Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Halo Kaskus, selamat pagi, siang, malam, kapanpun post ini dibaca
Di post ini gw bukan mau sok bijak. Gw gk bermaksud untuk menggurui, tetapi sekedar berbagi opini. Sekaligus juga mungkin berdiskusi. Dan sebagai pembaca kalian bebas menanggapi.
Bila ada salah mohon beri tahu gw, karena gw terbuka sama segala saran & kritik. (Kalo masuk akal ya) No bully, tetapi klo mau bully gpp deh, toh itu hak kalian.
Quote:
Oke kita mulai pembahasan pagi ini.
Ada satu kutipan dari Buddha yg berbunyi, "Tak ada jalan menuju kebahagiaan, kebahagiaan adalah jalannya."
Apa itu kebahagiaan? Dari kutipan Buddha di atas, sebagai orang awam gue tafsirkan kalau kebahagiaan menurut Buddha adalah jalan, bukan tujuan. Apapun yg kita lakukan sekarang, maka lakukanlah dengan bahagia. Bahagia bukanlah ketika kita berhasil meraih satu impian atau tujuan, tetapi bahagia adalah hal yg memotivasi kita, mendorong kita supaya meraih impian itu. Kenapa seorang pelukis tetap melukis walaupun lukisannya tidak pernah laku? Karena ia bahagia.
Ketika kita sedang berusaha untuk meraih sesuatu, entah mimpi atau cita-cita. Maka jangan berharap hasil yg bahagia. Akan tetapi berbahagialah ketika kita sedang mengerjakannya. Nikmati prosesnya, lakukan segalanya atas dasar sayang & keikhlasan. Jangan berpikir bagaimana hasilnya, just do it.
Tapi gue pun paham, kebahagiaan bagi semua orang itu beda-beda. Kebahagiaan dapat jadi sederhana, dapat jadi rumit. Semua makhluk harap bahagia, & ada begitu banyak jalan untuk bahagia. Gue gak akan bilang jalan mana yg benar mana yg salah, semua tergantung dengan bagaimana kita memahaminya.
Di sini gue mau subjektif. Gue akan mendefinisikan kebahagiaan menurut gue pribadi. Kebahagiaan bagi gue adalah ketika gue dapat jadi diri sendiri. Mungkin kedengarannya mudah & simpel, tetapi sebenarnya butuh perjuangan untuk jadi diri sendiri.
Menjadi diri sendiri berarti kita hidup jadi apapun yg kita harapkan, bersikap seperti yg kita harapkan & senatural mungkin jadi apa adanya. Tapi buat gue, lingkungan gue yg sekarang gak memberikan gue banyak ruang untuk jadi diri sendiri. Well, inilah kenapa gue bilang butuh perjuangan.
Orang sekitar cenderung menilai kebahagiaan dirinya adalah kebahagiaan orang lain pula. Jika satu orang mempunyai pasangan & hidup bahagia, mereka akan berpikir bahwa orang yg belum punya pasangan berarti belum bahagia. Gue gak bilang semua orang, tetapi ada.
Tetangga, saudara atau keluarga cenderung memberi ekspektasi tinggi kepada kita & tanpa sadar kita hidup terjebak di dalam ekspektasi itu. Padahal sebagai manusia, harusnya kita punya parameter untuk kebahagiaan kita sendiri. Jangan terus-terusan berpikir buat menyenangkan & membahagiakan orang lain. Karena kita juga orang. Kita juga butuh bahagia, bukan cuma mereka. Maka dari itu, berbahagialah.
Jadilah manusia yg berbaik hati pada diri sendiri. Lihatlah diri kita yg sudah berusaha, berjuang semampu & sedapat kita. Hargailah, syukuri segala yg kita dapatkan. Belajar untuk menerima diri sendiri. Kenali diri sendiri. Apa passion kita? Minat kita? Bakat kita? Jangan sia-siakan potensi diri cuma karena harus mengikuti standar orang lain. Berbahagialah.
Ada banyak sekali sudut pandang mengenai kebahagiaan di luar sana. Bagi anak miskin, mereka akan bahagia dengan memakan sepotong roti. Bagi anak tanpa orang tua, kasih sayang sudah cukup untuk menciptakannya bahagia. Bahkan orang sakit pun dapat sangat bahagia ketika mendapati diri mereka sembuh.
Banyak orang yg menempatkan kebahagiaan itu terlalu tinggi. Sehingga ketika mereka gagal untuk meraihnya, mereka akan kecewa & berhenti berusaha.
Ingatlah pula bahwa kebahagiaan di dunia ini tidak pernah kekal. Kebahagiaan kadang dapat pergi. Bahagia & sedih datang silih berganti. Orang bilang, roda kehidupan berputar. Ah, benar juga mengatakan mereka.
Akan tetapi, kembali ke kutipan Buddha di awal tadi. Apabila kebahagiaan adalah jalan, apakah dapat kita menjalani kesedihan dengan bahagia? Menjalani ujian yg Tuhan berikan dengan senyum di paras kita? Apabila semua orang dapat seperti itu, masih adakah yg namanya kesedihan di dunia ini?
So, kebahagiaan adalah pilihan. Kita mau bahagia atau tidak? Bayangkan kucing kesayangan kita mati, sebenarnya kita dapat saja menyikapinya dengan positif. Tapi kita memilih untuk bersedih.
Kebahagiaan itu tak usah dicari, ia datang dari diri sendiri.
Gimana sih kebahagiaan bagi kalian? Adakah hal mengganjal sehingga kalian jadi sulit untuk bahagia? Atau sudahkah kalian merasa bahagia?
Silahkan bagi yg mau berpendapat, berkomentar, berbagi cerita bahkan curhat sekalipun monggo. Saya dengan bahagia hati membaca setiap respon kalian.
Sekian dari saya, maaf kalau ada salah mengatakan dalam tulisan di atas. Semoga semua makhluk berbahagia ....
Quote:
Saya pemula di KasKus, mohon bantuannya ya kawan. Maaf kalo ada salah. Silahkan dibenarkan kalau ada salah kata.
Sumber gambar : wallpaperaccess.com