ubahan.
- CDD memiliki 4 buah ban di bagian belakang, CDE cuma memiliki 2 ban.
- Dari segi muatan, muatan maksimal (G.V.W dikurangi bobot kosong) CDD sekitar dua kali lipat muatan maksimal CDE karena jumlah bannya.
- Dimensi, umumnya CDD sekilas jauh lebih akbar & CDE sekilas jauh lebih kecil (kecuali kalo bandharap CDE long & CDD standard).
- Bak CDD umumnya jauh lebih tinggi dibanding CDE.
- Dari segi mesin, mesin CDD umumnya bertorsi & bertenaga lebih tinggi dari mesin CDE.
sumber gambar
Nah, itulah disparitas antara CDD & CDE, & penjelasan mengenai apa itu CDD & CDE. Jadi, gimana pendapat Gansis seputar thread ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih apabila Gansis mengoreksi informasi di thread ini yg salah!
Sumber: Opini Pribadi
Pic: Terlampir
Narasi: Opini Pribadi
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk mempromosikan maupun menjatuhkan siapapun.
Original Written By:@ulungrinjani
Hari ini 23:24
sumber gambar
CDD, CDE. Hmm, kalau bekerja di perusahaan pengiriman barang atau kargo, khususnya yg cukup sering mengpakai truk light duty, akan sering terdengar mengatakan CDD & CDE Gansis.
Mungkin, hal itu akan menciptakan Gansis penasaran. Bagaimana disparitas CDD & CDE? Apa itu CDD & CDE? Nah, kali ini, ane bakal bahas seputar apa itu CDD & CDE.
1. CDD
sumber gambar
sumber gambar
CDD adalah singkatan dari Colt Diesel Double. Kenapa Colt Diesel, bukan truk light duty saja? Karena truk yg paling sering terlihat di jalanan & dipakai buat angkutan ya Colt Diesel yg merupakan truk light duty, entah Umplung, Ragasa atau Canter.
Double sendiri artinya adalah ban belakang yg double di setiap sisinya. Ada total 4 ban di axle belakang, yg menciptakan CDD kelihatan lebih akbar karena memang truk-truk medium duty & heavy duty ban belakangnya biasanya double.
sumber gambar
Bisa dikenali dari dimensi yg umumnya lebih panjang & lebar dibanding CDE, velg yg sangat jauh berbeda dari segi bentuk & ukuran (CDD R16 bentuk standar seperti medium duty truck & light duty truck, kalau CDE R15 bentuk unik, seperti velg kaleng mobil yg dicat hitam & tanpa lubang).
Contoh CDD? Banyak sebenarnya. Sebut saja UD Kuzer, Mitsubishi Colt Diesel Fuso Canter FE 73, 74 & 84 series, Hino 300 110 (khusus seri LDL saja) & 130 series, Isuzu Elf NMR Series, & lainnya.
2. CDE
sumber gambar
sumber gambar
CDE, yg merupakan singkatan dari Colt Diesel Engkel. Disebut Colt Diesel karena alasan yg sudah disebutkan diatas, truk yg paling sering terlihat di jalanan adalah si kepala kuning Colt Diesel.
Untuk penamaan "Engkel", yup cukup unik. Jika merujuk dari thread ane yg membahas seputar tipe jenis truk berdasarkan axlenya, CDD pun dapat juga disebut Engkel karena axlenya cuma 2. Tetapi, kalau merujuk ke sebutan atau julukan yg biasa disebut orang-orang di sekitar kita, truk engkel atau artinya truk light duty dengan ban belakang total cuma 2 saja, berbeda dengan CDD yg memiliki 4 ban.
sumber gambar
Bisa dikenali dari dimensi panjang yg umumnya lebih pendek bahkan kalau dibandingkan dengan mobil-mobil double cabin yg beredar di Indonesia, dimensi lebar yg lebih kecil pula, & yg paling mencolok adalah velg yg dipakai CDE, sangat unik & berukuran R15.
Contoh ada semua varian Mitsubishi Colt Diesel Fuso Canter 71 Series, semua varian Isuzu Elf NLR Series, Hino 300 Dutro 110 Series (kecuali yg varian LDL, LDL tergolong CDD), Dyna 110 ST, & lainnya.
3. Gimana Sih Perbedaannya?
sumber gambar
sumber gambar
Tentu, CDD & CDE memiliki disparitas masing-masing. Nah, apa sih disparitas CDD (Colt Diesel Double) dengan CDE (Colt Diesel Engkel)? Ane akan melampirkannya di bawah ini Gansis.
- Yang paling mencolok, CDD memiliki velg yg berbentuk seperti velg-velg truk medium & heavy duty pada umumnya, sementara CDE bentuknya seperti velg kaleng mobil tanpa lubang dengan sedikit ubahan.
- CDD memiliki 4 buah ban di bagian belakang, CDE cuma memiliki 2 ban.
- Dari segi muatan, muatan maksimal (G.V.W dikurangi bobot kosong) CDD sekitar dua kali lipat muatan maksimal CDE karena jumlah bannya.
- Dimensi, umumnya CDD sekilas jauh lebih akbar & CDE sekilas jauh lebih kecil (kecuali kalo bandharap CDE long & CDD standard).
- Bak CDD umumnya jauh lebih tinggi dibanding CDE.
- Dari segi mesin, mesin CDD umumnya bertorsi & bertenaga lebih tinggi dari mesin CDE.
sumber gambar
Nah, itulah disparitas antara CDD & CDE, & penjelasan mengenai apa itu CDD & CDE. Jadi, gimana pendapat Gansis seputar thread ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih apabila Gansis mengoreksi informasi di thread ini yg salah!
Sumber: Opini Pribadi
Pic: Terlampir
Narasi: Opini Pribadi
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk mempromosikan maupun menjatuhkan siapapun.
Original Written By:@ulungrinjani
Hari ini 23:24