• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apa bahaya jadi pecandu kafein?

Lampu Abang

IndoForum Beginner E
No. Urut
284246
Sejak
8 Jan 2015
Pesan
427
Nilai reaksi
10
Poin
18
Kafein bisa menjadi teman dan sekaligus musuh bagi tubuh Anda. Bila dikonsumsi dalam takaran tepat, kafein, seperti kopi atau teh, bisa sangat bermanfaat bagi tubuh. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat berdampak negatif pada tubuh. Dan beberapa dari kita mungkin telah kecanduan kafein.

Penelitian telah menemukan bahwa ketika orang tidak mendapatkan jumlah kafein yang biasa mereka konsumsi setiap hari, mereka bisa menderita berbagai gejala, termasuk gemetar, sakit kepala, perubahan suasana hati dan kelelahan. Bahkan dalam kasus tertentu, mereka juga menunjukkan gejala seperti flu dan mual.

Apakah kafein bersifat sangat adiktif?

Kepada Mirror.co.uk, Dr Chidi Ngwaba mengatakan bahwa kafein sama seperti kokain dan nikotin. "Itu sangat adiktif karena langsung ke otak," katanya.

Kafein dapat memicu pelepasan adrenalin stimulan, yang membuat kita merasa lebih waspada dan mendorong kita untuk mengonsumsi lebih banyak kafein (umumnya kopi) di pagi hari.

Apa bahaya jadi pecandu kafein?

Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang mematikan. Kafein dapat meningkatkan tekanan darah yang menempatkan Anda pada risiko serangan jantung atau stroke.

Sebuah laporan di US Journal of Caffeine Research mengklaim bahwa asupan kafein secara teratur dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung koroner sebesar 40 persen dan kematian dini akibat stroke sebesar 20 persen. Asupan kafein yang tinggi juga telah dikaitkan dengan risiko keguguran.

Bila Anda termasuk pecinta kafein, para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi kafein melebihi 400 mg per hari (200mg jika Anda hamil).
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.